Whatsapp Share Like Simpan

Bayam termasuk sayuran yang selalu ada dalam menu makanan anak. Banyak Ibu yang memilih bayam karena mudah diolah, rasanya enak, dan manfaatnya pun banyak. Bahkan, kandungan bayam menjadikan sayuran ini sebagai superfood. Julukan ini bukan tanpa sebab lho, Bu. 

Ini karena kandungan bayam kaya akan nutrisi protein, karbohidrat kompleks, serat, serta berbagai vitamin dan mineral untuk kesehatan anak. Jadi tidak heran ya, Bu, sayuran satu ini selalu jadi pilihan untuk membantu menjaga kesehatan tubuh anak. Bahkan, olahan bayam juga selalu jadi alternatif saat anak sedang sakit atau tidak nafsu makan. 

Namun, perlu Ibu ketahui juga, protein yang terdapat di dalam sayuran seperti bayam tidak setinggi protein hewani, seperti susu, telur, ikan, daging merah, daging putih, serta hasil olahnya. Ini karena di dalam sayuran dan buah-buahan terdapat asam amino pembatas, seperti lisin dan metionin yang menyebabkan asam amino lainnya tidak terserap oleh tubuh dengan sempurna. 

Oleh karena itu, meskipun kandungan bayam memiliki banyak nutrisi, tetapi Ibu harus menyeimbangkan kebutuhan nutrisi si kecil dari protein hewani. Sebab, protein hewani mengandung 9 asam amino esensial atau disebut juga 9AAE secara penuh untuk mendukung potensi tumbuh kembang anak lebih optimal. 

Kebutuhan 9 asam amino esensial (9AAE) ini harus terpenuhi dalam 9 jenis yang lengkap dan jumlah yang tepat. 9 jenis asam amino esensial ini meliputi leusin, isoleusin, valin, triptofan, fenilalanin, metionin, treonin, lisin, dan histidin.

Artikel Sejenis

Selain itu, 9 asam amino esensial (9AAE) juga penting untuk membangun dan memelihara jaringan tubuh, membangun antibodi untuk menangkal berbagai penyakit, sebagai sumber energi, serta berperan untuk mengangkut zat gizi. 

Asupan 9 asam amino esensial (9AAE) ini bisa didapatkan dari protein hewani, sementara kandungan serat, vitamin, dan mineral bisa Ibu dapatkan dengan jumlah yang banyak dari sayuran hijau seperti bayam. Nah, supaya Ibu lebih mengetahui kandungan bayam dan manfaatnya untuk kesehatan si Kecil, simak penjelasannya di bawah ini yuk!

Kandungan Bayam

Kandungan bayam yang paling sering disebut adalah serat yang tinggi dan rendah kalori. Melansir laman resmi Healthline.com, dalam 100 gram bayam mentah hanya mengandung kalori sebesar 23, sementara seratnya 2,2 gram. Selain itu, kadar kandungan bayam lainnya meliputi air sebanyak 91 persen, protein 2,9 gram, karbohidrat 3,6 gram, lemak 0,4 gram, gula 0,4, serta kandungan vitamin dan mineral yang baik untuk kesehatan tubuh.

Nutrisi Makro di Dalam Kandungan Bayam

Seperti yang Ibu ketahui, protein, serat dan lemak yang terdapat dalam kandungan bayam merupakan nutrisi makro yang dibutuhkan oleh tubuh. Kandungan bayam ini memiliki banyak manfaat, seperti meningkatkan kekebalan tubuh, sebagai sumber energi, antioksidan, melancarkan pencernaan, dan lainnya. 

Selain itu, bayam pun hanya memiliki sedikit gula yang hadir dalam bentuk glukosa dan fruktosa. Kandungan bayam lainnya adalah serat larut air yang berfungsi menjaga kesehatan usus. Serat tak larut air ini berperan untuk membantu mencegah terjadinya sembelit atau konstipasi pada anak dan orang dewasa. 

Vitamin dan Mineral di Dalam Kandungan Bayam

Sama halnya dengan sayuran jenis lain, bayam juga kaya akan vitamin dan mineral, seperti vitamin A yang bermanfaat untuk kesehatan mata dan kulit. Kandungan beta karoten di dalamnya pun berperan untuk meningkatkan penglihatan si Kecil lho, Bu. Beta karoten adalah pigmen berwarna dominan merah-jingga yang dapat ditemukan pada tumbuhan dan buah-buahan. 

