Share Like
Simpan

Mendengar si Kecil tengah belajar bicara di usianya yang masih satu tahun rasanya menggemaskan, ya. Saking gemasnya, dulu saya sampai membuat nama panggilan tersendiri untuk si Kecil, yaitu “si Ceriwis” karena ia terus mencoba meniru apa yang saya atau suami katakan. Suatu hari, saya sempat membaca sebuah artikel perkembangan anak, ternyata kebiasaan meniru tersebut merupakan salah satu cara si Kecil belajar bicara.

Untuk mendukung Momen Wow si Kecil saat ini, Ibu juga bisa ikut membuat permainan yang dapat melatih kemampuan berbahasanya. Selain membacakan kisah-kisah menarik sesuai usianya, di artikel tersebut saya membaca bahwa ada beberapa aktivitas yang dapat menjadi inspirasi kegiatan yang seru untuk Ibu dan si Kecil, yaitu:

  1. Menirukan suara

Menirukan suara, dapat melatih respon si Kecil dalam belajar berbicara sekaligus memahami bahasa. Ibu bisa memulai dengan menirukan suara binatang, seperti sapi atau kucing. Selain itu, cobalah mengajarkan kosakata sederhana yang terdiri dari dua hingga tiga suku kata dan bisa ia gunakan sehari-hari. Misalnya, kata Ibu, Ayah, minum, bobo dan sejenisnya. Umumnya, huruf yang diucapkan dengan bibir mengatup, seperti B, M atau P lebih mudah disebutkan dibanding huruf yang diucapkan dengan ujung lidah, seperti C, N atau R.

  1. Bernyanyi

Yuk Bu, nyanyikan lagu favorit atau lagu bersemangat bersama si Kecil! Ibu bisa menyanyikan lagu anak-anak yang sering Ibu nyanyikan dulu, misalnya, Topi Saya Bundar, Kebunku, Pelangi, dan sebagainya. Aktivitas akan makin seru jika ada gerakan-gerakan tertentu yang bisa diikuti si Kecil saat bernyanyi. Lewat bernyanyi, si Kecil tak hanya belajar bicara, tapi juga mempelajari kosakata baru.

  1. Bermain menghubungkan titik

Si Kecil pasti penasaran saat melihat kakaknya atau orang dewasa menggunakan alat tulis. Supaya ia bisa merasakan pengalaman tersebut dengan lebih menyenangkan, yuk, ajak ia bermain menggambar mengikuti titik-titik dengan pensil warna. Ibu juga dapat menggunakan media lain, seperti krayon. Sebelum memulainya, Ibu bisa mengajari si Kecil cara memegang batang pensil atau krayon terlebih dahulu. Setelah itu, mulailah mengajarkan ia mengikuti pola titik-titik dengan bentuk yang sederhana, seperti huruf I atau O. Jika si Kecil mulai terbiasa, Ibu bisa secara perlahan membiarkan ia melakukannya sendiri.

  1. Warna apakah ini?

Selain menggambar mengikuti titik-titik, Ibu juga dapat mengajari si Kecil mengenal warna dengan kertas warna atau mainan favoritnya. Ibu dapat memulai dengan memintanya menunjuk sebuah benda yang memiliki warna menarik, lalu memberitahukan nama warna tersebut. Mintalah si Kecil untuk mengucapkannya, lalu ulangi dengan warna-warna lain. Setelah ia mulai terlatih untuk mengenal beberapa warna, Ibu bisa mengajaknya menyebutkan warna pada makanan atau tumbuhan.

  1. Tebak bagian tubuh

Rangsang kemampuan berbahasa si Kecil dengan mengenalkan bagian tubuhnya sendiri. Mulailah dengan menunjukkan bagian tubuh tertentu sambil menyebutkannya seperti, “ini hidung, ini bibir,” dan seterusnya. Minta ia untuk mengulang ucapan Ibu, sambil menyentuh bagian tubuh tersebut. Ibu bisa melatih si Kecil aktif bicara dengan cara menanyakan apa nama bagian tubuh yang ditunjuk. Melalui cara ini, Ibu juga sekaligus mengajarinya mengenal anatomi tubuh manusia.

Nah, Bu, ternyata mengasah kemampuan bicara si Kecil bisa dilakukan dengan aktivitas sederhana. Perlu diingat, apabila si Kecil mulai terlihat bosan, sebaiknya hindari memaksanya meneruskan kegiatan atau permainan, ya. Biarkan si Kecil melakukan hal yang menarik perhatiannya dulu atau cobalah melakukan aktivitas lain. Supaya ia lebih semangat dalam menjelajah dan belajar bicara, sajikanlah dua gelas susu Frisian Flag Jelajah untuk melengkapi asupan nutrisinya setiap hari ya, Bu. Selamat bermain bersama si Kecil!