Whatsapp Share Like
Simpan

Anak yang tumbuh sehat adalah dambaan setiap orang tua ya, Bu. Apapun upaya akan dilakukan untuk membuat buah hati menjadi Anak Tangguh Prima, yakni anak yang memiliki daya tahan tubuh baik. Namun banyaknya virus dan bakteri penyebab penyakit yang berkembang saat ini seringkali membuat para orang tua khawatir terhadap kesehatan buah hatinya. Untuk itulah diperlukan perhatian khusus dalam meningkatkan sistem imun supaya dapat menangkal berbagai jenis penyakit. Inilah beberapa tips yang dapat Ibu lakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh si Kecil:

1. Memberikan ASI Eksklusif

ASI memang sangat besar peranannya bagi si Kecil, Bu. Itulah mengapa dianjurkan untuk menyusui secara eksklusif selama 6 bulan dan dilanjutkan hingga usia 2 tahun. ASI diketahui memiliki kandungan yang dapat meningkatkan sistem imun dan sel darah putih si Kecil. Bayi yang mendapat ASI eksklusif akan berisiko kecil mengalami alergi, diare, pneumonia, sindrom kematian mendadak, infeksi telinga, dan meningitis.

2. Makan Buah dan Sayur

Untuk menjaga kesehatan si Kecil, maka diperlukan asupan makanan yang bernutrisi. Buah dan sayur merupakan jenis makanan yang memiliki segudang manfaat, salah satunya untuk meningkatkan sistem imun. Pilihlah buah dan sayur yang tinggi kandungan vitamin C nya, karena vitamin ini ampuh dalam memperbanyak sel darah putih yang berfungsi untuk melawan virus. Ibu juga bisa memilih jenis buah dan sayur yang mengandung fitonutrien yang bisa memperkuat kekebalan tubuh serta meningkatkan interferon dan leukosit.

3. Rutin Berolahraga

Selain makan makanan bernutrisi, si Kecil juga sebaiknya dibiasakan untuk rutin berolahraga ya, Bu. Bisa dibilang olahraga adalah salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Tak hanya itu saja. Manfaat olahraga juga masih banyak, lho. Diantaranya dapat memperkuat otot jantung, menguatkan otot dan tulang, serta meningkatkan sel yang bertugas membunuh kuman dalam tubuh.

Untuk si Kecil cukup dengan berolahraga yang ringan saja, Bu. Contohnya saja berenang, bersepeda, bermain bola, atau berjalan kaki. Waktunya juga tidak perlu lama-lama. Cukup dengan 15-20 menit setiap hari dan jadikan ini sebagai kebiasaan baik dan menyehatkan bersama.

Artikel Sejenis

4. Tidur Cukup

Supaya sistem imun tetap baik, tubuh juga akan memerlukan waktu yang cukup untuk beristirahat. Saat tidur, tubuh akan mengalami proses perbaikan dan pengeluaran racun. Selain itu, tidur juga merupakan waktu bagi sistem kekebalan tubuh menghasilkan hormon-hormon imunitas. Jadi, jika si Kecil kurang mendapatkan tidur yang cukup, proses-proses tersebut pun akan berjalan kurang optimal. Akibatnya, ia menjadi lebih mudah terserang penyakit.

Anak-anak tentunya memiliki waktu tidur yang berbeda dengan orang dewasa ya, Bu. Untuk bayi baru lahir membutuhkan waktu tidur 18 jam/hari, balita 12-13 jam/hari, sementara usia prasekolah 10 jam/hari. Waktu tidur ini bisa dibagi antara tidur siang dan tidur malam ya, Bu.

5. Rajin Mencuci Tangan

Sebenarnya mencuci tangan tidak ada kaitannya dengan peningkatan daya tahan tubuh. Namun karena tangan itu selalu menyentuh berbagai macam benda yang bisa saja telah terkontaminasi, maka kebiasaan ini akan membantu mencegah virus, bakteri, dan kuman untuk masuk ke dalam tubuh yang menyebabkan si Kecil terserang penyakit.

