Share Like
Simpan

Bukan hanya fisik si Kecil yang berkembang, psikologi anak juga turut terbentuk sejak ia lahir, Bu. Meski saat ini ia masih bayi, si Kecil dapat merasakan dan belajar dari sikap orang di sekitarnya. Oleh karena itu, Ibu dan Ayah harus memerhatikan cara memperlakukan si Kecil sejak dini supaya kondisi psikologisnya berkembang dengan baik. Saya sempat membaca artikel di sebuah forum diskusi Ibu dan anak yang membahas mengenai hal ini. Disebutkan bahwa beberapa sikap orang tua pada bayi berisiko memberikan efek negatif pada perkembangan psikologis bayi. Sikap seperti apa? Berikut beberapa di antaranya.

Tidak Memberikan Respon pada si Kecil

Meskipun ia masih bayi, bukan berarti ia tidak bisa berkomunikasi dengan Ibu. Sebab, secara alami, ia sebenarnya sudah bisa berinteraksi aktif dengan orang sekitarnya, meskipun tidak dalam bahasa verbal. Hal ini diperlihatkannya dengan ekspresi wajah dan bahasa tubuh, misalnya tertawa, mengulurkan tangan, atau menendang kecil. Jadi, tidak perlu ragu mengobrol dengannya ya, Bu. Meski kelihatannya Ibu dan si Kecil belum saling mengerti bahasa masing-masing, kehadiran dan respon Ibu penting untuk membangun komunikasi serta kedekatan antara Ibu dan anak. Apalagi periode tiga tahun pertama dalam kehidupan bayi, merupakan momen si Kecil mengembangkan kemampuan sosialnya. Apa yang ia alami sejak lahir bisa terekam di otaknya dan membentuk kepribadian dan psikologi si Kecil.

Membiarkan si Kecil Menangis

Ketika bayi menangis dan Ibu membiarkannya begitu saja, ini sama saja membiasakan tubuhnya dengan perasaan tertekan, Bu. Apalagi, sebagian besar tumbuh kembang si Kecil terjadi di tahun-tahun pertama setelah ia dilahirkan. Saat ini, 75% otaknya sedang tumbuh dan segala apa yang ia serap saat ini bisa membentuk fisik dan psikologis si Kecil. Jadi, ketika bayi terus-terusan mengalami stres, ia akan merasa gelisah dan tidak percaya dengan diri sendiri serta orang-orang di sekitarnya. Hal ini mungkin menjadikan ia sebagai pribadi yang tidak fleksibel, egois, dan mudah stres. Ibu disarankan untuk membaca arti tangisannya agar bisa membuatnya nyaman dan menjaganya tetap senang.

Menghukum si Kecil

Meskipun kadang Ibu mungkin merasa tidak tahan dengan rengekan si Kecil yang sepertinya tidak kunjung berhenti, Ibu harus tetap bersabar ya. Hindari menghukumnya dengan membiarkan ia menangis atau malah memukulnya pelan sebagai bentuk hukuman. Kenapa? Perilaku seperti itu bisa meninggalkan efek negatif pada psikologi si Kecil dalam waktu lama. Tidak hanya mengurangi rasa percaya si Kecil terhadap Ibu, ia juga akan memiliki kepercayaan diri rendah karena ia mungkin jadi takut untuk memulai sesuatu. Perkembangan komunikasinya pun akan terpengaruh karena si Kecil memiliki pemahaman bahwa lebih baik diam daripada menunjukkan kebutuhan tertentu dan berujung pada suatu hukuman.

Membiarkan si Kecil Sendiri

Bu, coba bayangkan jika seandainya Ibu ditinggal sendiri di suatu tempat terpencil. Membayangkannya saja sudah cukup mengerikan ya, Bu? Hal itu pulalah yang dirasakan bayi ketika ia ditinggal sendiri. Jika Ibu meninggalkan si Kecil sendirian, ia akan merasa terisolasi. Ia mungkin menyimpan sendiri ketakutan yang dirasakannya dan akan terus membawa perilaku ini sepanjang hidupnya. Isolasi juga mengajarkan si Kecil untuk hanya memikirkan diri sendiri sehingga ia bisa tumbuh dengan kemampuan berempati yang kurang.

Demi memaksimalkan tumbuh kembang si Kecil, pastikan Ibu menghindari keempat hal negatif di atas agar kondisi psikologi anak tidak terganggu. Apabila si Kecil mengalami kondisi-kondisi tertentu yang membutuhkan perhatian khusus, segera lakukan konsultasi dengan psikolog atau dokter anak agar bisa dilakukan penanganan sejak dini.