Share Like
Simpan

Si Kecil yang masih berusia di bawah lima tahun, tentunya sudah mulai memiliki kehidupan sosial. Mengingat lingkungan sosial si Kecil semakin luas, penting bagi kita untuk mulai mengajarkan tolong-menolong kepadanya agar kelak ia bisa belajar menghargai sesama, sekaligus menumbuhkan rasa empati yang tentunya akan berguna di masa tumbuh kembangnya nanti.

Berdasarkan pengalaman saya dulu, berikut ini adalah beberapa momen yang saya jadikan sebagai kesempatan untuk mengajarkan tolong-menolong kepada si Kecil:

1. Menolong teman yang terjatuh
Suatu hari, saat menemani si Kecil bermain di taman, saya melihat teman main si Kecil terjatuh. Saya ajak si Kecil untuk menghampiri temannya tersebut, membantunya berdiri, dan menanyakan apakah ia terluka. Kondisi seperti ini merupakan salah satu contoh yang bisa saya berikan kepadanya, Bu. Terbukti, tak lama setelah itu, saya sempat melihat si Kecil menolong temannya yang terluka saat sedang bermain. Leganya saya melihat perkembangan balita yang semakin optimal tersebut!

2. Membantu merapikan mainan dan alat makan
Setelah selesai bermain di rumah, mulai ajarkan si Kecil untuk merapikan kembali mainannya, yuk. Hal ini juga berlaku ketika si Kecil selesai makan. Ajarkan ia untuk membereskan peralatan makannya sendiri dari meja makan, lalu diletakkan di tempat cuci piring. Sesekali, Ibu juga bisa mulai melibatkan si Kecil untuk mencuci peralatan makannya sendiri. Selain belajar menolong Ibu, melalui cara ini ia juga belajar untuk mandiri dan bertanggung jawab, Bu.

3. Menyumbang kepada yang membutuhkan
Peka adalah salah satu kunci untuk melatih kemampuan si Kecil menolong orang lain. Maka dari itu, mulailah bangun kepekaan dan kepeduliannya ini dengan mengajak ia menyisihkan sedikit mainan atau pakaian yang sudah tidak/jarang dipakai untuk mereka yang lebih membutuhkan. Hal ini akan terasa sulit pada awalnya, karena rasa kepemilikan si Kecil masih sangat tinggi. Akan tetapi, Ibu bisa memberikan pengertian, bahwa di luar sana masih ada orang-orang yang tak seberuntung dirinya, sehingga benda-benda yang sudah tak pernah ia gunakan tersebut bisa membuat orang lain merasa bahagia.

4. Meminjamkan mainan
Si Kecil punya banyak mainan di kamarnya. Suatu hari, salah satu anak tetangga kami ikut bermain di rumah bersama dengan si Kecil. Saat itu, saya mencoba menjelaskan kepada mereka, bahwa saat bermain bersama, ia harus berbagi mainan dengan teman-temannya. Jika dibiasakan seperti ini, kelak ia akan tumbuh dan belajar agar tidak bersikap egois dan memiliki empati.

Seperti yang kita tahu, sebagian besar perilaku anak biasanya berawal dari mencontoh kedua orang tuanya. Saya pun menyadari hal tersebut. Oleh sebab itu, saya dan suami mulai membiasakan ia untuk belajar melakukan kebaikan sejak dini. Semoga si Kecil bisa tumbuh menjadi anak baik yang membanggakan orang tua, ya!