Whatsapp Share Like
Simpan

Di awal kehidupannya, bayi masih belum bisa membalikkan badannya sendiri. Untuk bisa tidur terlentang, miring, ataupun tengkurap, ia memerlukan bantuan dari Ibu. Khusus pada posisi tengkurap, Ibu sebaiknya berhati-hati, ya. Sebab bayi tidur tengkurap ini masih menjadi perdebatan, apakah diperbolehkan atau tidak. Mengapa bisa begitu? Baca dulu, yuk, penjelasannya di bawah ini:

Risiko Bayi Tidur Tengkurap

Ternyata jika bayi tidur dengan posisi tengkurap memiliki beberapa risiko, Bu. Berikut adalah risiko yang mungkin didapat saat bayi tidur tengkurap:

  • Suhu tubuh meningkat. Posisi tidur secara tengkurap dapat membuat suhu tubuh meningkat dan bayi pun jadi merasa kegerahan selama tidur. Jika dibiarkan terlalu lama, hal ini dapat menyebabkan bayi dehidrasi ataupun memicu demam.
  • Nafasnya tersumbat. Setelah menyusu, ASI atau susu yang belum tercerna akan berkurang dengan cara sendawa. Itu berarti bayi harus ada pada posisi duduk. Namun jika bayi tidur tengkurap, maka makanan yang belum dicerna secara sempurna tersebut akan naik ke esofagus, lalu turun ke saluran pernapasan. Hal ini dapat berakibat nafas bayi menjadi tersumbat.
  • Kurang mendapat asupan oksigen. Bayi yang tidur secara tengkurap maka posisi dada dan perutnya akan tertekan ke bawah. Begitu pula dengan wajahnya akan tertelungkup. Akibatnya, sirkulasi udara ke hidungnya pun akan berkurang dan kurang mendapatkan asupan oksigen. Tak hanya itu, bayi juga akan menghirup karbondioksida dengan jumlah banyak, sehingga dapat mengganggu metabolisme tubuhnya.
  • Sudden Infant Death Syndrome (SIDS). Semua risiko di atas tadi dapat memicu bayi mengalami Sudden Infant Death Syndrome atau Sindrom Kematian Bayi Mendadak. SIDS dapat menimpa semua bayi, bahkan pada bayi yang terlihat sehat sekalipun.

Institut Kesehatan Nasional Amerika Serikat menyebutkan bahwa faktor pemicu terjadinya SIDS yang paling besar adalah bayi tidur tengkurap. Dibandingkan bayi yang tidur terlentang, risikonya 13% lebih tinggi. Untuk itu di Amerika Serikat bayi tidak diperbolehkan untuk ditidurkan secara tengkurap.

Kapan Bayi Boleh Tidur Tengkurap?

Meski memiliki risiko, tapi bukan berarti bayi sama sekali tidak boleh tidur tengkurap ya, Bu. Jika ia sudah lancar berguling sendiri saat tidur, maka tidak masalah untuk ia tidur secara tengkurap. Bayi biasanya lancar berguling saat sudah memasuki usia 6 bulan ke atas.

Pada masa ini, bayi sudah dapat menahan perutnya dan akan berguling sendiri saat merasa tidak nyaman. Dengan begitu, risiko SIDS pun dapat berkurang. Untuk bayi berusia di bawah 6 bulan atau yang belum dapat berguling sendiri, sebaiknya tidak ditidurkan dengan posisi tengkurap ya, Bu. Meskipun Ibu mengawasi, tapi risiko SIDS tetaplah ada.

Artikel Sejenis

Tidur Bayi yang Direkomendasikan

Dalam posisi tidur apapun, bayi rentan mengalami SIDS. Untuk itu American Academy of Pediatrics merekomendasikan tidur untuk bayi yang baik sebagai berikut:

  • Tidur terlentang hingga usia 1 tahun. Posisi tidur untuk bayi yang dianjurkan adalah terlentang, sebab tidak akan meningkatkan risiko tersedak seperti pada posisi tidur tengkurap atau menyamping. Setelah berusia 1 tahun, ia sudah bisa untuk berguling sendiri, jadi sudah cukup aman untuk tidur tengkurap.
  • Gunakan matras padat untuk alas tidur bayi. Mungkin Ibu beranggapan bahwa bayi membutuhkan alas tidur yang lembut dan empuk. Padahal yang benar adalah bayi sebaiknya tidur dengan alas berupa matras padat yang dilapisi dengan sprei dengan ukuran yang pas.
  • Tidur di ruangan sama dengan orang tua. Agar bisa selalu diawasi, bayi lebih baik tidur satu ruangan bersama orang tuanya.
  • Tidur di ranjang bayi. Hindarilah untuk menidurkan bayi di ranjang bersama dengan Ibu dan Ayah, karena dikhawatirkan dapat membuatnya terbekap atau tertindih. Tidurkan bayi di ranjangnya sendiri agar lebih aman.
  • Jangan meletakkan banyak benda dan sprei longgar di tempat tidur bayi. Benda-benda seperti boneka, bantal, guling, atau selimut sebaiknya tidak diletakkan di tempat tidur bayi, Bu, karena dapat membuat sesak dan menghambat sirkulasi udara.
  • Jaga suhu ruangan tetap sejuk. Selama tidur, bayi akan mudah berkeringat. Untuk itu jagalah suhu ruangan tetap sejuk dan pakaikan pakaian yang tidak tebal. Ruangan yang panas tidak hanya dapat membuat bayi kegerahan, tapi juga dapat meningkatkan risiko SIDS.
  • Menggunakan dot untuk menidurkan bayi. Cara ini dapat menurunkan risiko SIDS. Bila ia sudah tidur dan dotnya terlepas, tidak perlu dimasukkan lagi ke mulutnya. Letakkan di tempat yang bersih dan jangan mengalungkannya di leher bayi, karena dapat meningkatkan risiko tercekik.

Kesimpulannya, bayi tidur tengkurap tidak dianjurkan ya, Bu. Tidur terlentang adalah yang terbaik hingga ia berusia 1 tahun atau minimal sudah lancar untuk berguling sendiri. Pastikan untuk tetap mengawasi bayi selama tidur untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Semoga buah hati selalu sehat dan tumbuh kembangnya optimal, Bu!

Ibu masih memiliki pertanyaan seputar anak? Kunjungi saja laman Tanya Pakar untuk mendapatkan jawaban langsung dari ahlinya. Untuk bisa menggunakan fitur tersebut, pastikan Ibu sudah registrasi terlebih dulu, ya.

Sumber:

id.theasianparent.com, www.idai.or.id