Share Like
Simpan

Hai Ibu, si Kecil sekarang sudah mulai memasuki usia 2-3 tahun, ya? Wah, biasanya saat ini, sifatnya yang sulit dimengerti, tidak sabar, egois dan mudah ngambek mulai semakin terlihat, Bu. Nah, kalau Ibu sedang menghadapi fase yang baru saya sebutkan tadi, saya ingin berbagi saran, nih.

Dulu, saya sempat khawatir saat melihat si Kecil yang suka rewel dan egois, apalagi saat bermain dengan temannya. Ia sampai tidak mau berbagi mainannya lho, Bu. Namun, setelah berkonsultasi dengan teman dan kerabat, saya jadi tahu kalau sebetulnya hal tersebut masih termasuk wajar. Fase ini memang bisa terjadi karena mereka belum mengerti apa itu arti dari berbagi.

Nah, justru, saat ini belum terlambat sama sekali bagi Ibu dan Ayah untuk mulai mengajarkan si Kecil konsep berbagi. Mau tahu caranya? Mudah, Bu! Sebagai permulaan, waktu itu saya mencoba membuat rencana bermain seperti ini:

  1. Ajak si Kecil bermain ke luar rumah atau taman bermain.
  2. Siapkan camilan nikmat untuk menemaninya saat bermain.
  3. Saat bermain, ajak si Kecil untuk bergabung bersama dengan anak lain atau sebaliknya, minta ia untuk mempersilahkan anak lain bermain bersama.
  4. Di sela-sela waktu bermainnya, berikan ia camilan yang sudah Ibu bawa dan tawarkan juga kepada teman bermain si Kecil ya, Bu.
  5. Pada awalnya si Kecil terlihat tidak setuju, namun pelan-pelan saya coba meminta izin sekaligus memberi penjelasan seperti “Kakak, kan temannya tadi sudah meminjamkan mainan, boleh ya kue Kakak dibagi sedikit untuk dia?” Tak disangka, mendengar kata-kata saya, ia langsung setuju untuk berbagi dengan temannya tersebut. Yes, taktik saya berjalan mulus! Tidak lupa, saya pun langsung memujinya sambil memeluk karena sudah bersikap baik dengan orang lain.

Dari hasil obrolan saya dengan teman dan kerabat, saya juga baru tahu kalau anak di bawah usia 6 tahun memang belum sepenuhnya memahami arti dari empati. Keterikatannya terhadap benda-benda kesayangan membuat ia sulit memahami apa yang dirasakan oleh orang lain. Nah, untuk mengenalkan ia dengan rasa empati, dulu saya memulainya dari aktivitas di rumah. Misalnya, saat saya sedang melihat-lihat buku bergambar, saya pinjamkan kepada si Kecil agar ia bisa turut melihat. Selain itu, saya juga sering menawarkan makanan, “Hm, roti ini rasanya lezat sekali lho, Kak. Mau berbagi sama Ibu? Ibu yakin kamu pasti suka!”

Saya akui, mengajarkan si Kecil memang menjadi sebuah tantangan, bukan hanya  bagi kita saja, tapi juga untuknya. Bukan hal yang menyenangkan mendengar ia berteriak “Nggak!” atau “Nggak mau!” setiap kali diminta menawarkan mainan atau makanan kepada orang lain. Namun, Ibu jangan khawatir, ya. Ini merupakan momen di mana ia sedang belajar mengendalikan perasaannya sendiri, terutama sewaktu keinginan si Kecil bertentangan dengan permintaan Ibu.

Siap mempraktikkan tips-tips saya di atas, Bu? Perlu diingat juga ya Bu, memasuki usia 2-3 tahun ini, si Kecil memang sedang mengembangkan kemampuan bersosialisasinya sambil belajar memahami perasaan orang lain dengan cara mengamati dan menjelajahi dunia di sekitarnya. Oleh karena itu, selain melalui bimbingan Ibu sehari-hari, si Kecil tentu juga membutuhkan nutrisi yang mendukung daya tahan tubuhnya agar ia semakin bebas menjelajah dan mengembangkan kemampuan bersosialisasinya itu.

Untuk membantu menjaga daya tahan tubuhnya, saya selalu menyajikan susu Frisian Flag Jelajah Suprima yang diperkaya dengan kombinasi tinggi Protein, Zat Besi, Iodium, Selenium, Seng, Vitamin A, C & E, serta Inulin yang dapat mendukung pertumbuhan bakteri baik untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan si Kecil dan membantu penyerapan nutrisi dalam tubuh.

Menyenangkan ya, melihat perkembangan si Kecil kini begitu pesat. Yuk, mulai bimbing ia belajar berbagi. Sambil membimbing si Kecil nanti, apresiasikan juga momen tumbuh kembangnya yang berharga itu dengan mengabadikan momen indah saat belajar berbagi. Selamat beraktivitas dengan si Kecil, Bu!