Whatsapp Share Like
Simpan

Dahak atau lendir pada tenggorokan dapat mengganggu pernapasan bayi, apalagi bila dahaknya kental dan menyangkut di tenggorokan. Karena dahak ini cukup mengganggu dan bayi belum bisa mengeluarkannya melalui batuk, maka kadang-kadang perlu disedot. Dahak yang berlebihan dan sukar keluar dapat menyangkut di belakang tenggorokan, hidung, dan mulut. Akibatnya, bayi akanĀ  menjadi rewel, terutama saat ia mau makan atau tidur.

Beberapa penyakit dapat menyebabkan dahak berlebihan dan mengganggu bayi, misalnya flu, batuk, atau pilek yang disebabkan bakteri maupun virus dan alergi. Ada lima cara mengeluarkan dahak bayi yang dapat Ibu lakukan. Diantaranya adalah sebagai berikut:

Menggunakan Penyedot Dahak dari Karet

Berikut ini langkah-langkah yang dapat Ibu lakukan untuk menyedot dahak bayi menggunakan penyedot dahak dari karet:

  1. Pastikan tangan Ibu dan alat penyedot dalam keadaan bersih.
  2. Bila perlu menyedot dahak dari mulut dan hidung, lakukan pada mulut lebih dulu dengan menempatkan ujung alat penyedot ke dalam rongga mulut bayi.
  3. Peganglah ujung balon alat penyedot dengan jari telunjuk dan jari tengah. Keluarkan udara dalam balon lebih dulu dan jika dahak bayi kental, teteskan 2-3 larutan air garam atau larutan salin siap pakai. Teteskan ke dalam hidung bayi sebelum memasukkan ujung alat penyedot ke dalam hidungnya.
  4. Masukkan ujung alat penyedot ke dalam mulut atau hidung secara perlahan dan lepaskan ibu jari yang sebelumnya menekan dasar balon untuk mengeluarkan udara, sehingga dahak dalam mulut atau lendir dalam hidung bayi tersedot.
  5. Jika balon alat penghisap tidak mengembang kembali, biasanya ujung alat tersumbat oleh dahak atau lendir yang kental dan perlu dibersihkan lebih dulu sebelum menggunakannya kembali.
  6. Buang dahak yang tersedot alat dengan menekan balon alat penyedot, dan bersihkan alat penyedot dengan air mengalir. Tekanlah balon alat penghisap agar semua dahak yang terhisap dapat keluar dari alat.
  7. Menyedot dahak bayi tidak perlu terlalu sering, biarkan ia beristirahat dan bebas bernapas lebih dulu diantara 2 sesi penyedotan. Usaplah hidung bayi dengan tisu bila diperlukan.
  8. Setelah selesai, bersihkan balon alat penghisap dengan air sabun dan tekan balonnya agar semua air dapat keluar. Biarkan alat mengering.
  9. Bila bayi sukar bernapas setelah ia muntah, penyedotan perlu dibatasi hingga 2-3 kali sehari, karena hidung dapat menjadi kering dan lecet hingga berdarah.

Menjemur Bayi

Selain menyedot dahak bayi, cara mengeluarkan dahak pada bayi yaitu dengan menjemur bayi. Ikuti langkah-langkahnya berikut ini:

  1. Jemur bayi di bawah matahari pada pukul 7 hingga 8 pagi selama 10 menit.
  2. Oleskan balsam atau minyak telon pada dada dan punggungnya.
  3. Tengkurapkan bayi pada pangkuan Ibu dengan posisi kepala sedikit lebih rendah dari tubuhnya, agar dahak yang encer dapat turun dan keluar dari tenggorokan.
  4. Tepuk-tepuk punggung bayi dengan lembut. Dahak yang tidak keluar melalui tenggorokan, biasanya tertelan dan akan dikeluarkan bersama kotoran feses dan urin bayi.

Menggunakan Uap Air Panas

Cara mengeluarkan dahak yang ketiga adalah menggunakan uap air panas. Metode ini mirip dengan metode penguapan menggunakan nebulizer, tapi lebih alami karena tidak menggunakan obat kimia. Berikut langkah-langkahnya:

Artikel Sejenis

  1. Siapkan air hangat di dalam baskom. Ibu bisa mencampurnya dengan beberapa tetes minyak kayu putih.
  2. Tengkurapkan bayi pada pangkuan Ibu dengan posisi kepalanya lebih rendah dari tubuhnya dan mendekati baskom tersebut.
  3. Biarkan bayi menghirup uap air panas dan tepuk-tepuk punggung bayi untuk mendorong dahak di saluran pernafasannya.
  4. Jika dahaknya sudah lebih encer, maka akan lebih mudah keluar.

Mengubah Posisi Tidur Bayi

Posisi tidur bayi yang benar juga dapat membantu mengeluarkan dahak. Caranya adalah dengan memposisikan kepalanya lebih tinggi dari badan menggunakan bantal. Bisa juga dengan memposisikan bayi tidur secara tengkurap. Namun pastikan saat dalam posisi ini hidungnya tidak tertutupi yang membuatnya kesulitan bernapas.

Membuat Bayi Tetap Hangat

Saat hidungnya tersumbat, Ibu sebaiknya membuat bayi tetap hangat. Dengan begitu tubuh akan menghasilkan hawa panas yang dapat membantu mengencerkan dan mengeluarkan dahak. Pakaikan baju hangat dan oleskan minyak telon pada dada dan punggung bayi bila perlu. Selain itu Ibu juga harus menjaga suhu dan kebersihan ruangan yang ditempati bayi supaya steril dari debu yang dapat membuat dahak semakin menumpuk.

Nah, itulah cara mengeluarkan dahak pada bayi yang bisa Ibu coba praktekkan. Untuk membantu bayi cepat sembuh, berikan cukup ASI ya, Bu. Atau bila ia telah mendapatkan makanan pendamping ASI dapat diberikan sup, sari buah, atau kaldu hangat yang dapat membantu mengencerkan dahak bayi. Apabila keluhan tak kunjung membaik, maka sebaiknya Ibu berkonsultasi dengan dokter agar bayi Ibu mendapatkan penanganan lanjut.

Jika masih ingin berkonsultasi seputar anak, kunjungi laman Tanya Pakar saja, Bu. Akan ada ahli yang menjawab pertanyaan Ibu secara langsung. Pastikan Ibu sudah registrasi dulu sebelum memakai fitur tersebut, ya.

Sumber:
popmama.com