Share Like
Simpan

Halo, Ibu, bagaimana kabar si Kecil? Memerhatikan perkembangannya setiap hari pasti tak henti-hentinya membuat kita tersenyum bahagia, ya. Di awal masa kelahirannya ini, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan untuk memastikan kesehatan tubuhnya, seperti nutrisi serta perawatan tubuh.

Saya jadi teringat saat si Kecil baru lahir dulu. Ibu saya sering kali memberi nasihat untuk menjemurnya setiap hari, sedangkan sahabat saya menyarankan untuk tak langsung menjemur bayi yang baru lahir. Wah, waktu itu saya cukup bingung untuk mengambil keputusan. Saya pun akhirnya bertanya kepada dokter untuk mendapatkan informasi yang lebih pasti.

Kegiatan menjemur bayi sebenarnya baik untuknya, Bu. Vitamin D sebagai salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan si Kecil ternyata diproduksi oleh tubuh ketika kulitnya terkena sinar matahari langsung.  Namun, ada beberapa hal yang mesti kita perhatikan dengan saksama sebelum mempraktikkannya. Berdasarkan pengalaman, saya punya beberapa tips yang bisa Ibu terapkan ketika menjemur si Kecil.

  • Durasi dan Waktu yang Tepat

Sebaiknya, Ibu menjemur si Kecil sebelum pukul 9 pagi setiap harinya. Matahari pagi sekitar pukul 6 hinga 7.30 belum terlalu menyengat sehingga cukup aman bagi kulit bayi yang masih sensitif. Ibu cukup menjemurnya selama 10 sampai 15 menit, ya. Hindari menjemurnya terlalu lama karena dapat meningkatkan risiko sunburn atau terbakar sinar matahari. Namun,jika di pagi hari kondisi cuaca masih terlampau dingin, maka coba tunggu hingga matahari lebih tinggi sedikit sehingga si Kecil bisa mendapatkan sinar yang mencukupi.

  • Lokasi dan Posisi

Jika Ibu masih cukup khawatir membawa si Kecil ke luar dan terpapar sinar matahari langsung, Ibu bisa memilih untuk menjemurnya di balik ruang berkaca bening yang diterangi sinar matahari. Ketika menjemur, lakukan dengan posisi si Kecil terlentang dan telungkupsecara bergantian. Cukup pakaikan celana atau popok pada tubuhnya. Biarkan bagian dada dan punggungnya tak tertutupi sehingga ia dapat terkena sinar matahari yang merata. Satu catatan penting, lindungilah bagian matanya dengan baik dari sinar matahari langsung ya, Bu. Ibu bisa menyiasati hal ini dengan menutup bagian matanya dengan handuk ataupun sapu tangan kecil.

  • Kegiatan Menyenangkan selama Berjemur

Berjemur bisa menjadi sarana untuk mempererat hubungan emosional dengan si Kecil. Gendong atau dekaplah ia sembari berjalan-jalan santai di sekitar rumah. Jika memilih menjemurnya dalam posisi berbaring, Ibu bisa mengajaknya mengobrol dan bercanda sambil memijat tubuhnya. Memijat bayi dengan lembut dapat membuat tubuhnya lebih relaks di pagi hari lho, Bu.

  • Perhatikan Gejala Alergi

Penting pula bagi Ibu untuk cermat memerhatikan reaksi tubuhnya ketika berjemur. Sebaiknya, segera ganti baju si Kecil setelah berjemur agar sisa-sisa keringatnya tidak menimbulkan reaksi gatal atau kemerahan di kulit. Memastikan keamanan dan kenyamanan si Kecil tetap yang paling utama ya, Bu.

Itulah kira-kira beberapa hal yang perlu Ibu perhatikan saat menjemur si Kecil. Oh iya, supaya Ibu makin yakin, cobalah untuk berkonsultasi langsung dengan dokter. Siapa tahu Ibu bisa memperoleh lebih banyak lagi tips bermanfaat. Nah, jika Ibu punya tips tambahan atau ingin berbagi pengalaman, jangan ragu untuk menuliskannya di sini. Selamat menjemur si Kecil ya, Bu!