Whatsapp Share Like
Simpan

Anak-anak sangat mudah penasaran dengan benda-benda di sekelilingnya. Ia pun ingin memegangnya tanpa mengetahui kalau benda tersebut ternyata berbahaya, seperti benda-benda yang menghantarkan panas. Jika ia sampai terluka bakar karena terkena benda panas, Ibu pasti panik, ya. Apalagi si Kecil juga pasti akan menangis kesakitan. Duh, tak tega rasanya!

Namun, jangan bingung dulu jika hal tersebut sampai terjadi pada Ibu dan si Kecil. Dari berbagai situs konsultasi masalah anak yang saya telusuri, Ibu bisa melakukan pertolongan pertama untuk luka bakar pada anak dengan cara-cara berikut ini.

Tingkatan Luka Bakar

Sebelumnya, perlu Ibu ketahui bahwa penanganan terhadap luka bakar si Kecil tergantung dari tingkat keparahan dan penyebab luka itu sendiri. Berikut adalah ciri-ciri luka bakar berdasarkan tingkat keseriusannya:

  1. Luka bakar tingkat I: kulit bagian luar terlihat memerah, biasanya dapat sembuh dalam 3-5 hari. Contoh sederhana luka bakar ini adalah kulit terbakar teriknya sinar matahari.
  2. Luka bakar tingkat II: kulit memerah dan melepuh. Bila gelembung lepuh pecah akan terlihat kulit merah terang.
  3. Luka bakar tingkat III: luka terlihat kering dan berlendir, berwarna kecoklatan dan kemerahan bahkan dapat menghitam. Hanya terasa sakit sedikit atau bahkan sama sekali tidak merasa sakit, karena saraf kulit rusak.

Cara Mengatasi Luka Bakar pada Anak

Setelah mengetahui jenis luka bakar yang dialami si Kecil, penanganan pertama yang bisa Ibu lakukan adalah sebagai berikut:

  1. Basuh dengan Air

    Jika luka bakar yang dialami si Kecil tergolong ringan dan masih berada di tingkat I, segeralah dinginkan kulit si Kecil yang terbakar dengan air. Caranya adalah dengan menyiram menggunakan air mengalir untuk menurunkan suhu bagian tubuh yang terbakar.

    Artikel Sejenis

  2. Oles dengan Salep Luka Bakar

    Menurut situs konsultasi masalah anak yang pernah saya baca, mengolesi luka bakar dengan mentega, kecap, minyak tanah, atau pasta gigi seperti mitos yang beredar di masyarakat itu tidak dianjurkan. Sebaiknya, Ibu selalu menyimpan salep khusus luka bakar yang dapat dibeli di apotek terdekat sebagai pertolongan pertama pada si Kecil saat terkena luka bakar. Setelah luka dibasuh menggunakan air, segera oleskan bagian tubuh yang terbakar dengan salep atau krim khusus luka bakar tersebut.

  3. Jika Melepuh, Jangan Dipecah!

    Seandainya kulit si Kecil sampai melepuh, jangan memecahkan lepuhan tersebut sendiri ya, Bu. Untuk melakukannya diperlukan cara khusus yang tidak sembarangn. Jadi sebaiknya segeralah berkunjung ke dokter agar lepuhannya dapat dipecahkan dengan cara yang aman dan steril.

  4. Untuk Luka Bakar yang Cukup Serius

    Jika luka bakar yang dialami tergolong cukup serius, segera basuh luka bakar dengan air yang mengalir selama 10-20 menit. Berdasarkan hasil konsultasi masalah anak yang saya lakukan dengan dokter, jangan merendam bagian tubuh yang terbakar ya, Bu. Saya pun menghindari air es untuk menyiram luka si Kecil. Ini karena air es berpotensi menyebabkan hipotermia pada si Kecil. Hipotermia adalah sebuah kondisi di mana tubuhnya tak dapat mengatur suhu tubuh ketika terkena suhu yang dingin.

  5. Lepas Pakaiannya Jika Terkena pada Area yang Tertutup

    Luka bakar si Kecil bisa saja terjadi di area yang tertutup oleh pakaian. Jika hal itu terjadi, usahakan untuk membuka pakaiannya. Namun jika pakaiannya menempel pada luka bakar, jangan paksakan untuk melepas pakaian si Kecil ya, Bu, karena dapat membuat luka bakarnya ikut tertarik bersama pakaian.

    Untuk melepasnya, gunting pakaian si Kecil dan biarkan menempel. Bungkus luka si Kecil dengan kain bersih tidak berserabut untuk melindungi lukanya dari infeksi. Setelah itu segera berkunjung ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.

  6. Untuk Luka Bakar di Kerongkongan

    Luka bakar juga dapat terjadi di kerongkongan atau tenggorokan si Kecil, misalnya ia minum minuman yang terlalu panas. Segera lakukan konsultasi masalah pada anak dengan ahlinya ketika kondisi ini terjadi ya, Bu.

    Sedangkan untuk skala yang lebih parah, misalnya ia tidak sengaja menelan cairan kimia keras seperti cairan pembersih lantai, segera bawa ke dokter ya, Bu. Pasalnya, luka bakar ini memerlukan penanganan lebih lanjut dari dokter.

Perawatan Penyembuhan

Setelah dilakukan penanganan pertama, masih ada perawatan untuk menyembuhkan luka bakar pada anak. Dikarenakan prosesnya membutuhkan waktu, maka diperlukan perawatan yang meliputi:

  • Berikan makanan tinggi protein. Protein berfungsi untuk membangun sel-sel tubuh yang rusak. Artinya, protein dapat membantu mempercepat penyembuhan luka bakar. Berikan si Kecil sumber makanan seperti telur, daging, kacang-kacangan, susu, keju, dan yogurt.
  • Oleskan obat luka bakar secara rutin. Luka bakar perlu diolesi dengan obat khusus hingga kering.
  • Berikan pelembap. Lanjutkan dengan mengoleskan pelembap ke kulit anak minimal 4 kali sehari agar kulitnya tidak gatal, kenyal, dan tetap halus.
  • Rutin mengganti perban. Perban yang menutupi luka tidak boleh sampai basah, karena dapat membuat luka lembap dan lama untuk sembuh. Untuk itu Ibu perlu sering menggantinya.
  • Kenakan pakaian yang mudah dilepas pakai. Sebaiknya Ibu memberikan pakaian yang mudah untuk dilepas pakai supaya tidak menyenggol luka bakar, seperti kemeja.

Apabila si Kecil terkena luka bakar, sebaiknya tetaplah bersikap tenang agar ia tak ketakutan ya, Bu. Cobalah untuk menenangkan ia yang sudah terlebih dahulu kaget karena luka yang dideritanya. Satu hal penting yang perlu Ibu ingat, janganlah ragu untuk melakukan konsultasi masalah anak ke dokter jika luka bakar pada anak tak kunjung sembuh ya, Bu!

Sumber: https://hellosehat.com