Share Like
Simpan

Setiap anak memiliki keunikan yang membuatnya tidak sama dengan anak lainnya walaupun usianya sama. Saat seorang anak mulai belajar keterampilan fisik, ia akan menjalaninya ketika tubuhnya sudah siap untuk itu. Ibu perlu mengetahui aktivitas fisik si Kecil yang sesuai dengan usianya.

Memasuki usia pada angka ‘3’ yang juga dikenal sebagai usia prasekolah, adalah saat penting bagi perkembangan berbagai keterampilan motorik si Kecil. Ada tiga jenis aktivitas fisik bagi si Kecil yang masih berusia balita atau di bawah lima tahun, yaitu permainan fisik aktif (physically active play), aktivitas perkembangan (developmental activity), dan aktivitas sehari-hari.

Pertama, aktivitas ini lebih dari sekadar berpakaian, mencuci, atau bermain secara pasif (misalnya bermain dengan pasir). Aktivitas ini merupakan cara terbaik untuk aktif secara fisik yang mendorong si Kecil untuk:

  • Menggunakan kelompok otot besar, misalnya punggung, bahu, kaki, dan lengan
  • Melatih berbagai variasi gerakan, seperti lokomotor (gerakan yang menyebabkan tubuh bergerak secara keseluruhan seperti berjalan dan berlari, melompat, merangkak, bergulingan dan lain sebagainya), menjaga kestabilan, dan mengendalikan benda
  • Bermain di arena bermain yang berbeda dengan peralatan yang berbeda pula
  • Membuat daerah bermainnya sendiri
  • Membuat permainan aktif sendiri
  • Merasa senang akan apa yang sudah berhasil ia lakukan

 

Permainan bersifat energik dan kontinyu. Permainan yang energik seperti berlari dan berkejaran dapat membantu memperkuat jantung dan paru-paru, serta dapat membakar kalori, sehingga berat badan si Kecil tetap terjaga sehat. Sedangkan aktivitas kontinyu meliputi berjalan, bersepeda, dan menari dapat membangun stamina si Kecil dan menjaga berat badannya.

Kedua, permainan perkembangan juga sangat penting karena dapat melatih keterampilan motorik si Kecil. Permainan ini ada tiga jenis, yaitu lokomotor, stabilitas, dan mengendalikan benda. Aktivitas yang melibatkan lokomotor, yakni seperti merangkak, berayun, memanjat, melompat, dan lain-lain. Sedangkan aktivitas fisik yang melibatkan menjaga kestabilan, antara lain bergeser ke kiri-kanan, mengangkat salah satu kaki, bergerak mundur, naik sepeda roda dua, dan lain-lain. Keterampilan mengendalikan benda dapat dilakukan dengan menendang, menggambar, melempar, menangkap, dan lain-lain.

Yang ketiga, Ibu bisa mengajak si Kecil melakukan aktivitas sehari-hari yang dapat membantu perkembangan motoriknya, dan mengajarkan kepadanya tentang tanggung jawab. Aktivitas ini juga mencegah perilaku yang hanya duduk-duduk saja. Pada kisaran usia ini, si Kecil akan tumbuh menjadi lebih kuat dan lebih mobile, dan sudah dapat berjalan kaki lebih jauh. Ajak anak bersepeda, berjalan kaki, membantu Ibu berkebun, misalnya menggali lubang kecil, menyirami tanaman; memasangkan kaos kaki; mengajak membereskan mainannya; dan lain-lain.

Ciptakan aktivitas fisik si Kecil dengan suasana menyenangkan agar ia dapat bereksplorasi dengan keterampilan tubuhnya dan membuatnya semakin percaya diri. Jangan lupa, kebiasaan sehat berolahraga atau melakukan aktivitas fisik merupakan pola hidup sehat yang perlu diterapkan di dalam keluarga.