Whatsapp Share Like Simpan

Saat buah hati sudah harus disapih, Ibu pasti mencari cara menyapih anak yang penuh cinta kasih. Sebenarnya, terdapat beragam cara menyapih anak yang sudah ada sejak dulu, seperti mengolesi puting dengan jamu pahit, cabai, dan lainnya. Akan tetapi, cara-cara tersebut tidak sepenuhnya dapat diterima oleh Ibu karena merasa tak tega melakukannya. 

Itulah sebabnya, saat ini banyak Ibu yang lebih memilih cara menyapih anak dengan metode cinta (weaning with love) yang dilakukan secara bertahap agar Ibu dan si Kecil merasa nyaman dan bisa menikmati setiap proses yang dilalui. 

Pasalnya, menyapih merupakan momen yang cukup emosional. Menyapih bukan sekadar mengubah cara si Kecil mendapatkan nutrisi, tetapi karena kebanyakan bayi mendapat ketenangan dengan menyusu ASI secara langsung dari payudara Ibu. Oleh karena itu, Ibu membutuhkan kesiapan untuk melakukan cara menyapih anak yang nyaman.

Meskipun menyapih artinya melepaskan si Kecil dari kebiasaan menyusu ASI secara langsung, bukan berarti kedekatan ikatan batin antara Ibu dan si Kecil pun berakhir. Ibu dapat mencari cara lain untuk meningkatkan ikatan tersebut, seperti berpelukan, bermain, dan membaca buku bersama. 

Lantas, kapan waktu yang tepat untuk menyapih anak? Apa saja tips cara menyapih anak yang penuh cinta kasih? Simak penjelasannya di bawah ini yuk!

Artikel Sejenis

Kapan Waktu Menyapih Anak yang Tepat

Sebenarnya tergantung pilihan dan kesiapan masing-masing Ibu dalam menentukan kapan waktu yang tepat untuk menyapih anak. Sebelum mulai menyapih, mungkin Ibu bisa menjalani proses menyusu sesuai anjuran Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). 

Menurut WHO dan IDAI, optimalnya masa menyusui ASI eksklusif adalah 6 bulan. Setelah itu, Ibu masih boleh memberikan ASI kepada si Kecil hingga berusia 2 tahun. 

Sebagian ahli juga menyebut bahwa Ibu sudah bisa melakukan cara menyapih anak jika si Kecil menunjukkan tanda-tanda di bawah ini:

  • Si Kecil sudah dapat duduk dengan kepala tegak dalam waktu lama.
  • Sudah bisa membuka mulut dan tertarik ketika ia melihat orang lain makan.
  • Koordinasi mata, mulut, dan tangannya mulai bekerja dengan baik, sehingga dapat mengambil dan memasukkannya ke dalam mulut.
  • Berat badan si Kecil sudah mencapai dua kali lipat dari berat lahir.

Pada anak usia 1 tahun, biasanya ia sudah mulai bisa minum dari gelas dan mulai mencari cara selain menyusu untuk mendapatkan kenyamanan. Nah, Ibu bisa memanfaatkan momen tersebut untuk mulai mencari cara menyapih anak dengan nyaman. 

Meskipun ini belum masuk ke dalam proses menyapih, tetapi Ibu bisa mengganti ASI secara perlahan dengan memberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang kaya vitamin C, zat besi, dan kalsium, seperti keju, bubur sayur, sereal, dan lainnya. Ibu bisa lakukan hal tersebut secara perlahan sebelum masuk ke proses menyapih yang sebenarnya. 

Akan tetapi, pada beberapa kondisi, proses menyapih harus Ibu tunda terlebih dahulu. Berikut adalah beberapa kondisi tersebut:

  • Si Kecil berisiko mengalami alergi jika mengonsumsi makanan atau minuman selain ASI.
  • Ibu atau si Kecil sedang sakit
  • Si Kecil sedang tumbuh gigi. Kondisi ini bisa membuat proses menyapih jadi lebih rumit
  • Jika sedang terjadi perubahan besar. Misalnya, ketika Ibu dan keluarga pindah rumah atau bepergian dalam jangka panjang, karena dapat membuat Si Kecil mengalami stres

Bagaimana Cara Menyapih Anak dengan Cinta?

Mungkin sebagian Ibu akan merasa galau ketika baru mulai melakukan cara menyapih anak. Namun, bagaimana pun perasaannya, Ibu tetap harus siap untuk melewati proses ini. Sebab, menyapih anak juga sebenarnya banyak manfaat yang baik lho. Nah, berikut ini beberapa cara menyapih anak yang bisa Ibu lakukan dengan penuh cinta kasih:

  1. Mulai secara perlahan dan bertahap

    Sebaiknya Ibu melakukan cara menyapih anak secara perlahan dan bertahap. Hal ini tak hanya bermanfaat untuk si Kecil, tetapi juga untuk Ibu. Sebab, mengurangi frekuensi menyusui ASI secara perlahan akan membuat produksi ASI menurun secara bertahap. Nah, pengurangan secara perlahan ini penting untuk menghindari risiko payudara bengkak dan nyeri. 

