Whatsapp Share Like Simpan

Di balik bentuknya yang kecil, manfaat tauge ternyata ada banyak untuk kesehatan balita. Berbagai vitamin serta zat gizi bermanfaat lainnya terkandung dalam setiap bulir tauge. Makanya banyak orang yang sering mengonsumsi bahan makanan ini demi mendapatkan manfaat baiknya.

Saya pernah membaca di sebuah situs kesehatan, secara medis, tauge terkenal baik untuk meningkatkan kesuburan dan mengencangkan kulit untuk orang dewasa. Lantas, apa manfaat tauge untuk kesehatan balita? Berikut ini jawaban yang saya temukan dari situs tersebut.

  1. Meningkatkan Pertumbuhan Sistem Saraf

    Salah satu manfaat tauge yang paling bermanfaat untuk kesehatan balita adalah Vitamin B Kompleks yang terkandung di dalamnya. Ternyata, kandungan Vitamin B dalam tauge mampu membantu membentuk saraf-saraf dalam otak si Kecil, sehingga pertumbuhan dan perkembangannya menjadi lebih optimal. Selain itu, Vitamin B pada manfaat tauge juga dapat melancarkan proses metabolisme dalam tubuh yang berdampak positif pada pencernaan, yaitu membantu penyerapan sari-sari makanan lebih maksimal.

  2. Meningkatkan Kinerja Otak

    Sebagai salah satu pelengkap gizi seimbang pada balita, manfaat tauge merupakan makanan dengan kandungan Asam Lemak Omega-3 yang melimpah. Si Kecil yang kini masih dalam masa pertumbuhan, biasanya cenderung lebih cepat menyerap Asam Lemak baik ini, sehingga pertumbuhan dan perkembangan otaknya jadi lebih maksimal. Dengan begitu, ia jadi lebih cepat dalam belajar dan menyerap hal baru. Jika terus dikonsumsi, maka kemungkinan besar ia akan berprestasi saat sudah memasuki usia sekolah.

  3. Merangsang Pertumbuhan Rambut

    Berkat adanya kandungan Vitamin A yang tinggi, manfaat tauge bagi balita akan merangsang folikel (struktur kulit di mana rambut akan tumbuh) rambut si Kecil agar rambut tumbuh dengan lebat dan terhindar dari kerontokan. Selain itu, Omega-3 yang terkandung di dalam manfaat tauge juga mampu menutrisi folikel rambut agar terlihat lebih berkilau. Rambut anak sehat bisa jadi salah satu ciri perkembangan balita yang sehat.

    Artikel Sejenis

    Tak hanya itu, manfaat tauge juga mengandung Seng, yakni mineral yang dapat merangsang produksi sebum (zat berminyak yang terdiri dari lemak dan keratin pada permukaan kulit) di kulit kepala. Sebum ini nantinya akan menghidrasi kulit kepala, akar, dan helai rambut serta menjadikan rambut lebih lebat dan berkilau.

    Baca Juga: Kiat Ajarkan Anak Bertanggung Jawab Sejak Dini

  4. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

    Tahukah Ibu? Manfaat tauge berikut hadir karena memiliki Antioksidan yang mampu secara efektif menangkal radikal bebas dari lingkungan sekitar. Senyawa yang bernama Saponin dipercaya mampu meningkatkan imunitas si Kecil dengan menstimulasi hormon interferon dan sel limfosit sehingga daya tahan tubuhnya semakin kuat. Di samping itu, kandungan Vitamin C yang ada di dalam tauge juga baik untuk menjaga kesehatan si Kecil ketika ia sedang sakit.

  5. Melancarkan Buang Air Besar

    Manfaat tauge juga baik untuk pencernaan si Kecil, Bu. Kandungan serat dan air yang ada di dalam tauge mampu mendorong kotoran yang ada dalam usus sehingga si Kecil dapat buang air besar dengan lebih lancar. Tak hanya itu, racun-racun serta zat radikal bebas yang terdapat di dalam tubuh juga akan terdorong keluar. Proses pencernaan yang baik tentunya akan berpengaruh terhadap tumbuh kembang si Kecil yang optimal juga, Bu.

