Share Like
Simpan

Mengajak si Kecil bermain di luar ruangan, tentu rasanya menyenangkan. Selain dapat mendorong si Kecil menjelajah lingkungan sekitarnya, bermain juga dapat melatih gerak motoriknya. Maka dari itu, saya tak bosan mengajak si Kecil bermain di halaman, taman bermain, atau bahkan pantai.

Saya tahu, beberapa Ibu jarang mengajak si Kecil bermain di luar adalah karena alasan keamanan. Salah satunya adalah adanya risiko kulit terbakar panas matahari. Kulit dapat terbakar apabila sudah berada di bawah sinar matahari selama 15 menit. Namun, efek kemerahan dan rasa tidak nyaman baru akan terasa beberapa jam setelahnya. Itulah sebabnya, penggunaan tabir surya sudah menjadi kewajiban setiap akan beraktivitas di luar rumah untuk mencegah kulit terbakar serta risiko kanker kulit.

Nah, apabila kulit si Kecil sudah terlanjur terbakar, Ibu tak perlu khawatir berlebihan, ya. Sebaliknya, lakukan hal-hal berikut untuk merawatnya:

1. Jauhkan dari sinar matahari
Ketika kulit si Kecil sudah menunjukkan warna kemerahan, itu tanda bahwa kulitnya mulai terbakar. Sebaiknya, langsung bawa si Kecil ke tempat yang teduh ya, Bu. Selain untuk mencegah kondisi kulit semakin parah, udara yang sejuk di tempat teduh dapat mengurangi rasa tidak nyaman yang si Kecil rasakan.

2. Mandi dengan air sejuk
Kulit si Kecil yang lembut dan halus, mudah terbakar sinar matahari dan menjadi kemerahan. Saat bersentuhan dengan air yang sejuk, ia akan merasa lebih nyaman. Oleh karena itu, Ibu dapat memandikan atau sekadar mengompres kulit si Kecil untuk memberikan rasa nyaman. Hindari air yang terlalu dingin atau bersuhu hangat saat mandi, karena si Kecil bisa semakin merasa tak nyaman dan bahkan kesakitan.

3. Berikan minum
Bu, saat kulit si Kecil terbakar, tak hanya tampilan luarnya saja yang mengalami gangguan, ia juga berisiko terkena dehidrasi karena kekurangan cairan. Maka dari itu, berikan si Kecil banyak air minum untuk mengembalikan cairan tubuhnya. Ibu juga dapat memberikannya ASI apabila ia masih mengonsumsinya.

4. Gunakan pelembab
Setelah kulit si Kecil dibersihkan, Ibu dapat mengaplikasikan pelembab untuk membuat kulitnya lebih nyaman. Usahakan, pelembap yang Ibu gunakan mengandung ekstrak lidah buaya ya, Bu. Ini karena lidah buaya dipercaya dapat mengurangi rasa perih pada kulit yang terbakar. Oleskan secara halus dan hindari menggosok kulitnya dengan terlalu kasar ya, Bu. Namun, jika si Kecil merasa kesakitan ketika kulitnya bersentuhan dengan pelembap, sebaiknya hentikan pemakaian, ya.

5. Lindungi dari sinar matahari
Si Kecil yang aktif bergerak dan menjelajah, sering kali membuat Ibu kesulitan melarangnya ke luar rumah dan menghindari sinar matahari. Maka dari itu, Ibu dapat melindunginya dengan mengoleskan lotion ber-SPF 15 atau lebih tinggi, dan menggunakan topi pada rentang waktu antara pukul sepuluh pagi hingga empat sore, sehingga ia tetap terlindung meski bermain di luar ruangan. Hal ini penting agar kondisi kulitnya yang terbakar tidak semakin parah, Bu.

Nah, bagaimana, Bu? Ternyata tak sulit bukan, merawat kulit terbakar pada si Kecil? Selama gejala yang ditunjukkan masih normal, yaitu tidak ada demam dan muntah, Ibu dapat melakukan perawatan sendiri di rumah. Meski begitu, konsultasi dokter anak harus segera dilakukan apabila ia mengalami wajah bengkak, sakit kepala, demam, muntah-muntah, sampai pingsan. Selain itu, hindari memberikan obat-obatan apabila belum berkonsultasi dengan pihak medis ya, Bu. Semoga si Kecil cepat sembuh