Whatsapp Share Like Simpan

Indikasi pertumbuhan anak sehat dilihat dari berat badan yang ideal. Anak terlihat lebih berisi merupakan salah satu hal ciri anak sehat. Padahal, pertumbuhan anak sehat itu tidak hanya dilihat dari berat badan saja. Tinggi badan juga merupakan tolak ukur status gizi dan pertumbuhan anak sehat. Sayang sekali jika masih banyak orangtua yang lebih memperhatikan berat badan anak ketimbang mengoptimalkan pertumbuhan tinggi anak. Kedua tolak ukur tersebut bisa dioptimalkan dengan baik, lho. Bergantung dengan pola yang dijalankan orangtua terhadap anaknya. Jika, orangtua kurang mengoptimalkan pertumbuhan anak dari segi gizi misalkan, perkembangan anak juga akan kurang optimal.

Cara Mengoptimalkan Pertumbuhan Anak

Anak yang tumbuh tinggi menjadi dambaan bagi setiap orang tua. Tubuh yang tinggi dianggap menjadi kelebihan tersendiri yang memudahkan anak dalam menjalani aktivitas. Sayangnya gen di masyarakat Indonesia cenderung berbadan pendek yang diwariskan oleh gen secara turun-temurun. Genetika memang berperan dalam pertumbuhan setiap individu, tapi bukan menjadi faktor yang mutlak. Jadi, apabila orangtua pendek, belum tentu anaknya ikut berbadan pendek. Faktor gaya hidup juga memainkan peranan penting dalam meningkatkan tinggi badan anak di usia pra remaja. 

Tinggi badan ideal adalah ukuran panjang tubuh yang sesuai dengan usia dan jenis kelamin. Idealnya, pertumbuhan panjang badan dari lahir hingga usia 1 tahun sekitar 25 cm, dan seiring berjalannya waktu pertumbuhan itu berkurang. Pada usia 1 tahun ke 2 tahun pertumbuhan hanya sekitar 13 cm. Sedangkan di usia 4 tahun sampai masa pubertas, pertumbuhan anak akan mengalami pertambahan sekitar 5 cm per tahun. Berdasarkan Kementrian kesehatan Republik Indonesia yang mengacu pada WHO, patokan tinggi badan ideal untuk anak dibedakan menurut usia dan jenis kelamin. 

Pertumbuhan setiap anak berbeda-beda satu sama lain. Seperti yang sudah dibahas di atas, bahwa ada beberapa hal yang mempengaruhi pertumbuhan anak, seperti factor genetic, nutrisi, ada tidaknya tumbuh kembang, dan kadar hormone pertumbuhan anak. Namun, Ibu gak perlu khawatir soal beberapa faktor tersebut, Ibu bisa mengoptimalkan faktor-faktor tersebut dengan baik. Caranya gimana? Berikut ini beberapa tips menarik yang bisa Ibu dan Ayah praktekan untuk mengoptimalkan pertumbuhan anak Anda:

Berikan Nutrisi yang Mencukupi

Makanan yang anak konsumsi sangat berkontribusi terhadap pertumbuhan yang sehat. Untuk itu anak perlu mendapatkan nutrisi yang mencukupi bagi tumbuh kembangnya. Penuhi kebutuhan nutrisi anak dengan menerapkan pola hidup sehat sejak dini. Membiasakan anak untuk mengonsumsi makanan yang bergizi, terutama makanan yang kaya akan protein, vitamin, dan mineral. Jangan lupa juga sertakan makanan yang kaya akan kalsium dan zat besi.

Artikel Sejenis

Nutrisi yang cukup, didapatkan dari pola makan sehat. Hal tersebut harus dengan peran orangtua yang utama. Anak adalah si copy paste orangtua, jika orangtuanya saja sudah memberikan contoh makan makanan yang kurang sehat dan tidak bernutrisi, anak pun akan demikian mencontoh ayah dan Ibunya. Jadi, dalam mencukupi nutrisi anak, orangtua tidak hanya menyediakan, tapi turut serta membiasakan pola makan sehat di rumah. 

Protein yang Utama

Protein adalah nutrisi paling penting untuk pertumbuhan dan perkembangan si kecil. Protein terdiri dari asam-asam amino. Selain itu, protein juga menutrisi energy dalam bentuk energy terbatas yang berasal dari karbohidrat dan lemak. Jadi, dibandingkan orang dewasa, balita dan anak-anak yang berada dalam masa pertumbuhan membutuhkan protein lebih banyak, yaitu per kilogram berat badannya. 

