Share Like
Simpan

Menurut saya, ungkapan “maaf”, “tolong”, dan “terima kasih” adalah 3 ungkapan yang ajaib lho, Bu. Apalagi, jika diucapkan oleh si kecil. Mengapa? Alasannya, hanya dengan mengucapkan 3 ungkapan tersebut, dengan mudah si Kecil akan disukai oleh orang-orang di sekelilingnya. Dengan ungkapan itu pula, kita jadi tahu kalau saat ini si Kecil sudah bisa mengerti tentang sopan santun. Itulah mengapa, dari dulu saya selalu berusaha untuk mengajarkan kata-kata ini ke si Kecil.

Nah, dalam artikel kali ini, saya ingin berbagi tips untuk mulai mengajarkan sopan santun kepada si Kecil. Caranya mudah, kok. Bisa dimulai dengan 3 kata penting di atas tadi. Yuk, kita lihat tipsnya!

Memberi Contoh

Jika Ibu ingin membiasakan tata krama untuk si Kecil, memberikan contoh adalah guru terbaik baginya, Bu. Nah, ketiga ungkapan di atas haruslah lebih sering terdengar di rumah sebagai contoh. Misalnya, ketika Ayah pulang dari kantor dan membawakan makan malam, ibu bisa mengucapkan terima kasih di depan si Kecil, “Terima kasih Ayah, makan malamnya enak!” 

Atau, bisa juga dengan mengucapkan kata “tolong” saat sedang memanggil orang lain, “Janna, kamu bisa tolong ke sini?”  dan saat meminta bantuan pengasuh, “Mbak, boleh tolong ambilkan bajuku di atas?”. Jangan lupa, tetap konsisten dengan kebiasaan ini ya, Bu

Bagaimana Dengan Kata “Maaf”?

Ungkapan yang ini sedikit rumit nih, Bu. Yap, kata “maaf” seharusnya adalah kata yang terpenting dari semuanya. Tapi sayangnya, para orang tua terkadang suka berlebihan dalam menggunakan ungkapan ini.

Menurut Betsy Brown Braun, penulis buku Just Tell Me What To Say: Sensible Tips and Scripts for Perplexed Parents, orang tua sering menggunakan kata “maaf” hanya karena malu saat si Kecil melakukan kesalahan. Misalnya, saat si Kecil melakukan hal yang kurang baik hingga anak lain menangis, maka orang tua biasanya langsung memaksa si Kecil meminta maaf saat itu juga tanpa memberikan penjelasan di balik hal tersebut.

“Padahal, lebih penting untuk mengajarkan empati daripada hanya mengucapkan kata-kata,” ujar Betsy. Ada baiknya jika kita menjelaskan dulu pada si Kecil bahwa yang dilakukannya salah. “Kakak, lihat kan dia sedih banget waktu kamu ambil mainannya?” Selanjutnya, tunjukkan padanya bagaimana caranya memperbaiki situasi, seperti “Nah, sekarang kita harus kembalikan mainannya lalu berikan dia tisu, ya?” Tentunya, kita tak ingin kan, kalau si Kecil dengan mudah mudah menggunakan kata “maaf” hanya untuk menghemat waktu, tanpa benar-benar merasa empati terhadap orang lain?

Libatkan Semua orang

Jangan sungkan ya Bu, untuk mengajak semua orang rumah ikut memberi contoh pada si Kecil. Bisa dari nenek, kakek, saudara yang tinggal di rumah, dan pengasuh. Dengan begitu, dia jadi terbiasa mempraktekkan kebiasaan sopan tersebut, tidak hanya kepada Ibu, tapi juga orang yang lain.

Mengajarkan kebiasaan sopan santun terhadap si Kecil adalah hal penting yang tak boleh kita lupakan sebagai orang tua. Tapi, jangan lupa memberikan pengertian di balik tindakan sopan santun ini, Bu.  Dengan begitu, si Kecil tak hanya belajar melakukan, tapi juga memahami alasan di balik kebiasaan yang kita ajarkan tersebut. Yuk, bersama-sama, kita membimbing si Kecil menjadi anak yang sopan dan manis!