Ajari si Kecil mencuci tangannya dengan sabun pada waktu-waktu tertentu. Misalnya sebelum dan sesudah makan, setelah buang air, setelah menyentuh hewan, setelah bepergian, dan setelah melakukan aktivitas yang membuat tangan menjadi kotor. Bila sedang bepergian dan sulit untuk menemukan tempat untuk mencuci tangan, maka untuk menyiasatinya Ibu sebaiknya selalu membawa hand sanitizer ataupun tisu basah anti bakteri. Dengan begitu, Ibu bisa dengan mudah membersihkan tangan si Kecil di mana saja.

6. Mengganti Sikat Gigi

Saat si Kecil terserang penyakit tertentu, seperti batuk, flu, atau yang berhubungan dengan penyakit tenggorokan, maka segeralah ganti sikat giginya. Si Kecil memang tidak akan terserang virus flu yang sama dua kali, tapi virus tersebut bisa berpindah dari sikat giginya ke sikat gigi lainnya sehingga akan menginfeksi anggota keluarga lainnya.

Sementara jika si Kecil sakit karena infeksi bakteri, maka ia bisa kembali terinfeksi oleh bakteri yang sama dan membuatnya sakit lagi. Untuk itulah Ibu perlu mengganti sikat gigi si Kecil setelah ia sembuh dari penyakitnya dan sebaiknya letakkan sikat gigi yang terkontaminasi secara terpisah dari sikat gigi lainnya.

7. Hindarkan dari Paparan Asap Rokok

Rokok tidak hanya berbahaya bagi orang yang merokok saja, Bu. Justru orang yang terpapar asap rokok (perokok pasif) akan lebih mendapatkan efeknya. Pada sebatang rokok terkandung lebih dari 4.000 toksin yang dapat membunuh sel di dalam tubuh dan menyebabkan iritasi pada organ pernapasan. Hal ini kemudian dapat membuat tubuh rentan terserang penyakit pernapasan, seperti asma atau bronkitis.

Melihat dampak negatif tersebut, maka sebaiknya jauhkan si Kecil dari paparan asap rokok ya, Bu. Jika ada anggota keluarga yang merokok, buatlah aturan untuk melakukannya di luar rumah saja dan harus segera membersihkan tubuh serta mengganti pakaian sebelum mendekati si Kecil. Saat bepergian, sebaiknya lindungi si Kecil dengan pemakaian masker untuk menurunkan risiko terpapar asap rokok dan polusi udara.

8. Kurangi Pemakaian Antibiotik

Perlu Ibu pahami bahwa antibiotik adalah jenis obat yang dibuat khusus untuk menyembuhkan penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Sedangkan penyakit yang diakibatkan virus tidak dapat disembuhkan dengan obat ini. Oleh karena itu, pemakaian antibiotik harus sangat diperhatikan. Jangan memberikan si Kecil antibiotik tanpa tahu penyebab sakitnya terlebih dulu.

Pemakaian antibiotik yang asal-asalan justru bisa memperburuk kesehatan si Kecil. Diantaranya dapat merusak organ tubuh yang belum berkembang sempurna serta menyebabkan bakteri bermutasi dan jadi kebal terhadap antibiotik. Sebagai dampaknya, antibiotik menjadi tidak lagi mempan untuk membunuh bakteri. Jadi sebaiknya mintalah saran dari dokter terlebih dulu untuk pengobatan si Kecil ya, Bu.

Nah, tidak susah kan Bu cara meningkatkan daya tahan tubuh si Kecil? Memang masih akan ada kemungkinan si Kecil terserang penyakit, tapi setidaknya Ibu bisa berupaya untuk meminimalisir peluangnya. Semoga si Kecil sehat selalu.

Bagi Ibu yang masih memiliki pertanyaan dan ingin berkonsultasi seputar kesehatan anak, bisa berkunjung ke laman Tanya Pakar ya, Bu. Di sana ada para ahli yang akan membantu Ibu. Untuk bisa menggunakan fitur tersebut, pastikan Ibu sudah registrasi terlebih dahulu.

 

Sumber:

Ibupedia