Ketika si Kecil mengkonsumsi protein di masa pertumbuhannya, sistem pencernaannya akan bekerja dengan baik. Sistem tersebutlah yang akan memecah protein makanan menjadi asam amino yang akan digunakan oleh tubuh sebagai bahan untuk pembentukan dan pemeliharaan otot, tulang, darah, dan organ tubuh lainnya. Sumber pangan protein terbagi dalam dua jenis, yaitu protein hewani dan nabati. Keduanya sangat berpengaruh dalam pertumbuhan anak sejak usia dini. 

Sumber pangan protein hewani meliputi daging, telur, susu, ikan serta seafood. Sedangkan, sumber pangan protein nabati meliputi kacang-kacangan dan hasil olahannya, seperti tempe, tahu, dan susu kedelai. Jadi, Ibu dan Ayah sudah jelas nih protein nutrisi untuk pertumbuhan anak yang paling utama. Cara mengoptimalkannya dengan perbanyak menyediakan makanan-makanan yang mengandung protein tersebut.

Pentingnya Kalsium untuk Pertumbuhan Anak

Kalsium merupakan nutrisi yang berperan penting untuk pertumbuhan kesehatan gigi dan tulang. Bagi anak-anak mineral kalsium ini sangat membantu sekali dalam pertumbuhan tinggi anak dan membuat gigi anak semakin kuat. Oleh karena itu, sebagai orangtua yang ingin pertumbuhan tinggi anak ideal, asupan nutrisi kalsium harus dipenuhi setiap harinya. Sumber kalsium untuk anak bisa Ibu dapatkan dari berbagai produk olahan susu. 

Produk olahan susu yang dapat memenuhi kebutuhan kalsium terbaik untuk anak-anak adalah  susu murni, yoghurt, dan keju. Tidak hanya produk olahan susu saja, Ibu juga bisa memberikan anak berbagai macam makanan lain yang mengandung kalsium tinggi, seperti ikan teri, ikan sarden, telur, edamame, kacang almond, selada, serta sayuran berdaun hijau tua seperti Brokoli, bayam, dan pakcoy.

Dengan mengetahui sumber kalsium yang baik untuk pertumbuhan anak, Ibu sudah harus mulai memperhatikan asupan kalsium anak setiap harinya. Karena manfaat kalsium untuk anak, tidak hanya untuk pertumbuhan tulang anak saja, tapi banyak manfaat lainnya, seperti meningkatkan kepadatan tulang anak, meningkatkan kecerdasan anak, memperkuat sistem imun tubuh si Kecil, dan menjaga metabolisme tubuh buah Hati Anda. Jadi, untuk Ayah dan Ibu perhatikan selalu yah kebutuhan kalsium buah hati tercinta agar mengoptimalkan pertumbuhan tinggi badan anak.

Ajak Anak untuk Beraktivitas Bersama di Bawah Sinar Matahari

Jangan pernah takut untuk membiarkan anak beraktivitas di luar ruangan ya, Ibu! Tumbuh kembang anak juga berpengaruh dengan aktivitasnya sebagai anak-anak. Lebih banyak aktivitas membuat tumbuh kembang anak lebih cepat, karena banyak melakukan dan mempelajari banyak hal di luar kebiasaannya di dalam rumah. Namun sayangnya, sekarang ini banyak orangtua yang khawatir untuk mengajak anaknya beraktivitas di luar rumah. Virus dan bakteri di luar rumah menjadi salah satu alasan orangtua khawatir melepas anaknya beraktivitas di luar. Padahal, jika memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik, Virus dan bakteri tidak akan mudah hinggap.

Selain melatih kerja gerak tubuh pada anak, bermain di luar juga memiliki manfaat lain, yaitu paparan sinar matahari yang mengandung vitamin D dan berperan penting dalam pertumbuhan tulang pada anak. Selain itu, vitamin D juga baik untuk membantu menjaga system pertahanan tubuh, kesehatan jantung, otak, dan organ-organ tubuh lainnya. Jangan heran banyak bayi yang baru lahir disarankan untuk dijemur oleh paparan sinar matahari pagi. Waktu yang tepat adalah saat pagi dan sore hari, di mana sinar matahari tidak terlalu menyengat.