Vitamin C yang berfungsi sebagai antioksidan untuk membantu menangkal radikal bebas, menjaga kesehatan kulit, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh, lalu ada pula vitamin K yang bermanfaat untuk pembekuan darah. 

Kandungan bayam selanjutnya adalah asam folat atau vitamin B9 yang berperan penting dalam meningkatkan fungsi sel dan pertumbuhan jaringan tubuh agar tetap normal. Bayam juga mengandung vitamin B6, vitamin E.

Selain itu, ada beberapa mineral penting yang terdapat dalam bayam, seperti zat besi yang bermanfaat untuk mengatasi anemia, kalsium yang berperan penting untuk menguatkan tulang dan gigi, serta magnesium yang berfungsi untuk metabolisme energi dan menjaga fungsi organ tubuh.

Senyawa Tumbuhan di Dalam Kandungan Bayam

Kandungan bayam lainnya adalah senyawa tumbuhan yang juga bermanfaat untuk kesehatan tubuh, seperti nitrat yang berperan untuk membantu meningkatkan kesehatan jantung, senyawa kaempferol sebagai antioksidan, serta senyawa lutein dan zeaxanthin yang dapat menjaga kesehatan mata. 

Kandungan bayam memang banyak dan penting untuk tubuh. Akan tetapi, tahukah Ibu bawah terlalu banyak mengonsumsi bayam pun akan berdampak buruk terhadap kesehatan lho. 

Dengan banyaknya kandungan bayam tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa sayuran hijau ini bermanfaat untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga kesehatan mata, kulit, dan rambut, mencegah risiko penyakit jantung, menurunkan tekanan darah, hingga mencegah kanker.

Baca juga: Apa yang Perlu Anda Ketahui Tentang 9 Asam Amino Esensial

Efek Samping Konsumsi Bayam Secara Berlebihan

Ibu juga pasti tahu bahwa mengonsumsi suatu makanan itu tidak boleh berlebihan, bukan? Begitu pula saat si Kecil mengonsumsi bayam. Lebih baik menjaga jumlahnya sesuai dengan kebutuhan, serta diimbangi dengan asupan nutrisi lainnya agar kebutuhan gizi harian si Kecil jadi lebih optimal. Pasalnya, konsumsi bayam secara berlebihan pun akan berdampak buruk terhadap kesehatan.

  • Penyerapan Mineral Jadi Terhambat

    Kandungan bayam berupa asam oksalat dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk menyerap mineral, salah satunya kalsium. Padahal kalsium merupakan mineral yang penting untuk membentuk dan menjaga kesehatan tulang agar terhindar dari pengeroposan. 

    Jika terlalu banyak mengonsumsi bayam, asam oksalat pun akan meningkat dan menghambat penyerapan kalsium. Oleh karena itu, sesuaikan porsi olahan bayam dengan kebutuhan nutrisi harian si Kecil ya, Bu.

  • Risiko Pembentukan Batu Ginjal

    Ternyata asam oksalat pun memberikan efek samping lain lho, Bu. Senyawa ini dapat meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal karena kadarnya dalam urine melebihi batas normal. 

  • Memicu Asam Urat

    Salah satu pemicu munculnya penyakit asam urat bisa jadi karena mengonsumsi bayam yang berlebihan. Efek samping ini terjadinya karena adanya senyawa yang disebut dengan purin di dalam bayam. Semakin banyak purin yang masuk, penumpukan asam urat di dalam tubuh pun akan semakin tinggi.

Cara Mengolah dan Mengonsumsi Bayam yang Aman 

Di balik kandungan bayam yang baik untuk kesehatan, ternyata sayuran ini perlu diolah dan dikonsumsi dengan cara yang tepat, di antaranya:

  • Pilih bayam yang masih segar
  • Lebih baik langsung memasak bayam yang sudah dibeli, jangan disimpan hingga berhari-hari.
  • Jika harus disimpan, simpanlah bayam di dalam lemari pendingin.
  • Saat disimpan, jangan cuci bayam terlebih dahulu ya, Bu. Tujuannya agar bayam tidak cepat busuk karena adanya sisa air yang menempel.
  • Sebelum disimpan, potong bagian akar bayam dan simpan di dalam plastik kedap udara
  • Bayam hanya perlu dimasak beberapa menit, bahkan bayam sudah matang saat dimasak sekitar 1-2 menit saja.
  • Hindari memasak bayam terlalu lama karena akan mengurangi kandungan nutrisinya.
  • Bayam perlu dihabiskan dalam kurun waktu lima jam setelah dimasak. Ini karena zat besi di dalam bayam bisa berubah menjadi racun yang berbahaya bagi kesehatan.

