Whatsapp Share Like Simpan

Kacang-kacangan dikenal sebagai salah satu bahan makanan yang bergizi tinggi. Di samping sebagai sumber protein, kacang masih menyimpan banyak nutrisi lainnya yang sangat penting bagi bayi. Atas dasar tersebut, banyak ahli yang menyarankan para Ibu untuk memberikan bayinya yang sudah berusia 6 bulan ke atas MPASI dengan bahan kacang. Jenisnya pun sangat bervariasi, sehingga akan memberikan Ibu banyak pilihan bahan MPASI setiap hari. Yuk, kita intip kacang apa saja yang baik untuk diberikan pada bayi:

Kacang Hijau

Salah satu Jenis kacang-kacangan yang tergolong aman untuk dijadikan MPASI bayi adalah kacang hijau. Kacang ini juga sudah sering dijadikan makanan untuk bayi dan anak-anak dengan berbagai macam olahan, seperti bubur, es lilin, puree, atau puding.

Di dalam kacang hijau sudah tersimpan banyak nutrisi, mulai dari protein, karbohidrat, vitamin A, B6, C, E, K, fosfor, zat besi, riboflavin, sodium, dan kalsium. Dari semua nutrisi tersebut, bayi akan mendapatkan manfaat, seperti mengoptimalkan perkembangan otak, mempertajam daya ingat, meningkatkan imun tubuh, dan melawan bakteri.

Kacang Tanah

Banyak Ibu yang mungkin ragu memberikan kacang tanah karena takut bayinya mengalami reaksi alergi. Menurut sebuah studi yang ada di American Academy of Pediatrics, memperkenalkan kacang pada bayi sedini mungkin justru dapat mengurangi risiko terhadap alergi kacang hingga sebanyak 80%. Ibu juga tidak akan pernah tahu apakah bayi memiliki alergi atau tidak jika tidak mencoba memperkenalkannya.

Untuk permulaan, boleh dengan makanan yang berbahan kacang, seperti selai kacang tanah. Kacang ini mengandung cukup banyak gizi yang sangat baik bagi tumbuh kembang bayi, Bu. Diantaranya ada protein, lemak tak jenuh tunggal, vitamin E, mangan, magnesium, asam folat, biotin, serat, dan antioksidan.

Artikel Sejenis

Kacang Merah

Kacang merah juga tergolong sebagai salah satu kacang-kacangan yang mudah dikonsumsi. Selain rasanya yang enak, kacang ini juga kaya kandungan nutrisi. Diantaranya ada protein, karbohidrat, vitamin B, C, folat, magnesium, zat besi, zinc, fosfor, kalsium, kalium, dan serat. Berkat adanya kandungan tersebut, maka kacang merah akan memberikan serangkaian manfaat berupa menjaga kesehatan tulang, mencukupi kebutuhan sel darah merah, mencegah anemia, sistem imun tubuh yang kuat, perkembangan fungsi otak, dan memperlancar proses pencernaan.

Kacang Kedelai

Jenis kacang-kacangan lainnya yang bisa Ibu berikan pada bayi adalah kedelai. Dari kacang ini terkandung beberapa nutrisi, seperti protein, karbohidrat, lemak, vitamin C, folat, serat, fosfor, tiamin, zat besi, kalium, magnesium, dan kalsium.

Kedelai bisa diberikan dengan cara direbus lalu dicampurkan di dalam MPASI atau jika ingin yang lebih praktis, pilih saja tahu atau tempe. Keduanya berbahan dasar kedelai sehingga mengandung nutrisi yang sama.

Edamame

Jenis kacang kedelai Jepang ini juga tak kalah bergizi dan baik untuk dikonsumsi oleh bayi. Dari edamame, bayi akan mendapatkan nutrisi yang terdiri dari protein, vitamin C, K, kalsium, magnesium, asam folat, mangan, fosfor, zat besi, riboflavin, dan kalium.

