Share Like
Simpan

Bu, memasuki usia 2 tahun biasanya batita sudah mulai bisa berbicara dengan kosakata yang masih terbatas. Dulu, saya selalu memilih buku cerita bergambar untuk dibacakan pada si Kecil secara rutin setiap harinya. Setelah satu minggu, saya coba menguji daya tangkapnya dengan pertanyaan terkait buku cerita tersebut dengan bertanya, "Si tokoh kucing sembunyi di mana, ya?" Meski ia belum bisa menjelaskan secara sempurna karena keterbatasan bahasanya, namun si Kecil punya cara sendiri untuk bercerita kepada saya. Pokoknya menggemaskan sekali, deh!

Tiga tahun pertama adalah masa yang tepat untuk belajar. Salah satu momen pembelajaran penting yang saya ajarkan pada si Kecil kala itu adalah kemampuannya untuk berbicara dengan lebih fasih. Umumnya, pada usia ini si Kecil sudah bisa berbicara dengan dua sampai tiga kata yang membentuk sebuah kalimat lho, Bu.

Nah, supaya si Kecil lebih banyak menguasai kosakata untuk berinteraksi dengan orang lain, sebaiknya baca dulu tips dari saya berikut ini: 

Rutin membacakan dongeng

Sering-seringlah membacakan dongeng edukatif pada si Kecil. Membacakan dongeng pun tidak harus dilakukan sebelum tidur, namun juga bisa dilakukan saat santai sore. Mendongeng untuk si Kecil dapat memerkaya kosakatanya sejak dini. Melalui dongeng, ia mendengarkan beranekaragam kosakata yang belum pernah ia dengar sebelumnya. Repetisi adalah cara si Kecil belajar. Oleh sebab itu, lakukan hal ini secara berulang kali.

Sering mengajaknya berbicara

Walau kosakata yang dikuasai masih sedikit, namun si Kecil selalu berusaha untuk menyampaikan apa yang ia inginkan. Maka dari itu, ajak si Kecil berkomunikasi secara terus-menerus agar ia terdorong untuk berbicara. Misalnya dengan menanyakan padanya mau makan apa hari ini dan sebagainya. Jika sering diajak bicara, maka kosakata yang digunakan oleh si Kecil pun akan semakin bertambah.

Beri informasi tentang objek di sekelilingnya

Gunakan setiap kesempatan untuk berinteraksi dengannya, misalnya saat makan siang. Sebagai contoh, Ibu bisa memberikan si Kecil informasi tentang menu makanan siangnya hari itu, “Sayang, ini wortel. Enak, lho!Mendengar penjelasan sederhana Ibu, ia pasti akan mengingat bahwa wortel rasanya enak, serta berusaha menirukan cara Ibu berbicara.

Ajak bermain tebak suara

“Meong… Meong, suara apa itu?” Nah, permainan ini memiliki banyak manfaat untuk mengasah kemampuan si Kecil untuk berbicara. Selain itu, permainan seperti ini juga melatih kecerdasan otaknya supaya bisa mengenali berbagai jenis objek yang berbeda-beda. Ibu juga bisa bertanya balik pada si Kecil misalnya, “Suara kucing seperti apa, sayang?” Kemudian ia akan merespon dengan menirukan suara sepeda motor dengan cara sendiri. 

Itulah empat tips untuk memperbanyak koleksi kosakata yang dimiliki si Kecil. Setelah beberapa minggu, uji kemampuannya dengan bertanya kembali misalnya, “Brrmm! Brrmm! Suara apa itu, sayang?” Lakukan beberapa hal tersebut secara berulang kali agar keinginannya untuk belajar dan bergerak terus bertambah.

Di usia 1-3 tahun, si Kecil memang sedang aktif-aktifnya menggunakan imajinasinya untuk menjelajah kata-kata dan bahasa. Oleh karenanya, selain menggunakan tips di atas, tetaplah rutin memberikan asupan nutrisi yang sesuai untuk mendukung tahap tumbuh kembangnya itu ya, Bu. Salah satunya dengan memenuhi kebutuhan AA, DHA, dan Isomaltulosa yang mendukung pertumbuhan otaknya. Untuk itu, sejak dulu saya selalu percaya pada Frisian Flag Jelajah Suprima yang diperkaya dengan kombinasi tinggi Protein, AA, DHA, Isomaltulosa, serta vitamin dan mineral lainnya. Kombinasi asupan nutrisi seimbang tersebut dapat mendukung kinerja otak si Kecil saat asyik menjelajah hal-hal baru di sekitarnya saat ini.

Nah, semoga tips yang saya bagikan ini bisa membantu Ibu dalam memperkaya kosakata si Kecil di usianya saat ini, ya. Yuk, rayakan juga momen tumbuh kembangnya yang istimewa ini dengan mengabadikan aktivitas si Kecil lewat foto dan video. Ini tentu bisa menjadi kenang-kenangan yang indah saat ia sudah besar nanti. Selamat menemani si Kecil bermain!