Share Like
Simpan

Duh, si Kecil terkena gigitan serangga ya, Bu? Jika ia mengalami kondisi seperti ini, Ibu tak perlu langsung panik, ya. Di usia 4-6 tahun ini, bukan hal yang aneh apabila ia sedang senang-senangnya bermain di luar rumah. Selain baik untuk kesehatan balita, bermain di luar rumah juga dapat menghilangkan kejenuhan, melatihnya berinteraksi dengan teman sebaya, hingga membantu mengembangkan kreativitasnya sambil bereksplorasi. Namun setelah si Kecil selesai bermain di luar rumah dulu, tak jarang saya menjumpai bekas gigitan serangga di kulitnya. Saya sempat khawatir hal ini dapat mengganggu kesehatan pada balita, berhubung saya tidak tahu serangga jenis apa yang menggigitnya. Akhirnya, saya mencoba mencari artikel mengenai pertolongan pertama saat si Kecil tergigit serangga. Dari artikel yang saya baca, ada beberapa tips yang bisa Ibu lakukan untuk mengobatinya, yaitu:

  1. Berikan minyak kayu putih

Sebagai pertolongan pertama, Ibu bisa memberikan minyak kayu putih untuk meringankan gatal atau infeksi akibat gigitan serangga untuk si Kecil. Minyak kayu putih dapat membantu menjaga kesehatan balita karena memiliki sifat anti-inflamasi untuk mengurangi pembengkakan, antiseptik sebagai pencegah infeksi, membantu memulihkan luka, dan analgesik untuk mengurangi rasa sakit . Nah, sebelum mengoleskan minyak, sebaiknya bersihkan daerah yang tergigit dengan kapas atau tisu yang dibasahi dengan air bersih duu ya, Bu.

      2. Oleskan dengan pasta gigi

Ternyata, pasta gigi juga bisa digunakan sebagai pertolongan pertama saat si Kecil digigit serangga lho, Bu. Kandungan mint Oleskan tipis-tipis pada bagian kulit yang tergigit, dan minta si Kecil untuk tak menggaruknya agar tidak luka dan kesehatan balita usia 4-6 tahun Ibu tetap terjaga ya

     3. Kompres dengan es batu

Siapkan handuk atau sapu tangan dan satu buah es batu berukuran sedang. Kemudian, kompres bekas luka gigitan serangga tersebut dengan es selama 15 hingga 20 menit. Mengompres bekas gigitan dengan es dapat mengurangi rasa sakit dan mencegah pembengkakan. Selain itu, rasa dingin yang dihasilkan oleh es juga dapat meredakan rasa gatal yang dialami  si Kecil.

    4. Krim losion anti bakteri

Ibu bisa memberikannya krim losion anti bakteri . Namun, satu hal yang perlu Ibu ingat, agar bekas gigitan tersebut dapat cepat pulih, sebaiknya potong kuku si Kecil agar tak terjadi infeksi saat ia tidak sengaja menggaruknya

   5. Tutup dengan plester luka

Sebagai pencegahan, Ibu bisa menutup daerah kulitnya dengan plester luka. Tujuannya agar ia tidak menggaruk-garuk luka bekas gigitan serangga yang bisa berisiko infeksi.

Bagaimana, Bu? Pertolongan pertama saat si Kecil digigit serangga ternyata bisa berasal dari benda-benda yang Ibu punya di rumah, ya. Tak lupa, jika luka tak kunjung membaik, janganlah ragu untuk konsultasi dengan dokter ya, Bu. Selamat menjaga kesehatan balita!