Bu, apakah anak Ibu mudah bosan saat belajar? Anak-anak memang memiliki pola pikir yang unik, Bu. Untuk mempelajari sesuatu, mereka memiliki cara sendiri yang berbeda dari orang dewasa. Jika Ibu menerapkan pola belajar yang tidak menyenangkan, maka mereka akan cepat bosan. 

Oleh karena itu, saat memasuki usia Taman Kanak-kanak (TK) anak harus diajari dengan cara khusus. Tidak hanya gurunya, Ibu sebagai orang tua yang mengajari anak di rumah pun juga harus tahu bagaimana cara mengajari pelajaran anak TK yang menyenangkan. Langsung saja simak informasi selengkapnya di bawah ini, Bu:

  1. Gunakan Kata-kata Sederhana

    Di usianya ini anak masih belum memahami semua kata. Untuk itu, dalam berkomunikasi dengan mereka haruslah memakai kata-kata yang sederhana agar ia lebih mudah memahami maksud yang Ibu ingin sampaikan. Berikan arahan, perintah, atau kalimat dengan kata-kata yang mudah dipahami anak secara perlahan.

    Jangan berbicara terlalu cepat, karena bisa membuatnya bingung. Bila penyampaiannya tepat, maka cara ini dapat menambah kosakata yang ia miliki dan berdampak dalam mengembangkan kemampuan komunikasi anak.

  2. Membebaskan Waktu Bermainnya

    Masa kanak-kanak adalah masa bermain. Meski sudah masuk usia sekolah, tapi Ibu tetap harus memberikannya waktu untuk bermain lebih banyak. Setelah ia selesai mempelajari pelajaran anak TK, berikan ia waktu bebas untuk bermain hal yang ia sukai.

    Artikel Sejenis

    Bermain bagi anak dapat bermanfaat dalam meningkatkan kreativitas, mengekspresikan minat dan bakat, dan melatih kemampuannya. Di sini Ibu bisa mengenali minat dan bakat buah hati. Jika ia lebih tertarik untuk melakukan satu jenis kegiatan, bisa jadi itu merupakan bakat terpendam yang ia miliki. Ibu pun hanya perlu membimbing dan mengarahkan anak supaya bakatnya lebih terasah dan membawa anak meraih kesuksesan.

  3. Gunakan Kata-kata Sederhana

    Di usianya ini anak masih belum memahami semua kata. Untuk itu, dalam berkomunikasi dengan mereka haruslah memakai kata-kata yang sederhana agar ia lebih mudah memahami maksud yang Ibu ingin sampaikan. Berikan arahan, perintah, atau kalimat dengan kata-kata yang mudah dipahami anak secara perlahan.

    Jangan berbicara terlalu cepat, karena bisa membuatnya bingung. Bila penyampaiannya tepat, maka cara ini dapat menambah kosakata yang ia miliki dan berdampak dalam mengembangkan kemampuan komunikasi anak.

  4. Membebaskan Waktu Bermainnya

    Masa kanak-kanak adalah masa bermain. Meski sudah masuk usia sekolah, tapi Ibu tetap harus memberikannya waktu untuk bermain lebih banyak. Setelah ia selesai mempelajari pelajaran anak TK, berikan ia waktu bebas untuk bermain hal yang ia sukai.

    Bermain bagi anak dapat bermanfaat dalam meningkatkan kreativitas, mengekspresikan minat dan bakat, dan melatih kemampuannya. Di sini Ibu bisa mengenali minat dan bakat buah hati. Jika ia lebih tertarik untuk melakukan satu jenis kegiatan, bisa jadi itu merupakan bakat terpendam yang ia miliki. Ibu pun hanya perlu membimbing dan mengarahkan anak supaya bakatnya lebih terasah dan membawa anak meraih kesuksesan.

