Share Like
Simpan

Wah, si Kecil sudah bisa mandi sendiri! Senang ya, Bu, melihatnya mulai mandiri dan mencoba melakukan berbagai hal sendiri. Meski begitu, Ibu tetap disarankan untuk memerhatikan si Kecil saat mandi, untuk mengecek kondisi tubuh dan perkembangan panca indranya.

Menurut artikel yang saya baca di sebuah situs online, kesehatan balita secara fisik bisa dilihat dari kondisi organ-organ tertentu di tubuhnya, seperti organ intim, pusar, sampai kulit. Nah, Ibu bisa melakukan pemeriksaan awal dari bagian-bagian tubuh tersebut dengan saksama saat memandikan si Kecil. Berikut bagian tubuh yang sebaiknya Ibu cek. Simak selengkapnya yuk, Bu!

• Kulit
Apakah Ibu atau Ayah pernah mengalami eksim? Jika iya, cukup tinggi kemungkinan si Kecil bisa mengalami hal serupa. Sebab, eksim bersifat genetik dan dapat diwariskan dari orang tua kepada anaknya. Untuk memeriksa apakah si Kecil terkena eksim atau tidak, Ibu bisa memerhatikan kondisi kulitnya. Jika kulitnya terlihat kering, pecah-pecah, dan terasa gatal, ada kemungkinan si Kecil terkena eksim.

Selain eksim, ada juga gangguan kulit lain, seperti kurap, yang mungkin menyerang kulit si Kecil yang masih sensitif. Berbeda dengan eksim yang disebabkan faktor genetik, kurap dipicu oleh infeksi jamur. Gangguan kulit satu ini juga bisa menyebabkan gatal, Bu. Bahkan, lama kelamaan, rasa gatal ini akan berubah menjadi rasa sakit. Duh, kasihan sekali kan bila si Kecil mengalami ketidaknyamanan itu? Oleh karenanya, penting bagi Ibu untuk rutin memeriksa kulit si Kecil, agar gangguan-gangguan kulit apa pun bisa lebih cepat terdeteksi dan bisa segera diatasi.

• Telinga
Bu, seberapa sering si Kecil berenang? Jika ia punya jadwal rutin, telinga menjadi bagian tubuh si Kecil selanjutnya yang perlu Ibu perhatikan dengan baik saat memandikannya. Sebab, menurut artikel kesehatan yang saya baca, anak yang rutin berenang memiliki risiko radang telinga lebih tinggi dibanding anak yang tidak pernah atau jarang berenang, Bu. Air kolam renang yang kurang bersih menjadi penyebabnya. Bakteri yang terdapat pada air kolam renang dapat menginfeksi saluran telinga luar dan membuat kulit lembut di saluran itu ditumbuhi jamur. Efeknya, terjadi peradangan pada telinga si Kecil yang membuat ia kesakitan.

Dengan memerhatikan bagian telinga si Kecil saat mandi, Ibu akan lebih cepat mengetahui apakah telinga si Kecil baik-baik saja, atau justru mengalami peradangan. Dengan demikian, Ibu pun bisa segera melakukan konsultasi dengan dokter bila diperlukan.

• Rambut
Menurut para ahli kulit, jadwal keramas yang dianjurkan adalah 2-3 hari sekali. Namun, jika si Kecil sangat aktif sehingga kulit kepala dan rambutnya lebih cepat kotor, aktivitas ini bisa dilakukan lebih sering, Bu, misalnya sehari sekali.

Saat memandikan si Kecil, Ibu dapat membantunya saat keramas, Bu. Dengan begitu, Ibu bisa sekaligus memantau apakah ada kutu rambut di kepalanya. Bukan apa-apa, Bu. Si Kecil kan, sering bermain dengan teman-teman sebayanya. Bukan tidak mungkin, kan, ia tertular kutu rambut dari teman-temannya?

Bila Ibu mendapati kutu di kepala si Kecil, Ibu bisa menggunakan obat antikutu rambut yang aman untuk kulit kepalanya. Di samping itu, sisir juga rambut si Kecil secara rutin menggunakan sisir khusus rambut berkutu.
Selain itu, Ibu juga bisa mengecek, adakah masalah lain pada rambut si Kecil, misalnya rambut bercabang. Bila ini terjadi, hindarkan membiarkan si Kecil terlalu sering berada di bawah teriknya sinar matahari di siang hari atau di tempat-tempat yang membuatnya terpapar polusi secara langsung.

• Pusar
Karena berukuran mungil, bagian tubuh yang satu ini cukup sering luput dari perhatian ketika memandikan si Kecil, Bu. Ini sebabnya, tak sedikit anak yang mengalami infeksi atau peradangan di bagian pusar.

Untuk itu, supaya pusar si Kecil terhindar dari infeksi dan peradangan, Ibu perlu mengecek kebersihan pusar si Kecil saat mandi. Perhatikan apakah pusar si Kecil sewarna dengan kulit bagian tubuh lain atau justru tampak kemerahan. Jika pusarnya terlihat kemerahan apalagi disertai bengkak dan sampai mengeluarkan aroma kurang sedap, sebaiknya Ibu segera mengajak si Kecil ke dokter untuk memeriksakan kondisi kesehatan balita lebih lanjut.

• Organ Intim
Apakah Ibu pernah mengenalkan pendidikan seksual pada si Kecil? Bahwa organ intimnya tidak boleh dilihat atau dipegang oleh sembarang orang? Bila Ibu menanamkan pelajaran ini pada si Kecil sejak dini, ia kemungkinan akan merasa tak nyaman saat Ibu memerhatikan organ intimnya dengan saksama. Namun, bila Ibu melakukannya sembari memandikannya, ia tak akan menyadari bahwa Ibu tengah memerhatikan organ intimnya, Bu.

Bila anak Ibu perempuan, memastikan bahwa organ intimnya baik-baik saja bisa Ibu lakukan dengan memintanya buang air kecil terlebih dulu sebelum mandi. Bila ia tidak merasa kesakitan atau gatal, berarti organ itu baik-baik saja. Namun, bila sebaliknya (si Kecil merasa kesakitan atau gatal, apalagi jika organ intimnya terlihat kemerahan dan ada aroma tak sedap dari celana dalamnya), sebaiknya segera konsultasikan kesehatan balita. Dikhawatirkan si Kecil mengalami infeksi di organ intimnya.

Jika anak Ibu laki-laki, Ibu dapat memerhatikan ukuran organ intimnya. Beberapa kelainan yang mungkin terjadi pada organ intim anak laki-laki adalah ukuran organ intim yang kecil, penis tidak muncul karena tertutup lapisan lemak di bagian bawah perut, dan sebagainya. Bila melihat tanda-tanda ini, Ibu disarankan berkonsultasi dengan dokter secepatnya, Bu.

Jadi, bagaimana Bu, apakah sudah memerhatikan organ tubuh si Kecil dengan baik saat mandi? Jangan ragu untuk membaca berbagai artikel di internet dan berkonsultasi langsung dengan dokter bila Ibu menemukan keganjilan pada tubuh si Kecil saat memandikannya ya, Bu. Dengan begini, kesehatan si Kecil pun dapat terjaga dengan baik.