Whatsapp Share Like
Simpan

Sebagai Ibu mungkin pernah dihadapkan pada masalah si Kecil yang hobi bermain di dalam rumah namun enggan untuk merapikan kembali mainan yang sudah digunakannya. Si Kecil sering kali merasa malas untuk membereskan lagi mainannya bisa dikarenakan si Kecil masih belum mahir dalam mengendalikan dirinya untuk bertanggung jawab. Si Kecil belum memikirkan akibat jika ia tidak membereskan mainannya bisa menyebabkan rumah yang berantakan.

Jika Ibu mendapati masalah si Kecil yang masih belum mau bertanggung jawab, Ibu tidak perlu sedih karena sifat tanggung jawab pada si Kecil bisa dilatih sejak dini. Beberapa Ibu bahkan beranggapan semakin dini si Kecil diajarkan untuk bertanggung jawab, maka akan semakin baik.

Sebelum mengajarkan si Kecil untuk bertanggung jawab melalui tugas-tugas ringan ada baiknya Ibu mengenali karakter si Kecil terlebih dahulu. Jika si Kecil sudah bisa mengenali hubungan sebab-akibat, maka Ibu bisa mulai mengajarkan tanggung jawab pada si Kecil. Idealnya si Kecil mulai bisa belajar tugas dan tanggung jawab pada usia 3 tahun.

Berikut beberapa cara yang bisa Ibu lakukan untuk mengajarkan si Kecil untuk bertanggung jawab pada tugas yang Ibu berikan:

Memberikan pengertian tentang tanggung jawab

Si Kecil mungkin akan menjadi rewel dan bebal ketika Ibu meminta si Kecil membantu untuk merapikan mainannya yang berantakan. Jika si Kecil mulai rewel, sebaiknya Ibu menghindari untuk memarahi si Kecil ya karena jika Ibu memarahi si Kecil, si Kecil justru bisa menjadi semakin rewel tidak terkendali.

Artikel Sejenis

Ada baiknya Ibu mulai memberikan pengertian tentang tanggung jawab pada si Kecil. Berikan pengertian dengan menggunakan bahasa yang sederhana. Ibu bisa menjelaskan apa kesalahan yang dilakukan si Kecil dan akibat jika si Kecil tidak memperbaiki kesalahan tersebut. Dengan memberikan pengertian yang berulang-ulang, lama-kelamaan si Kecil akan paham dengan tanggung jawabnya.

Memberikan contoh pada si Kecil

Si Kecil tidak akan bisa menjadi anak yang bertanggung jawab tanpa adanya contoh dan arahan dari orang tua. Maka dari itu, penting bagi Ibu dan Ayah untuk memberikan contoh yang baik bagi si Kecil.

Ibu bisa memberikan contoh untuk meletakkan benda yang telah selesai digunakan ke tempat semula atau meletakkan piring kotor di tempat cuci piring setelah selesai makan. Bila perlu Ibu bisa mempermudah akses si Kecil untuk melakukan tugasnya seperti meletakkan ember pakaian kotor di tempat yang mudah dijangkau si Kecil sehingga si Kecil tidak ogah-ogahan untuk menempatkan baju kotornya di tempat yang benar.

Membiasakan mulai dari hal-hal ringan

Tidak perlu memaksakan si Kecil untuk dapat menyelesaikan tugas-tugas berat sekaligus. Ibu bisa mulai dengan membiasakan si Kecil untuk menyelesaikan tugas-tugas ringan untuk membuat si Kecil terbiasa dengan tanggung jawab.

Beberapa tugas ringan yang bisa Ibu biasakan ketika awal si Kecil belajar bertanggung jawab diantaranya membereskan kembali peralatan bermain atau belajar jika sudah selesai digunakan, meletakkan barang sesuai dengan tempatnya, meletakkan piring dan baju kotor di tempat yang benar, atau meminta si Kecil untuk membantu Ibu memasukkan baju bersih ke lemari.

Konsisten dan melatih si Kecil berulang-ulang

Tanggung jawab bukanlah hal instan yang bisa dikuasai oleh si Kecil dalam sekejap. Perlu konsistensi dari Ibu dan Ayah untuk terus memberikan contoh dan mengajari si Kecil menyelesaikan tugas-tugasnya setiap hari.

Jika si Kecil mulai bosan dengan rutinitas yang sama, Ibu bisa kembali mengingatkan si Kecil tentang akibat jika tugas-tugas si Kecil tidak diselesaikan dengan baik. Ibu juga bisa memberikan hukuman agar si Kecil tetap konsisten dalam belajar bertanggung jawab, namun selalu hindari hukuman fisik ya Bu, karena bisa membuat si Kecil trauma dan tidak efektif untuk mendidik si Kecil.

Dalam melatih si Kecil untuk bertanggung jawab terhadap tugas-tugasnya, Ibu juga harus memperhatikan kemampuan dan daya tangkap dari si Kecil. Kemampuan si Kecil dalam menyerap instruksi dan melakukan tanggung jawab yang Ibu berikan tentu juga dipengaruhi oleh nutrisi yang diterima si Kecil. Nutrisi yang baik dan tepat seperti Frisian Flag 456 Primanutri akan merangsang otak si Kecil untuk semakin aktif dan kreatif.

Frisian Flag 456 Primanutri diperkaya dengan Omega 3 (ALA), Omega 6 (LA), Minyak Ikan dan Zat Besi untuk si Kecil semakin pintar, Serat Pangan Inulin, Tinggi Vitamin A, C, E, Zinc, dan Selenium untuk si Kecil semakin kuat, serta Kalsium, dan Vitamin D untuk si Kecil semakin tinggi. Frisian Flag 456 Primanutri juga memiliki 3 varian rasa Madu, Vanila, dan Cokelat yang lezat dan disukai si Kecil sehingga bisa menambah semangat si Kecil dalam beraktivitas dan berlatih tanggung jawab.