Whatsapp Share Like
Simpan

Tidak terasa, usia kandungan Ibu sudah memasuki trimester ketiga, ya. Ini berarti Ibu yang masih bekerja sudah siap mengajukan  cuti hamil. Dulu, ketika memutuskan untuk mengambil cuti, saya tak sabar menikmati waktu santai sebelum disibukkan dengan perawatan si Kecil. Namun faktanya, baru sehari menikmati waktu cuti, saya sudah bosan. Akhirnya, saya mulai mencari ide kegiatan seru yang bisa dilakukan sepanjang cuti sembali menunggu momen persalinan. Simak yuk, Bu.

1. Mencari Nama Bayi

Sebelum mengambil cuti melahirkan, rasanya cukup sulit ya, menyempatkan waktu untuk mencari nama bayi. Nah, saat waktu luang seperti ini, coba siapkan secangkir minuman hangat dan camilan sehat untuk menemani Ibu mencari nama bayi dari internet, buku, maupun obrolan dengan orang sekitar. Selain itu, meski Ibu sudah mengetahui jenis kelamin si Kecil, tak ada salahnya mencari pilihan nama untuk kedua jenis kelamin.

2. Membuat Daftar Hadiah yang Diinginkan

Umumnya, banyak orang yang akan memberikan hadiah sesuai kemampuannya saat menjenguk si Kecil seusai persalinan. Namun, orang-orang terdekat, termasuk rekan kerja yang ditinggal cuti, umumnya bertanya lebih dulu kepada Ibu tentang barang yang diinginkan atau dibutuhkan. Maka dari itu, tak ada salahnya bagi Ibu untuk membuat daftar barang yang diinginkan dan belum dibeli, baik untuk Ibu maupun si Kecil. Misalnya, alat pompa ASI elektrik, stroller, kursi makan untuk MPASI, voucher pijat atau belanja, dan sebagainya. Sebaiknya berikan informasi spesifik tentang jenis barang, variasi, dan kisaran harganya. Jadi, Ibu bisa meminta diberi hadiah sesuai kemampuan finansial pemberinya apabila ditanya.

3. Menonton Serial Drama Favorit

Pada usia kehamilan trimester ketiga, biasanya Ibu akan merasa lebih mudah lelah sehingga sulit untuk beraktivitas. Hal ini sangat wajar, mengingat pada usia kehamilan ini, perut Ibu akan semakin besar dan terasa kurang nyaman untuk beraktivitas di luar rumah. Oleh sebab itu, gunakan waktu santai ini untuk menonton serial drama favorit Ibu. Sediakan camilan menyehatkan serta tempat duduk yang empuk disertai sandaran agar tetap nyaman. Sambil menonton, Ibu juga bisa melatih pernapasan seperti yang dilakukan saat senam hamil, lho.

4. Mendekatkan Diri dengan Ibu Mertua

Menunjukkan  keterbukaan dengan keluarga Ayah merupakan hal penting yang perlu Ibu prioritaskan sebelum disibukkan dengan perawatan bayi baru lahir. Oleh sebab itu, tak ada salahnya bila Ibu memanfaatkan momen cuti hamil untuk menikmati waktu berkualitas bersama ibu mertua. Jangan ragu untuk mengajak ibu mertua makan siang bersama di rumah atau sekadar mengobrol di telepon apabila lokasi Ibu dan beliau berjauhan.

5. Seleksi Calon Pengasuh si Kecil

Apabila Ibu memutuskan untuk resign setelah si Kecil lahir, mungkin hal ini tak menjadi prioritas, ya. Namun, apabila setelah cuti Ibu berniat kembali ke kantor, tentunya harus ada pengasuh yang siaga merawat si Kecil saat ditinggal bekerja. Nah, hal ini bisa Ibu diskusikan bersama Ayah maupun orang tua kedua belah pihak. Ibu bisa memutuskan apakah si Kecil akan diasuh oleh kakek-neneknya, kerabat yang terbiasa mengasuh anak-anak, atau perawat dari yayasan terpercaya. Pastikan orang yang akan mengasuh si Kecil kelak memang menyukai anak-anak dan telaten, sehingga Ibu merasa aman meninggalkan si Kecil untuk bekerja.

Itulah beberapa aktivitas menyenangkan yang saya lakukan untuk mengisi waktu ketika cuti hamil sebelum si Kecil lahir. Bagaimana dengan Ibu? Jangan ragu untuk share di Forum Diskusi Ibu & Balita, ya!