  2. Usahakan menyapih di siang hari

    Cara menyapih anak dengan penuh kasih sayang bisa Ibu mulai secara bertahap dengan berhenti menyusuinya di siang hari. Solusinya, Ibu dapat mengganti waktu tersebut dengan memberikan si Kecil makanan padat. Di malam hari, Ibu tetap boleh memberikan ASI. 

  3. Ganti pemberian ASI dengan susu di gelas

    Di awal proses menyapih, Ibu tetap bisa memberikan ASI secara langsung. Kemudian, di minggu berikutnya tambahkan waktu saat Ibu memberikan susu menggunakan gelas sebagai salah satu cara menyapih anak dengan perlahan. Selain itu, Ibu juga bisa kurangi pemberian ASI secara langsung. 

    Bagi si Kecil yang berusia 1 tahun ke atas, sudah dapat diberikan susu pertumbuhan sebagai pengganti ASI. Salah satu susu yang bisa Ibu pilih yaitu susu Frisian Flag PRIMAGRO AAE 1+ yang mengandung 9 Asam Amino Esensial (9AAE) secara lengkap yang dapat mendukung tumbuh kembang optimal anak usia 1-3 tahun. 

    Susu Frisian Flag PRIMAGRO AAE 1+ juga diperkaya dengan 9 nutrisi penting lainnya, seperti minyak ikan, omega 3, omega 6, zat besi, zinc, protein, kalsium, magnesium, vitamin D3, serta vitamin dan mineral lain untuk mendukung potensi si Kecil tumbuh pintar, kuat, dan tinggi.

  4. Kurangi kebiasaan menyusui sebelum tidur

    Selanjutnya, lakukan cara menyapih anak secara bertahap dengan mengurangi kebiasaan menyusui sebelum tidur yuk, Bu. Ibu bisa menciptakan kebiasaan lain yang menyenangkan sebelum tidur, seperti membaca buku atau mendengarkan musik. Buatlah si Kecil merasa nyaman dengan tetap memeluk atau membelainya. 

    Baca juga: 4 Cara Menaikkan Berat Badan Anak dengan Lebih Sehat

  5. Ganti aktivitas menyusu dengan kegiatan yang menyenangkan

    Saat Ibu baru melakukan cara menyapih anak, pasti banyak tantangan yang dihadapi. Biasanya si Kecil akan tetap berusaha untuk meminta ASI secara langsung. Untuk mengalihkannya, Ibu bisa mengganti kebiasaan menyusui dengan kegiatan lain yang lebih seru. Sebagai contoh, Ibu bisa mengajak si Kecil mewarnai, membaca buku, atau bermain dengan mainan kesukaannya. 

  6. Tetap sabar dan nikmati prosesnya 

    Bu, percayalah bahwa setiap anak memiliki insting yang luar biasa pada Ibu, lambat laun ia akan tahu saat Ibu sedang melakukan cara menyapih anak. Biasanya sebelum si Kecil benar-benar bisa disapih, ia akan lebih rewel, lebih menuntut banyak perhatian, dan selalu minta untuk disusui terus. 

    Hal tersebut pasti akan menguras tenaga dan emosi Ibu, tetapi Ibu harus tetap berusaha sabar saat menjalani cara menyapih anak ini ya. Dengan begitu, si Kecil pun secara perlahan akan merasa nyaman dan berhasil disapih. 

Selain itu, Ibu juga bisa minta melibatkan Ayah untuk melakukan cara menyapih anak dengan penuh cinta. Pasalnya, ketika awal menyusui, Ayah berperan penting sebagai pendukung nomor satu yang menyemangati Ibu.

Sama halnya ketika Ibu mulai melakukan cara menyapih anak, Ayah juga mengambil andil dalam proses ini. Kehadiran Ayah tak hanya diperlukan oleh Ibu, tetapi oleh si Kecil juga. Saat Ibu sedang lelah, Ayah bisa mengajak si Kecil untuk melakukan aktivitas lain sehingga ia lupa dengan kebiasaannya menyusu. 

Bahkan, saat Ibu kehabisan cara untuk mengatasi si Kecil yang mengamuk karena ingin menyusu, di sinilah peran Ayah dibutuhkan untuk menghibur dan mengalihkan perhatian si Kecil agar tidak rewel. 

Masa menyusui dan menyapih merupakan tanggung jawab bersama antara Ibu dan Ayah untuk saling bekerja sama. Pastikan lakukan yang terbaik demi kenyamanan Ibu dan si Kecil. Semoga cara menyapih anak bisa berjalan dengan lancar ya, Bu. Semangat! 

Ditinjau oleh: Yeni Novianti, S.Gz