Whatsapp Share Like
Simpan

Anak yang tumbuh tinggi menjadi dambaan bagi setiap orangtua. Tubuh yang tinggi dianggap menjadi kelebihan tersendiri yang memudahkan anak dalam menjalani aktivitas. Sayangnya gen di masyarakat Indonesia cenderung berbadan pendek yang diwariskan oleh gen secara turun-temurun. Genetika memang berperan dalam pertumbuhan setiap individu, tapi bukan menjadi faktor yang mutlak. Jadi bila orangtua pendek, belum tentu anaknya ikut berbadan pendek. Faktor gaya hidup juga memainkan peranan penting dalam meningkatkan tinggi badan anak di usia pra remaja. Bergembiralah, Ibu bisa mengikuti delapan tips mengoptimalkan pertumbuhan tinggi anak berikut ini:

Berikan Nutrisi yang Mencukupi

Makanan yang anak konsumsi sangat berkontribusi terhadap pertumbuhan yang sehat. Untuk itu anak perlu mendapatkan nutrisi yang mencukupi bagi tumbuh kembangnya. Ibu harus selalu menyertakan karbohidrat dalam menu makanannya sebagai sumber energi untuk tubuh agar berkembang. Selain itu karbohidrat juga berperan sebagai bahan bakar otak anak.

Protein yang Utama

Ada satu poin yang perlu Ibu ingat bahwa nutrisi yang paling dibutuhkan anak bukanlah karbohidrat, melainkan protein. Karbohidrat sebagai sumber energi, sedangkan protein untuk membantu tumbuh kembangnya secara maksimal. Jadi sebaiknya perbanyak komposisi protein dibandingkan dengan karbohidrat. Ibu bisa variasikan sumber protein pada menunya, mulai dari telur, daging, ikan, tahu dan tempe, hingga kacang-kacangan.

Kalsium Itu Penting!

Kalsium sangat berperan dalam membantu pertumbuhan tulang. Jadi jangan lupa untuk selalu memberikan si Kecil asupan kalsium yang bisa didapatkan dari susu dan sayuran hijau. Berikan kedua sumber kalsium tersebut setiap hari agar pertumbuhan anak bisa maksimal.

Ajak Anak untuk Beraktivitas Bersama Sinar Matahari

Jangan pernah takut untuk membiarkan anak beraktivitas di luar ruangan ya, Bu! Sinar matahari banyak mengandung vitamin D yang baik untuk pertumbuhan tulang dan otot anak. Untuk itu ajak si Kecil untuk aktif bermain di luar ruangan agar ia mendapatkan efek sinar matahari yang cukup. Waktu yang tepat adalah saat pagi dan sore hari di mana sinar matahari tidak terlalu menyengat.

Artikel Sejenis

Harus Cukup Tidur

Jangan pernah meremehkan waktu tidur anak, Bu, karena saat tidur tulang anak akan tumbuh dan jaringan akan tergenerasi. Waktu tidur yang dibutuhkan anak adalah selama 8 hingga 10 jam setiap malam dan sebaiknya tidak tidur terlalu malam agar ia bisa bangun pagi. Ibu perlu menerapkan jam tidur yang bisa dimulai pada pukul 8 malam hingga pukul 6 pagi.

Berikan Vitamin C untuk Imunitasnya

Anak yang mudah sakit bisa menghambat pertumbuhannya. Agar si Kecil tidak mudah sakit, ia harus cukup mendapatkan asupan vitamin C yang bisa didapatkan dari buah-buahan seperti jeruk, aneka berry, dan jambu. Jangan lupa untuk selalu meletakkan buah-buahan di meja makan dan ajak anak untuk rajin mengonsumsi buah bersama. Mengonsumsi buah juga bisa dengan cara dibuat jus, tapi sebaiknya tidak menambahkan susu kental manis ataupun gula terlalu banyak agar manfaat dari buahnya tidak berkurang.

Perbanyak Olahraga

Asupan nutrisi saja tidak cukup untuk mendorong pertumbuhan anak. Diperlukan latihan fisik untuk memaksimalkan tinggi tubuh anak. Ibu bisa mengajak anak untuk melakukan aktivitas olahraga bersama yang menyenangkan, seperti bersepeda, berenang, yoga, basket, lompat tali, ataupun kegiatan fisik lainnya di luar ruangan. Dengan rajin berolahraga sejak kecil, anak jadi terbiasa untuk berolahraga saat ia dewasa dan akan terhindar dari kegemukan.

Jangan Lupakan Zinc!

Selain kalsium, ternyata zinc (seng) juga sangat diperlukan untuk mendorong pertumbuhan anak. Beberapa sumber zinc yang baik bisa didapat dari suplemen ataupun makanan seperti daging, lobster, kepiting, tiram, dan gandum. Jadi, berikan sumber zinc tersebut kepada si Kecil secara rutin ya, Bu.

Jadilah Penyemangat bagi Anak

Tidak hanya memberikan asupan yang dibutuhkan anak, tapi Ibu juga harus menjadi penyemangat anak. Hal ini ternyata juga sangat penting, karena anak membutuhkan dukungan dari orang terdekatnya. Yakinkan ia untuk merasa nyaman dengan tubuhnya sendiri sehingga ia akan belajar mencintai dirinya sendiri dan merasa percaya diri. Dengan begitu anak pun akan menjalani aktivitasnya dengan hati yang gembira. Dukung juga ia untuk aktif dalam berbagai aktivitas di sekolah serta menjalani hal-hal positif yang mereka sukai. Namun bila saat anak sudah memasuki usia remaja sedangkan pertumbuhan tingginya tidak sesuai harapan, Ibu boleh saja meminta saran dari dokter.

Tak perlu merasa kecewa bila anak tidak tumbuh tinggi seperti yang Ibu inginkan. Hal yang utama adalah pertumbuhan anak sehat dan normal sesuai usianya. Badan yang pendek tidak akan menghambat anak untuk bisa berprestasi. Ibu bisa memberikan contoh beberapa tokoh yang sukses meski memiliki tubuh yang pendek, seperti BJ Habibie, Mahatma Gandhi, serta Napoleon Bonaparte. Frisian Flag turut mendukung anak untuk bisa tumbuh tinggi dengan memberikan susu Frisian Flag 123 yang kaya kalsium untuk pertumbuhan tulangnya.