Share Like
Simpan

Perawatan anak saat ia terserang penyakit tentu tak bisa sembarangan. Ibu perlu mengetahui terlebih dahulu apa gejala yang dialaminya, baru kemudian mencari obat yang sesuai. Namun, bagaimana jika ternyata si Kecil justru keracunan obat yang diminumnya? Nah, pengalaman seperti ini pernah saya alami sewaktu si Bungsu masih berusia empat tahun. Wah, melihatnya muntah-muntah disertai dengan diare di tengah malam membuat saya panik setengah mati, Bu.

Saat itu, saya pelan-pelan memintanya untuk mengatakan makanan apa saja yang ia makan hari ini, si Kecil menyebutkan salah satunya “permen” yang ia konsumsi setelah makan siang. Usut punya usut, ternyata yang ia telan hari itu bukanlah permen namun obat pereda panas yang diletakkan di meja makan. Tak tanggung-tanggung, ia bahkan menelan tiga butir hari itu. Si Kecil mengaku melihat teman bermainnya yang kebetulan sedang demam ringan dan dibujuk oleh pengasuhnya untuk memakan obat tersebut dengan menyebutnya sebagai permen. Setelah mengetahuin info tersebut dari cerita si Kecil, saya langsung menghubungi kakak saya yang kebetulan seorang dokter anak untuk berkonsultasi masalah anak ini.

Saat itu, kakak saya sempat menanyakan apakah si Kecil mengalami beberapa gejala yang biasanya terjadi saat seseorang keracunan, yaitu: 

  • Muntah
  • Diare
  • Mual
  • Munculnya ruam di sekitar mulut atau bibir
  • Sesak napas

Setelah mengetahui cerita si Kecil yang mengira obat penurun panas sebagai permen, akhirnya ia memberikan beberapa tips merawat anak balita saat keracunan obat. Beberapa tipsnya adalah:

  • Berikan cairan untuk mencegah dehidrasi

Apabila si Kecil muntah-muntah dan diare, berikan ia banyak air putih sebagai pengganti cairan tubuh. Sebagai tambahan, berikan juga ia susu atau teh kental untuk menetralisir racun.

  • Hindari memaksanya untuk muntah

Pada beberapa kasus, memuntahkan penyebab keracunan memang sering kali dianjurkan untuk merawat anak yang keracunan. Namun, jika si Kecil sudah terlebih dahulu memuntahkannya, sebaiknya hindari memaksanya untuk muntah lagi agar lambungnya tidak terluka ya, Bu.

  • Baringkan si Kecil dengan posisi kaki lebih tinggi

Coba baringkan si Kecil dengan posisi kaki lebih tinggi kira-kira 20-30 cm ya, Bu. Hal ini berfungsi untuk memperlancar aliran darah sehingga asupan oksigen dapat tercukupi dengan baik ke seluruh sel tubuhnya.

  • Tenangkan si Kecil agar ia nyaman

Bu, sebagai salah satu bentuk perawatan anak, memeluk si Kecil saat sedang sakit dapat membantunya untuk merasa relaks  dan tenang. Hal ini tentunya dapat membuat ia beristirahat dengan lebih baik sebelum dibawa ke dokter.

Nah, selain cara mengatasi, Ibu juga harus mengetahui bagaimana cara mencegahnya. Mencegah lebih baik daripada mengobati, bukan? Oleh sebab itu, saya punya beberapa tips yang mudah-mudahan bisa membantu Ibu mencegah hal serupa terjadi pada si Kecil. Yuk, simak caranya di bawah ini:

  • Hindari memberi sebutan “permen” untuk obat

“Ini rasanya seperti permen kok, Nak.” Jika Ibu sering membujuk si Kecil untuk meminum obatnya dengan mengatakan hal tersebut, sebaiknya buang jauh-jauh kebiasaan itu. Sudah bukan hal yang asing di dunia anak-anak bahwa sebutan permen terdengar menyenangkan dan juga lezat. Sehingga, bukan tak mungkin jika secara diam-diam ia bisa mencari “permen” yang Ibu sebutkan tadi dan menelannya tanpa rasa bersalah.

  • Simpan semua obat-obatan di tempat tertutup

Supaya lebih aman, sebaiknya simpan obat-obatan di tempat tertutup dan jika memungkinkan, di tempat yang tak mudah dicapai oleh si Kecil ya, Bu. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir risiko ia mengonsumsinya secara diam-diam yang dapat mengakibatkan kasus keracunan seperti anak saya dulu.

Bagaimana, Bu? Apakah Ibu juga memiliki pengalaman serupa? Jika iya, janganlah ragu untuk berkonsultasi dengan ahlinya seputar berbagai tips perawatan anak.