Share Like
Simpan

Susu merupakan bahan makanan yang lengkap gizinya, dan bila meminumnya secara rutin, maka banyak manfaat yang dapat diperoleh. Namun sayangnya, umur susu tidak berlangsung lama, karena mudah rusak akibat kuman.

Susu mentah adalah jenis susu yang sebaiknya dihindari, karena susu mentah sangat berisiko mengalami pencemaran atau kontaminasi yang bisa menimbulkan gangguan kesehatan. Proses perusakan susu oleh kuman bisa cepat terjadi hanya dalam hitungan jam. Susu yang telah rusak ditandai dengan rasanya yang menjadi masam, adanya gumpalan, perubahan warna, ataupun pecah.

 

 

Banyak penyebab kontaminasi susu, antara lain:

  1. Kotoran sapi yang bersentuhan langsung dengan susu.
  2. Infeksi pada ambing sapi (mastitis).
  3. Penyakit sapi.
  4. Bakteri yang hidup di kulit sapi.
  5. Lingkungan (misalnya, tinja, kotoran, atau peralatan saat pemrosesan).
  6. Serangga, binatang pengerat, atau binatang lain.
  7. Manusia, misalnya melalui kontaminasi silang dari pakaian dan sepatu yang kotor.

Pasteurisasi adalah salah satu cara untuk membunuh bakteri dalam susu yang bisa menyebabkan penyakit. Perhatikan saran-saran berikut:

  1. Biasakan hanya mengonsumsi susu dan produk susu pasteurisasi. Perhatikan label “pasteurisasi” pada kemasannya.
  2. Simpan produk susu dalam lemari pendingin pada suhu 4 °C atau lebih rendah, dan buang segera produk susu yang sudah kadaluwarsa untuk menghindari risiko sakit.
  3. Pilihlah produk susu (keju, yoghurt, dan sebagainya) yang berasal dari susu pasteurisasi.

Untuk menjaga kualitas kesegaran susu dan keamanan susu pasteurisasi, ikutilah saran-saran berikut ini:

  1. Segera masukkan susu ke dalam lemari pendingin setelah membelinya tanpa dikeluarkan dari kemasannya atau membuka kemasannya.
  2. Kembalikan sisa susu ke dalam lemari es secepatnya. Susu yang sudah dikeluarkan dari kemasan tidak boleh dimasukkan kembali ke dalam kemasannya
  3. Tutup rapat-rapat kemasan susu untuk mencegah kontaminasi dari zat lain dalam lemari pendingin.
  4. Cek selalu tanggal kadaluwarsanya. Kalau susu disimpan baik-baik dalam suhu 4 °C atau lebih rendah (tanpa dibekukan), rata-rata susu akan tahan selama 2-3 hari. Tulisan “best if used by (before)” dimaksudkan untuk menunjukkan kualitas dan rasa susu terbaik. Tanggal itu adalah hari terakhir yang direkomendasikan untuk digunakan.


Selain susu cair pasteurisasi, jenis susu lain yang juga sangat banyak disukai adalah susu bubuk, yakni bubuk yang dibuat dari susu kering yang padat. Susu bubuk dapat dikelompokkan menjadi tiga, yakni susu bubuk berlemak (full cream milk prowder), susu bubuk rendah lemak (partly skim milk powder), dan susu bubuk tanpa lemak (skim milk prowder).

Berbeda dengan susu cair, termasuk susu pasteurisasi, daya tahan susu bubuk lebih lama, sehingga tidak perlu disimpan dalam lemari pendingin. Susu bubuk relatif tidak mudah rusak karena sangat sedikit mengandung air.

Karena susu merupakan salah satu jenis minuman favorit bagi seluruh anggota keluarga, perhatikanlah saran-saran di atas. Jangan ragu-ragu untuk membuang susu yang sudah terasa masam, warnanya berubah, adanya gumpalan, atau berubah rasa, meski disimpan di dalam lemari pendingin.