  6. Membantu Mengendalikan Kadar Gula Darah

    Manfaat tauge selanjutnya seperti yang dirilis National Center for Biotechnology Information, dikatakan bahwa mengonsumsi tauge secara rutin bisa membantu mengendalikan kadar gula darah untuk balita. Manfaat tauge ini hadir berkat kandungan tinggi antioksidan jenis sulforaphane yang bisa menurunkan tingkat hemoglobin A1c yang berhubungan dengan pengendalian gula darah.

  7. Kaya nutrisi

    Manfaat tauge selanjutnya adalah kaya akan protein, folat, magnesium, fosfor, mangan, vitamin C, dan juga vitamin K. Selain itu, protein dalam tauge juga lebih mudah dicerna karena kandungan antinutrient yang menghambat tubuh dalam menyerap nutrisi sudah berkurang hingga 87%.

Cara Memilih & Mengolah Tauge yang Benar

Meski manfaat tauge diketahui ada banyak, namun ada beberapa hal yang perlu diketahui sebelum mengonsumsi dan memberikan manfaat tauge untuk anak. Umumnya tauge yang dijual di pasaran, memiliki kemungkinan mengandung bakteri Salmonella. Bakteri tersebut dapat menyebabkan infeksi, yang menimbulkan gejala sakit perut, diare, sakit kepala, pusing, muntah, dan demam. Selain itu, ada pula risiko toge terkena bakteri E. coli yang juga dapat menyebabkan infeksi.

Kemungkinan hal itu disebabkan pemilihan biji yang kurang higienis, sanitasi yang kurang baik, ataupun terkontaminasi saat proses sprouting atau bertunas. Selain itu, kondisi hangat dan lembab selama proses perubahan kacang menjadi toge juga dapat mendukung perkembangbiakan bakteri.

Supaya mendapatkan manfaat tauge dengan lebih maksimal, Ibu perlu memperhatikan cara memilih dan mengolah tauge yang benar berikut ini:

  • Pilih tauge yang masih segar dan baru. Ciri tauge yang masih segar adalah memiliki tampilan fisik yang segar, bagian kepala dan ekornya tidak layu, serta teksturnya renyah. Umumnya tauge yang segar sudah mengalami perkecambahan selama 5 hingga 7 hari. Menurut berbagai penelitian, tauge memiliki kandungan nutrisi yang terbanyak jika diolah di hari ke-5 perkecambahannya.
  • Bersihkan ujung tauge. Jika sudah mendapatkan tauge yang segar, setelah itu Ibu harus membersihkan ujungnya dari kulit biji dan buang ujung ekornya yang kecoklatan. Tujuannya adalah supaya tauge tidak terpapar bakteri dari air maupun udara.
  • Cuci bersih dan simpan dalam wadah terpisah. Cuci bersih tauge di bawah aliran air, lalu tiriskan. Saat akan mengolahnya, simpan tauge di dalam wadah terpisah. Jangan mencampurnya dengan sayuran ataupun bahan makanan lainnya untuk mencegah kontaminasi.
  • Masak terlebih dahulu. Mengonsumsi tauge yang masih mentah sudah umum dilakukan masyarakat Indonesia. Namun banyak dokter dan pakar kesehatan kurang menyarankan hal tersebut, sebab tauge merupakan jenis sayuran yang melalui proses perkecambahan, sehingga rentan terpapar bakteri dari pemakaian air yang kurang bersih. Sebaiknya olah tauge terlebih dulu supaya lebih aman saat dikonsumsi.
  • Sebaiknya diolah dengan cara ditumis. Tauge lebih baik diolah dengan cara ditumis dan sebaiknya tidak diberi tambahan bumbu alami agar rasanya semakin gurih.
  • Jangan masak terlalu matang. Sama seperti sayuran lainnya, memasak tauge terlalu lama dapat membuat kandungan vitamin di dalamnya jadi rusak sehingga kurang optimal saat dikonsumsi.