Campurkan edamame yang sudah direbus dan dihaluskan ke dalam MPASI bayi. Dengan mengonsumsi edamame, manfaat yang akan didapat antara lain tulang kuat, jantung sehat, pertumbuhan optimal, dan daya tahan tubuh kuat.

Kacang Polong

Kacang yang satu ini menjadi salah satu favorit para Ibu untuk dijadikan MPASI bayi. Teksturnya yang empuk akan memudahkan bayi untuk mengonsumsinya. Namun yang terpenting adalah gizi yang terdapat di dalam kacang polong, yaitu protein, karbohidrat, vitamin A, B (folat dan tiamin), C, K, kalsium, kalium, zinc, fosfor, dan mangan. Memberikan polong ke dalam MPASI akan menyumbangkan serangkaian manfaat, seperti menjaga kesehatan pencernaan, sumber energi tubuh, memperkuat tulang, membangun antibodi, dan mengoptimalkan perkembangan otak.

Almond

Terakhir, ada almond. Almond atau yang disebut dengan kacang badam juga menjadi jenis kacang-kacangan yang direkomendasikan untuk MPASI bayi. Almond menyimpan kandungan L-carnitine dan riboflavin yang berfungsi memperbaiki aktivitas otak sehingga akan mencegah bayi terserang penyakit Alzheimer saat dewasa kelak. Selain itu, almond juga mengandung protein, karbohidrat, lemak sehat, vitamin E, serat, mangan, selenium, kalsium, fosfor, magnesium, zat besi, zinc, tembaga, dan kalium.

Untuk mempermudah bayi mengonsumsi almond, Ibu bisa memberikannya dalam bentuk susu. Susu almond kini sedang sangat populer sebagai minuman yang menyehatkan dan juga bisa dikonsumsi oleh bayi yang alergi susu sapi.

Tips Memberikan Kacang-kacangan untuk MPASI

Dikarenakan kacang kerap menimbulkan alergi, maka Ibu harus berhati-hati saat memberikannya pada bayi, khususnya jika terdapat riwayat alergi dari keluarga. Selain itu, bayi juga belum bisa mengunyah makanan dengan baik, sehingga kacang-kacangan berisiko menyebabkan bayi tersedak. Oleh karena itu, Ibu perlu memperhatikan beberapa tips saat memberikan bahan kacang sebagai MPASI berikut ini:

  • Kacang sebaiknya tidak diberikan dalam bentuk yang lembut karena akan membuat teksturnya menjadi lengket dan susah untuk dikunyah oleh bayi. Akibatnya, bayi mungkin tersedak olehnya.
  • Berikan kacang dalam bentuk yang sudah dihaluskan pada bayi berusia 6-8 bulan. Pada bayi usia 9 bulan, naikkan teksturnya menjadi lebih kasar untuk melatih mulut bayi dalam mengunyah makanan. Cara ini penting untuk dilakukan guna menurunkan risiko bayi tersedak.
  • Bagi bayi yang memiliki riwayat alergi apapun di dalam keluarga, sebaiknya berkonsultasi dulu pada dokter sebelum memberikan kacang-kacangan pada MPASI-nya.
  • Apabila muncul reaksi alergi, seperti ruam, gatal-gatal, bengkak, atau susah bernapas, setelah bayi mengonsumsi kacang, maka hentikan dulu pemberiannya.

 

Beberapa kacang cenderung memiliki tekstur yang keras, sehingga Ibu perlu mengolahnya dengan baik sampai teksturnya menjadi empuk dan mudah dikonsumsi oleh bayi. Untuk MPASI, Ibu bisa mencampurkan kacang-kacangan dengan berbagai bahan makanan lainnya untuk membantu mencukupi kebutuhan nutrisi bayi.

Bagi Ibu yang masih memiliki pertanyaan dan ingin berkonsultasi seputar bayi, bisa berkunjung ke laman Tanya Pakar. Di sana ada para ahli yang akan membantu Ibu. Namun untuk bisa menggunakan fitur tersebut, pastikan Ibu sudah registrasi terlebih dahulu, ya.


Sumber:

Orami.co.id

Sehatq

Klikdokter