Manfaat lain dari mengajak anak untuk beraktivitas di luar ruangan adalah meningkatkan indera penglihatan anak. Saat diajak keluar, anak pasti akan melihat begitu banyak hal, mulai dari pepohonan, jalanan, hingga hewan-hewan. Hal tersebut akan merangsang kinerja otak anak untuk mencari tau hal-hal yang baru dilihatnya. Jadi, jangan ragu Ayah dan Ibu untuk ajak si Kecil beraktivitas di luar rumah. Banyak manfaatnya lho, ibu!

Terapkan Pola Tidur yang Baik

Menerapkan pola tidur yang baik pada anak bisa menjadi salah satu cara untuk mengoptimalkan pertumbuhan anak. Mengapa demikian? Karena tidur yang cukup akan meningkatkan produksi hormon pertumbuhan. Jangan pernah meremehkan waktu tidur anak, Bu, karena saat tidur tulang anak akan tumbuh dan jaringan akan tergenerasi. Waktu tidur yang dibutuhkan anak adalah selama 8 hingga 10 jam setiap malam dan sebaiknya tidak tidur terlalu malam agar ia bisa bangun pagi. Ibu perlu menerapkan jam tidur yang bisa dimulai pada pukul 8 malam hingga pukul 6 pagi.

Kebiasaan baik dalam pola tidur ini harus dibiasakan sejak dini hingga anak mencapai masa pubertas. Hal tersebut dilakukan karena tinggi badan anak akan mencapai puncaknya pada akhir masa tersebut. Jadi, sebagai orangtua mengoptimalkan pola tidur yang cukup pada anak membantu pertumbuhan tinggi badan anak yang ideal. Jangan ragu juga untuk mencontohkan anak-anak Anda untuk tidur cukup dan tepat waktu.

Berikan Vitamin C untuk Imunitasnya

Vitamin C adalah antioksidan dan antihistamin alami yang berperan penting dalam kinerja sistem imun tubuh anak untuk menangkal berbagai penyakit. Anak yang mudah sakit bisa menghambat pertumbuhannya. Mencukupi asupan vitamin C dalam pola makan si Kecil, Ibu telah membangun benteng pertahanan alami dalam tubuh yang akan menunjang kesehatan anak Ibu sehari-hari. 

Asupan vitamin C yang bisa Ibu sediakan untuk anak, bisa didapatkan dari buah-buahan seperti jeruk, aneka berry, kiwi, pepaya, dan jambu. Dari kategori sayuran juga ada beberapa yang mengandung vitamin C, seperti bayam, tomat, kentang, dan paprika merah. Kadar vitamin C yang terkandung dalam buah dan sayuran sangat bervariasi, tergantung dari ukuran buah dan sayur tersebut. 

Jadi, jangan lupa ya Ayah dan Ibu untuk menyediakan buah-buahan di meja makan atau sekadar mengajak anak mengonsumsi buah dan sayur setiap hari bersama-sama. Mengonsumsi buah juga bisa dengan cara di jus, namun sebaiknya tidak menambahkan gula, susu kental manis terlalu banyak, agar manfaat dari buah yang dikonsumsi tidak berkurang khasiatnya.

Perbanyak Olahraga

Dalam mengoptimalkan pertumbuhan anak, tidak hanya soal nutrisi yang diatur sedemikian rupa saja. Tapi, diperlukan juga latihan fisik untuk mengoptimalkan pertumbuhan tinggi badan anak Anda. Olahraga merupakan salah satu latihan fisik terbaik yang memiliki segudang manfaat positif untuk pertumbuhan anak. Manfaat yang didapatkan dari rutinnya berolahraga antara lain, membantu si Kecil memiliki jantung dan paru-paru yang kuat dan sehat, membentuk tulang yang kuat, dan menjaga berat badan buah hati Anda.

Ibu bisa mengajak anak untuk melakukan aktivitas olahraga bersama yang menyenangkan, seperti bersepeda, berenang, yoga, basket, lompat tali, ataupun kegiatan fisik lainnya di luar ruangan. Dengan rajin berolahraga sejak kecil, anak jadi terbiasa untuk berolahraga saat ia dewasa dan akan terhindar dari kegemukan. Selain itu, olahraga juga mengajarkan hal lain selain latihan fisik, yaitu cara berkomunikasi, mengambil keputusan, meningkatkan rasa percaya diri, dan memperbaiki suasana hati (mood).

Jangan Lupakan Zinc!