Kandungan Gizi di Dalam Tauge

Menurut data dari Data Komposisi Pangan Indonesia (DKPI), dalam 100 gram taoge kacang hijau atau mung bean sprout memiliki kandungan nutrisi, antara lain:

  • Air: 90,4 gram
  • Kalori: 34 kkal
  • Protein: 3,7 gram
  • Lemak: 1,2 gram
  • Karbohidrat: 4,3 gram
  • Serat: 1,1 gram
  • Kalsium: 166 miligram
  • Fosfor: 74 milligram
  • Zat besi: 0,8 milligram
  • Natrium: 19 miligram
  • Kalium: 93,3 milligram
  • Tembaga: 0,16 milligram
  • Seng (Zinc): 0,4 milligram
  • Beta karoten: 41 mikrogram
  • Karoten total: 20 mikrogram
  • Thiamin: 0,09 miligram
  • Riboflavin: 0,015 miligram
  • Niacin: 1,1 milligram
  • Vitamin C: 5 milligram

Sementara per 100 gram taoge kacang kedelai atau soya bean sprout memiliki kandungan nutrisi, antara lain:

  • Air: 81,0 gram
  • Kalori: 76 kkal
  • Protein: 9,0 gram
  • Lemak: 2,6 gram
  • Karbohidrat: 6,4 gram
  • Serat: 0,7 gram
  • Kalsium: 50 milligram
  • Fosfor: 65 milligram
  • Zat besi: 1,0 miligram
  • Natrium: 5 milligram
  • Kalium: 212,4 milligram
  • Tembaga: 0,26 miligram
  • Seng (Zinc): 0,7 miligram
  • Beta karoten: 0 mikrogram
  • Karoten total: 110 mikrogram
  • Thiamin: 0,23 miligram
  • Riboflavin: 0,19 miligram
  • Niacin: 1,2 milligram
  • Vitamin C: 15 milligram

Itulah tadi beberapa manfaat toge untuk kesehatan balita. Di samping kandungan gizinya yang cukup lengkap, Ibu tetap perlu memperhatikan kebutuhan gizi lainnya di masa pertumbuhan si Kecil saat ini. 

Oleh karena itu, lengkapilah kebutuhan nutrisi si Kecil dengan susu pertumbuhan FF Primagro AAE 3+ sebagai pendamping menu makanannya sehari-hari. Kandungan Protein, Karbohidrat, Lemak, Vitamin, Mineral, dan nutrisi lain yang ada di dalamnya dapat mendukung kesehatan balita di setiap Momen Wow pertumbuhannya.

Selain itu, Ibu bisa mendapatkan kandungan 9 Asam Amino Esensial (9AAE) secara lengkap dalam Frisian Flag PRIMAGRO AAE 3+. Asupan 9 Asam Amino Esensial (9AAE) harus dipenuhi dalam jumlah dan jenis yang lengkap, meliputi leusin, isoleusin, valin, triptofan, fenilalanin, metionin, treonin, lisin, dan histidin. Jika kekurangan 1 jenis asam amino esensial, maka tumbuh kembang si Kecil kemungkinan akan terhambat. 

Sebab, penelitian dalam National Center for Biotechnology Information yang menjelaskan bahwa kekurangan satu jenis 9 asam amino esensial (9AAE), maka akan menurunkan kinerja hormon pertumbuhan (IGF-1) sebesar 34 persen. Sementara, kekurangan semua jenis 9 Asam Amino Asensial (9AAE) akan menurunkan hormon pertumbuhan (IGF-1) sebesar 50 persen.

Perlu Ibu ketahui juga bahwa susu Frisian Flag PRIMAGRO AAE 3+ diperkaya dengan 8 kombinasi nutrisi penting untuk mendukung kreativitas si Kecil, yang meliputi DHA 4x lebih tinggi, asam lemak omega 3 dan omega 6, minyak ikan, kolin, sphingomyelin, asam sialat, & tirosin tertinggi. 

Susu pertumbuhan ini juga mengandung 6 nutrisi penting lainnya untuk meningkatkan daya tahan tubuh si Kecil, seperti zat besi, vitamin D3, zinc, magnesium, dan vitamin C tinggi yang dikombinasikan dengan kehebatan 9AAE. Bahkan, susu Frisian Flag PRIMAGRO AAE 3+ baik untuk menjaga saluran pencernaan karena mengandung serat pangan (inulin) di dalamnya. Dengan begitu, si Kecil akan tumbuh menjadi anak yang kreatif, tangguh, dan percaya diri.

Bagi Ibu yang memiliki pertanyaan atau ingin bertanya seputar anak bisa mengunjungi laman Tanya Pakar. Para ahli di sana akan menjawab pertanyaan Ibu secara langsung. Untuk bisa menggunakan fitur tersebut, jangan lupa untuk registrasi terlebih dulu.

Ditinjau oleh: Yeni Novianti, S.Gz