Share Like
Simpan
Akhir-akhir ini rasanya berita tentang penyakit demam berdarah sedang ramai diberitakan, ya. Cuaca yang kurang bersahabat bisa dibilang menjadi salah satu penyebab mewabahnya berbagai macam penyakit. Duh, mendengar berita seperti ini saya jadi khawatir apalagi disekitar rumah saya banyak balita yang masih rentan terhadap berbagai macam virus penyakit.

Bu, jika si Kecil mengalami demam disertai dengan bintik merah pada kulit, sebaiknya Ibu segera mengambil langkah penanganan bagi penderita DBD. Gejala ini biasanya muncul setelah empat hingga enam hari setelah ia terjangkit dan seringkali terjadi selama 10 hari. Nah, gejala-gejalanya adalah sebagai berikut:
  • Si Kecil mengalami demam tinggi secara tiba-tiba dengan suhu tubuh yang mencapai 39o – 40oC.
  • Sakit kepala yang parah.
  • Nyeri dibagian belakang mata disertai dengan nyeri di persendian dan otot pada tubuh.
  • Seringkali disertai dengan mual dan muntah.
  • Ruam muncul pada kulit setelah tiga hingga empat hari setelah demam muncul. Kulit juga terlihat mudah memar.
  • Terjadi pendarahan ringan (mimisan atau gusi berdarah).

Pada beberapa kasus yang terjadi, Ibu biasanya akan cenderung panik ketika si Kecil  terserang demam tinggi secara tiba-tiba, terutama jika disertai dengan pendarahan ringan seperti mimisan atau gusi berdarah. Sebagai salah satu pertolongan pertama pada demam, Ibu bisa memberikannya obat penurun panas berjenis acetaminophen (parasetamol) untuk menurunkan demamnya. Sebaiknya jangan gunakan penghilang nyeri atau penurun panas yang mengandung aspirin atau ibuprofen karena berisiko menimbulkan pendarahan yang lebih banyak, Bu.

Menurut beberapa artikel yang pernah saya baca, ada beberapa cairan yang dapat diminum oleh penderita DBD untuk membantu mengatasi demam berdarah, yaitu:

●    Air Kelapa Muda
Ketika si Kecil terserang demam berdarah, cairan tubuhya dapat berkurang degan drastis. Kandungan zat elektrolit alami yang terdapat pada air kelapa muda, dipercaya dapat membantu mengatasi ancaman syok pada saat tubuh kekurangan cairan. Selain itu, terdapat juga kandungan mineral kalium, sodium, klorida, gula, dan juga protein yang dikatakan memiliki keseimbangan yang serupa dengan cairan tubuh manusia.
●    Jus Jambu Biji
Banyak yang mengatakan bahwa buah jambu biji dapat mengatasi penyakit demam berdarah. Ini karena kandungan vitamin C pada buah ini terhitung tinggi. Sehingga kekebalan tubuh untuk melawan bakteri akan meningkat. Selain itu, proses penyembuhan luka juga jadi lebih cepat. Kandungan potassium pada jambu juga dapat membuat tekanan darah menjadi lebih baik.
●    Jus Buah
Sebetulnya, tidak hanya buah jambu biji saja lho, Bu. Buah lain seperti jeruk, pepaya, atau mangga juga dapat membantu mengatasi DBD. Hal ini disebabkan oleh kadar air pada buah-buah tersebut terhitung cukup tinggi (65%-92%) sehingga dapat mengembalikan cairan tubuh yang hilang akibat plasma darah yang keluar dari pembuluh.
●    Jus Buah Kurma
Jika Ibu memiliki buah kurma, Ibu bisa membuat jus dari buah manis ini. Buah kurma memiliki kandungan potassium, sodium, kalsium, magnesium serta vitamin A, C, dan K yang baik untuk menjaga cairan tubuh dan juga sebagai anti-oksidan. Apabila buah kurma sulit ditemukan, Ibu bisa memberikan si Kecil 1sdm sari kurma setiap sebelum makan.

Umumnya yang terjadi pada balita adalah apabila si Kecil belum pernah terserang DBD sebelumnya, maka gejala yang dialaminya tergolong ringan. Nah, pada kasus yang ringan, terkadang si Kecil tidak menunjukkan gejala-gejala demam berdarah. Tapi jangan panik dulu, Bu. Jika ia terkena kasus yang cukup ringan, demam yang dialaminya bisa diobati dengan memberikan banyak cairan (minum) dan juga perbanyak istirahat.

Namun, apabila yang terjadi justru sebaliknya, yaitu si Kecil terlihat semakin parah (lesu, gelisah, enggan makan/minum dan nyeri perut), segera bawa ia ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, ya. Ada baiknya ketika Ibu membawanya ke dokter, beritahu petugas bahwa ia mengalami gejala seperti penyakit DBD supaya ia dapat menerima penanganan tepat dengan segera. Karena, saat kondisi si Kecil menurun, bisa jadi itu merupakan tanda awal syok atau yang sering dikenal dengan dengue shock syndrome (DSS). Apabila tidak segera ditangani, DSS dapat menyebabkan tubuh kekurangan oksigen dan berakibat fatal, yaitu kematian dalam waktu singkat.

Bu, untuk mengurangi risiko terjangkitnya si Kecil maupun orang di sekitar kita dari virus Demam Berdarah (DBD), yuk bersama-sama kita lakukan hal berikut:
1.    Kuras air yang menggenang di dalam wadah-wadah cekung yang ada di sekitar rumah Ibu seperti pot, ember, atau bak mandi (jika Ibu menggunakan bak mandi).
2.    Simpan benda-benda yang dapat menampung air di tempat yang kering atau dalam keadaan terbalik.
3.    Buang barang-barang yang sudah tidak terpakai untuk menghindari tempat bersarangnya nyamuk dan juga sisa-sisa sampah yang berada di saluran pembuangan rumah Ibu, seperti daun-daun kering atau plastik.

Semoga si Kecil sehat selalu, ya!