Itulah kandungan bayam, efek samping, dan cara mengolahnya yang bisa Ibu pahami saat memenuhi kebutuhan nutrisi harian si Kecil, terutama dalam memenuhi asupan serat, vitamin, dan mineral. Meskipun kandungan bayam cukup beragam dan manfaatnya sangat baik bagi tubuh, tetapi Ibu perlu mengetahui bahwa bayam termasuk makanan yang mengandung protein nabati, bukan protein hewani.

Protein hewani adalah jenis protein yang paling penting dan dibutuhkan oleh tubuh dibandingkan protein nabati, terutama di masa tumbuh kembang. Ini karena protein nabati, seperti kacang-kacangan, sayuran, dan buah memiliki asam amino pembatas yang menyebabkan asam amino lainnya tidak terserap dengan baik di dalam tubuh. 

Sedangkan, kebutuhan 9 Asam Amino Esensial (9AAE) harus terpenuhi secara lengkap agar tumbuh kembang anak lebih optimal. 9 Asam Amino Esensial ini meliputi leusin, isoleusin, valin, triptofan, fenilalanin, metionin, treonin, lisin, dan histidin. 

Jika asupan 9 Asam Amino Esensial (9AAE) tidak lengkap, maka akan mengurangi fungsi optimal yang dibutuhkan oleh tubuh anak. Hal ini dibuktikan dalam sebuah penelitian dari J.Nutr dalam National Center for Biotechnology Information yang menjelaskan bahwa kekurangan 1 jenis 9 Asam Amino Esensial (9AAE) akan menurunkan kinerja hormon pertumbuhan, termasuk potensi tinggi badan, tingkat kecerdasan, dan daya tahan tubuh sebanyak -34%. Bahkan, kekurangan semua jenis 9 Asam Amino Esensial (9AAE) akan menurunkan hormon pertumbuhan tersebut sebanyak -50%.

Dalam jurnal EBioMedicine yang dipublikasi oleh The Lancet juga menyebutkan bahwa masalah stunting pada anak berkaitan erat dengan kurangnya asupan Asam Amino Esensial (9AAE) dalam tubuh. Selain itu, 9 Asam Amino Esensial (9AAE) juga berfungsi untuk membangun dan memelihara jaringan tubuh, sebagai sumber energi, memperkuat tulang, meningkatkan daya tahan tubuh, serta dapat mengangkut zat gizi pada tubuh si kecil. 

Kandungan 9 Asam Amino Esensial (9AAE) bisa secara lengkap Ibu dapatkan dalam Frisian Flag PRIMAGRO 1+, kandungan nutrisi dalam susu pertumbuhan ini sudah ditingkatkan dari sebelumnya demi mendukung potensi tumbuh kembang si Kecil lebih prima. 

Susu Frisian Flag PRIMAGRO 1+ juga mengandung kombinasi 8 nutrisi penting untuk dukung kreativitas si Kecil, di antaranya DHA 4x lebih tinggi, asam lemak omega 3, asam lemak omega 6, minyak ikan, kolin, sphingomyelin, asam sialat, dan tirosin tertinggi.

Susu pertumbuhan ini pun diperkaya 5 nutrisi penting lainnya untuk meningkatkan daya tahan tubuh, seperti zat besi, vitamin D3, zinc, magnesium, dan vitamin C tertinggi yang dikombinasikan dengan 9 Asam Amino Esensial (9AAE), serta mengandung serat pangan inulin yang dapat mendukung kesehatan saluran pencernaan si Kecil. 

Ibu dapat memberikan si Kecil susu Frisian Flag PRIMAGRO 1+ sebanyak 2-3 gelas per hari. Ini karena penelitian yang dilakukan oleh Prof. DR. dr. Damayanti Rusli Sjarif, SpA (K) pada anak balita membuktikan bahwa mengonsumsi susu pertumbuhan yang mengandung 9 Asam Amino Esensial (9AAE) yang lengkap dengan kadar di atas 300 ml sehari bisa mencegah terjadinya stunting sebesar 72%. Dengan begitu, susu Frisian Flag PRIMAGRO 1+ dapat mendukung potensi si Kecil lebih kreatif, tangguh, dan percaya diri.

Ditinjau oleh: Yeni Novianti, S.Gz