Share Like
Simpan

Tidak sedikit anak yang susah minum susu, padahal susu merupakan sumber kalsium yang penting untuk tulang si Kecil. Lalu apakah yang bisa ibu lakukan jika si Kecil susah minum susu?

Susu merupakan sumber zat gizi yang diperlukan si Kecil di masa pertumbuhan agar tubuhnya sehat dan memiliki tulang yang kuat. Kalsium, vitamin D, vitamin A, dan vitamin B12 merupakan 4 di antara sejumlah zat gizi mikro yang terkandung dalam susu. Penelitian menunjukkan bahwa susu memiliki peran yang sangat penting dalam memberikan asupan kalsium dan cadangan vitamin D dalam tubuh, yang pada akhirnya akan mempengaruhi kesehatan tubuh secara umum.

Kandungan kalsium dalam susu juga memberikan perlindungan terhadap sejumlah penyakit seperti tekanan darah tinggi, kanker usus besar, kanker payudara, kanker indung telur, batu ginjal, obesitas dan keracunan tembaga. Penelitian menyebutkan, anak-anak yang rutin mengonsumsi susu lebih jarang mengalami kekurangan gizi (malnutrisi protein) dan karies gigi, serta menjaga kepadatan tulang sehingga tidak mudah mengalami patah tulang.

Lalu bagaimana jika si Kecil tidak mau atau susah minum susu?
• Jika si Kecil tidak menyukai susu murni (tanpa rasa/plain), Ibu bisa menyiasatinya dengan cara menambahkan coklat bubuk atau serbuk perisa (misalnya serbuk green tea), atau memberikan susu yang memang telah diberi perisa.
• Sajikan susu dingin. Diberi es batu atau simpan di lemari pendingin beberapa menit sebelum diberikan kepada si Kecil.
• Berikan contoh. Jika si Kecil melihat ibu atau ayahnya minum susu, maka kemungkinan besar mereka juga akan mau minum susu.
• Sajikan di gelas kesukaan si Kecil, gelas bergambar atau berwarna-warni, dilengkapi dengan sedotan.
• Selalu sediakan susu di lemari es, satu gelas susu untuk sekali minum. Jadi jika si Kecil merasa haus setelah bermain, segelas minuman sehat dingin telah siap menjadi penawar dahaganya.
• Sajikan susu dalam bentuk lain, misalnya puding, vla untuk puding coklat kesukaan si Kecil, atau milk shake dicampur dengan buah-buahan segar.
• Ketika makan di luar rumah, pesanlah susu atau milk-shake, jangan memesan minuman bersoda untuk si Kecil.
• Sertakan satu kotak susu siap minum dalam bekal sekolahnya, atau sebelum masuk kelas, ajak si Kecil ke kantin sekolah untuk membeli sekotak susu siap minum sebagai teman bekal roti lapisnya.
• Ketika membacakan dongeng sebelum tidur, ceritakan tentang manfaat susu dengan menciptakan tokoh imajinasi, misalnya superhero Milki si perkasa, yang memiliki tubuh sehat dan tulang kuat sehingga selalu siap membantu orang-orang yang memerlukan pertolongannya.

Nah dengan beberapa tips di atas, kami harap si Kecil bisa lebih ‘bersahabat’ dengan susu. Satu hal yang perlu Ibu ingat, hindari menyajikan susu bersamaan dengan makanan yang kaya akan zat besi (misalnya bayam, daging sapi) karena kandungan kalsium yang tinggi dalam susu bisa menghambat penyerapan zat besi. Selain itu, tentu saja si Kecil tetap perlu mengkonsumsi makanan sehari-hari yang sehat dan seimbang dengan susu sebagai pelengkap.