  5. Sambil Bernyanyi

    CARA MENGAJAR ANAK TK SAMBIL BERNYANYI

    Anak-anak sangat suka mendengar musik dan bernyanyi. Ibu bisa memanfaatkannya untuk menyampaikan pelajaran anak TK. Dengan bernyanyi, suasana belajar jadi lebih menyenangkan dan anak pun lebih mudah dalam menyerap ilmu yang Ibu berikan. Gunakan lagu yang sudah dihapal oleh anak untuk mengajari ia berbagai hal, seperti nama hewan, nama hari, nama bulan, angka, abjad, dan lain sebagainya.

  6. Belajar dengan Cara Seru

    Proses belajar bagi anak TK masih sangat baru, Bu, sehingga tidak boleh terlalu serius. Pelajaran anak TK pun masih bersifat dasar dan harus diberikan dengan cara yang seru agar si anak tertarik. Untuk anak di usia ini, hal-hal yang dipelajari antara lain berupa mengenal nama, menggambar, menulis, mewarnai, melipat kertas, dan sejenisnya.

    Ajarkan dengan perlahan, sabar, dan berikan contoh terlebih dulu untuk menarik perhatiannya. Jika ia sudah tertarik, maka ia pasti ingin melakukannya juga. Selain itu, gunakan aneka warna dan bentuk sebagai media belajar anak, karena anak menyukainya.

    Baca juga: Bermain Sambil Belajar, 10 Mainan Edukasi Anak Usia 4-6 Tahun

  7. Belajar di Luar Ruangan

    Siapa bilang belajar hanya bisa di dalam ruangan saja? Belajar juga bisa dilakukan di luar ruangan lho, Bu. Apalagi anak-anak, mereka sangat suka berada di tempat terbuka. Pelajaran anak TK yang disampaikan di luar ruangan bisa memberikan suasana baru agar anak tidak cepat bosan, karena terkadang berada di ruangan tertutup bisa menjadi sangat membosankan.

    Pindahkan kelas ke sebuah taman yang rindang dan ramah anak untuk mengenalkan anak secara langsung kepada lingkungan sekitarnya. Bisa juga dengan mengunjungi kebun binatang, museum, atau wisata edukasi yang kini mulai banyak tersedia. Dengan begitu anak-anak bisa melihat langsung hewan, tanaman, benda, dan lainnya. Belajar sambil melihat langsung tentunya lebih menarik, bukan? Anak pun juga lebih gembira dan mudah dalam menghapalnya.

  8. Buat Permainan

    CARA MENGAJAR ANAK TK BUAT PERMAINAN

    Pelajaran anak TK bisa disampaikan sambil bermain permainan yang edukatif. Metode ini akan membuat proses belajar jadi lebih seru dan tidak membosankan. Misalnya saja saat memperkenalkan aneka hewan, Ibu bisa bermain tebak suara hewan. Minta ia untuk menebak suara hewan apa yang Ibu keluarkan. Pasti anak akan merasa senang dan dapat lebih mudah menyerap ilmu yang Ibu sampaikan.

  9. Melatih Kepercayaan Diri Anak

    Anak yang pemalu bisa disiasati dengan dilatih kepercayaan dirinya sejak dini. Salah satu cara mudah untuk melatih kepercayaan diri anak dengan mengajaknya ikut membantu pekerjaan rumah, seperti menyapu, menyirami tanaman, atau membereskan barang. Percaya atau tidak, cara ini sangat efektif untuk meningkatkan rasa percaya diri anak untuk melakukan sesuatu, Bu.

    Sangatlah wajar bila ia masih belum bisa melakukannya dengan baik. Namun kesempatan yang Ibu berikan kepadanya untuk berani bertindak inilah yang dapat mempengaruhi tingkat percaya dirinya saat ia tumbuh besar nanti.