Zinc merupakan zat gizi mikro jenis mineral yang hanya sedikit diperlukan tubuh, namun Zinc sangat vital untuk tumbuh kembang anak. Mineral zinc ini berperan penting bagi metabolism anak. Bagi anak yang kekurangan asupan zinc ini akan melemahkan sistem kekebalan tubuh yang dapat menyebabkan anak mudah terserang penyakit, seperti diare,pneumonia, dan malaria yang pasti mengancam nyawa anak-anak balita setiap tahunnya. Selain itu, kekurangan zinc juga menyebabkan keterbelakangan fisik dan intelektual, memperlambat pertumbuhan, dan dapat juga menghambat anak dari pengembangan potensi anak. 

Dengan demikian, selain asupan kalsium, asupan zinc pada pertumbuhan anak juga harus diperhatikan baik-baik. Agar si Kecil bisa mengoptimalkan pertumbuhan tinggi badan serta perkembangan otak buah hati Anda. Asupan zinc bisa Ibu dapatkan berbagai macam makanan, seperti daging, lobster, kepiting, tiram, dan juga gandum. Jadi, ayah dan Ibu jangan lupa untuk penuhi kebutuhan sumber zinc tersebut kepada si kecil secara rutin ya, agar tumbuh kembang anak optimal dan ideal.

Jadilah Penyemangat bagi Anak

Tidak hanya memberikan asupan yang dibutuhkan anak, tapi Ibu juga harus menjadi penyemangat anak. Hal ini ternyata juga sangat penting, karena anak membutuhkan dukungan dari orang terdekatnya. Yakinkan ia untuk merasa nyaman dengan tubuhnya sendiri sehingga ia akan belajar mencintai dirinya sendiri dan merasa percaya diri. Dengan begitu anak pun akan menjalani aktivitasnya dengan hati yang gembira. Dukung juga ia untuk aktif dalam berbagai aktivitas di sekolah serta menjalani hal-hal positif yang mereka sukai. Namun bila saat anak sudah memasuki usia remaja sedangkan pertumbuhan tingginya tidak sesuai harapan, Ibu boleh saja meminta saran dari dokter.

Upaya mengoptimalkan pertumbuhan anak harus dilakukan sejak usia dini agar anak terbiasa menjalankan hidup sehat yang ideal. Guna memastikan pertumbuhan anak sesuai dengan tips di ata, jangan ragu untuk membawa buah hati Ibu ke posyandu atau fasilitas kesehatan lainnya, untuk dipantau berat badan dan tinggi badannya. Waspadai adanya gangguan pertumbuhan anak, jika tumbuh kembangan terhambat atau tidak sesuai dengan anak-anak seusianya. Dan jangan ragu juga untuk konsultasi ke dokter anak mengenai permasalah tumbuh kembang anak.

Tak perlu merasa kecewa juga bila anak tidak tumbuh tinggi seperti yang Ibu inginkan. Hal yang utama adalah pertumbuhan anak sehat dan normal sesuai usianya. Badan yang pendek tidak akan menghambat anak untuk bisa berprestasi. Ibu bisa memberikan contoh beberapa tokoh yang sukses meski memiliki tubuh yang pendek, seperti BJ Habibie, Mahatma Gandhi, serta Napoleon Bonaparte.

Berikan Susu dengan Kandungan Terbaik

Selain makanan yang kaya akan gizi, tambahkan juga susu dalam menu harian anak setiap harinya. Pilihlah susu yang mengandung nutrisi penting untuk pertumbuhan si Kecil, seperti susu yang mengandung protein (asam amino), lemak, kalsium, magnesium, zinc, vitamin A, dan vitamin D. Susu menjadi pelengkap dalam mengoptimalkan pertumbuhan anak. Beragam nutrisi dalam produk susu, sangat dibutuhkan anak dalam menjaga kesehatan tulangnya. Untuk menambah selera anak, kini hadir beberapa produk susu yang diperkaya dengan berbagai varian rasa, seperti coklat, vanilla, dan madu. 

Ayah dan Ibu jangan salah pilih dalam menentukan produk susu terbaik untuk buah hati. Pilihlah Susu Frisian Flag yang turut mendukung anak untuk bisa tumbuh tinggi dengan rutin mengkonsumsi susu Frisian flag 123 yang kaya akan kandungan kalsium untuk pertumbuhan tulang buah hati Anda.

Bagi Ibu yang masih ingin berkonsultasi seputar kesehatan anak, Ibu bisa menggunakan fitur Tanya Pakar, lho. Fitur ini adalah tempat di mana Ibu bisa bertanya langsung oleh pakar-nya mengenai si Kecil. Namun jangan lupa untuk registrasi terlebih dahulu ya, Bu.