Share Like
Simpan

Melihat perkembangan balita kesayangan yang sangat pesat, tentu membuat Ibu bangga, ya. Bagaimana tidak, kini ia semakin aktif untuk mengenal hal baru karena rasa ingin tahu yang tinggi. Sama seperti si Kecil, Bu, sekarang ia gemar memerhatikan dan meniru kebiasaan yang sering saya lakukan, yaitu melakukan olahraga ringan setiap pagi. Melihat hal ini, saya pun terpikir untuk mengajarkan ia kebiasaan lain yang juga baik untuk masa depannya, yaitu menabung.

Awalnya, saya sempat ragu untuk mengajarkan hal tersebut pada si Kecil yang masih balita. Namun setelah membaca artikel di internet, menabung ternyata bisa diajarkan sedini mungkin lho, Bu, yaitu sejak si Kecil berusia tiga tahun. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menanamkan kebiasaan menabung pada si Kecil.

  1. Mengenalkan Konsep Uang

Sebelum mengajarkan si Kecil menabung, Ibu tentu harus mengenalkannya terlebih dahulu pada konsep uang. Pasalnya, ia belum tentu mengetahui fungsi dan dari mana uang berasal. Hal ini saya sadari ketika si Kecil pernah berkata “Bu, minta uang di bank yuk, biar aku bisa beli mainan yang banyak!” Mendengar hal tersebut, saya pun menjelaskan padanya jika uang tidak bisa diambil begitu saja di bank, melainkan didapatkan setelah bekerja dengan rajin. Selain itu, saya juga memberitahu si Kecil jika uang memiliki nilai yang berbeda-beda, tergantung dari angka yang tertulis di permukaannya. Kegiatan ini memberikan manfaat ganda bagi perkembangan balita, karena selain dapat memahami konsep uang, ia juga bisa belajar mengenal angka. 

  1. Buat si Kecil “Bekerja” untuk Mendapatkan Uang

Jika si Kecil sudah memahami konsep uang, ajarkan ia bagaimana cara mendapatkannya, yuk! Pertumbuhan balita yang semakin pesat, memungkinkan ia untuk melaksanakan instruksi sederhana. Oleh karena itu, Ibu bisa memintanya untuk melakukan aktivitas ringan, seperti membereskan mainan atau meletakkan sepatu pada tempatnya, dengan imbalan berupa uang saku. Jumlahnya pun tidak perlu terlalu besar, yaitu cukup lima ratus atau seribu Rupiah. Kegiatan ini diharapkan bisa mengajarkan si Kecil untuk lebih menghargai uang, karena ia sudah merasakan bagaimana usaha dan perjuangan guna mendapatkannya.

  1. Menabung Menggunakan Celengan

Si Kecil yang kini sudah memiliki uang saku, bisa mulai Ibu ajarkan untuk menabung menggunakan celengan. Sebaiknya, pilih celengan dengan bentuk dan warna yang menarik ya, Bu, supaya ia lebih tertarik untuk memasukkan uang ke dalamnya. Saya sendiri menggunakan celengan dengan bentuk kucing berwarna merah muda, sesuai dengan hewan dan warna favorit si Kecil. Kemudian, ajak si Kecil untuk menggambar barang yang ia inginkan, dan menempelkannya pada celengan. Cara ini bisa jadi trik tambahan guna membuatnya semakin termotivasi untuk menabung. Selain itu, aktivitas ini juga bisa melatih perkembangan motorik balita saat memasukkan uang ke dalam celengan dan menggambar barang yang diinginkannya.

  1. Membuat Tujuan Menabung

Minta si Kecil untuk memilih satu barang yang ia inginkan. Kemudian, Ibu bisa menghitung berapa lama ia harus menabung untuk bisa mendapatkannya. Selanjutnya, buat bagan berisi kotak-kotak yang mewakili nama-nama hari dalam seminggu. Setiap si Kecil mendapatkan uang saku harian, minta ia memasukkannya ke dalam celengan, dan menempelkan kertas warna di kotak yang tersedia. Kegiatan ini bisa mengajarkan si Kecil bahwa semakin rajin menabung, maka ia akan semakin dekat untuk mendapatkan barang yang diinginkannya.

  1. Memberikan Contoh

Salah satu cara yang paling efektif untuk mengajarkan sesuatu pada si Kecil adalah dengan memberikan contoh. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk mempunyai celengan sendiri dan rutin mengisinya setiap hari, tentunya dengan sepengetahuan si Kecil. Perkembangan balita seusianya yang kini belajar dengan meniru perilaku orang di sekitar, dapat membuat ia tergerak untuk mengikuti kebiasaan yang saya lakukan tersebut.

Bagaimana, Bu? Mengajarkan si Kecil untuk menabung sejak dini, ternyata tidak sesulit yang dibayangkan, bukan? Semoga informasi di atas bisa berguna, ya!