    Baca Juga: 5 Tips Mengatasi Si Kecil yang Suka Menghisap Tangan

  10. Beri Hadiah

    Setiap anak pasti suka diberi hadiah, sekecil apapun itu. Berikan hadiah setiap ia berhasil menyelesaikan kegiatan belajarnya dengan baik. Hadiah tidak harus berupa benda ya, Bu, tapi bisa berupa stiker atau poin yang dikumpulkan dalam sebuah tabel. Jika sudah penuh, Ibu bisa menjanjikannya untuk bermain di taman bermain, mengunjungi kebun binatang, ke pantai, atau bermain air di waterboom.

  11. Berikan si Kecil Mainan Edukasi

    Mengajarkan anak usia TK memang bukanlah hal yang sangat mudah. Ibu harus bisa mengajarkan si Kecil dengan cara yang menyenangkan. Mulai dari belajar membaca hingga menulis dibuat menjadi lebih menarik dengan menggunakan mainan edukasi bisa menjadi pilihan. 

    Misalnya saja dengan memberikan si Kecil mainan magnet huruf dan angka, kartu memori, dan puzzle. Ibu juga memberikannya lego yang dapat membantu dalam melatih motoriknya dan mengembangkan imajinasi si Kecil. Penelitian menunjukkan bahwa lego dapat membantu anak dalam meningkatkan kemampuan bahasa, kemampuan berpikir kreatif, dan kemampuan penalaran spasial.

  12. Ajarkan Anak Disiplin

    Selain beberapa hal di atas, Ibu juga bisa mulai mengajari anak untuk disiplin. Sikap ini sangat penting ya, bu. Karena si Kecil sudah mulai sekolah, ia perlu belajar untuk bisa bersikap disiplin dan hal ini tidak hanya diajarkan di sekolah tapi juga di rumah. 

    Berikan si Kecil contoh yang baik, ajarkan dengan cara bicara yang lembut, jika si Kecil melanggar peraturan yang diberikan cobalah untuk menghukumnya dengan cara yang ringan, menyenangkan, dan mudah dimengerti. Selain itu, pastikan Ibu tidak mengajarkannya terlalu keras. 

Pastikan Ibu mengajari pelajaran anak TK di atas, ya. Perlu Ibu ingat bahwa di usia ini anak masih dalam tahap berkembang, sehingga cara belajar anak usia dini juga perlu bertahap dan terus-menerus. Tentunya setiap anak memiliki daya tangkap yang berbeda. Jadi jika buah hati tidak sepintar anak lainnya, jangan pernah untuk membandingkannya, karena dapat membuatnya tidak percaya diri. Ibu hanya perlu mengajarinya secara rutin, dan percayalah perlahan ia pasti bisa menyusul teman-temannya.

Untuk mendukung anak belajar dan dapat dengan mudah menyerap ilmu yang ia dapatkan, Ibu perlu memastikan ia mendapatkan cukup nutrisi yang dapat membantu perkembangan otaknya. Ibu membutuhkan susu dengan kandungan DHA 4x lebih tnggi dan 9AAE seperti susu pertumbuhan Frisian Flag PRIMAGRO 3+ ya, Bu. 

Susu ini mengandung DHA 4x lebih tinggi, dan 7 nutrisi lain untuk perkembangan otak seperti omega 3 (ALA), omega 6 (LA), minyak ikan, kolin, sphingomyelin, asam sialat, dan tirosin tertinggi.

Frisian Flag PRIMAGRO 3+ didukung oleh nutrisi prima untuk meningkatkan daya tahan tubuh si Kecil, seperti zat besi, vitamin D3, zinc, magnesium, dan vitamin C yang dikombinasikan dengan kehebatan 9 AAE yang lengkap agar lebih mudah dicerna oleh tubuh.

Pantau terus tumbuh kembang si Kecil dengan menggunakan Rapor Tumbuh Kembang Prima yang ada pada Akademi Keluarga Prima. Dengan begitu, Ibu bisa memastikan si Kecil tumbuh dengan optimal di masa pertumbuhannya. Yuk, coba sekarang di halaman sini!