Share Like
Simpan

Setelah 9 bulan menunggu, rasanya kehadiran si Kecil sekarang terasa begitu indah dan membahagiakan ya, Bu. Apalagi sekarang, Ibu sudah bisa memeluk serta mendengar gelak tawanya yang ceria dan menggemaskan itu setiap hari. 

Seiring dengan semakin seringnya Ibu bersamanya sejak ia berada di dalam kandungan, ikatan batin Ibu bersamanya tentu sudah semakin erat, ya. Namun bagaimana dengan Ayah atau Kakak?

Nah, agar pemahamannya mengenai sosok Ayah maupun Kakak semakin baik, yuk, mari bimbing ia untuk mengenal lebih dekat anggota keluarganya. Caranya tidak sulit, kok. Ayo ikuti beberapa tips berikut ini:

1. Saat mendongeng, coba ajak Ayah atau Kakak untuk bergantian bercerita bersama si Kecil. Dengan begitu, si Kecil pun ikut terbiasa dengan kehadiran mereka. 

2. Sesekali, ajarkan Ayah atau Kakak untuk mengganti popok si Kecil agar ia juga bisa merasakan hangatnya kasih sayang dari anggota keluarganya yang lain.

3. Jadikan waktu mandi menjadi lebih menyenangkan dengan mengajak Kakak atau Ayah ikut bermain bersama.

4. Ibu juga bisa mengajak Ayah atau Kakak untuk bergantian menemani si Kecil tidur. Sesekali, ajak mereka untuk menyanyikan lagu “Nina Bobo” sebagai penghantar sebelum ia tidur lelap. 

Selain cara tersebut, Ibu juga bisa menggunakan album foto sebagai media pengenalan agar ia terbiasa mengenali wajah anggota keluarganya. Bagaimana caranya? Coba tunjukkan foto Ayah dan Kakak kepadanya, lalu menyebutkan nama mereka sambil bercerita kepada si Kecil, misalnya dengan mengatakan, “Sayang, ini kakak kamu. Dia dulu juga pernah sebesar kamu, lho.” Alternatif lainnya, Ibu bisa menggunakan buku cerita bergambar yang memiliki cerita tentang keluarga juga, lho, misalnya buku tentang Goldilocks dan 3 Beruang. Dengan begitu, ia bisa mengenal lebih jauh tentang hubungan antar anggota keluarga yang ada di sekelilingnya. Cobalah juga sesering mungkin menggunakan kata-kata seperti "Ibu", "Ayah", dan "Kakak" secara konstan saat bersama si Kecil. Membiasakannya menggunakan berbagai jenis sebutan dalam keluarga dapat melatih ia mengenali serta membuat ia semakin lihai untuk mengekspresikan kata-kata pertamanya .

Bu, sebenarnya apa saja ya manfaat dari aktivitas ini untuk psikologi anak? Memperkenalkannya kepada anggota keluarga inti  ternyata dapat membangun rasa aman pada diri si Kecil terutama ketika Ibu sedang tidak berada di sekitarnya, Bu. Seperti misalnya, ketika Ayah atau Kakak yang harus bergantian mengurusinya saat Ibu ada urusan di luar rumah. Melalui aktivitas seperti ini, maka si Kecil tentu tidak akan rewel ketika harus berada bersama mereka. 

Nah, agar tumbuh kembangnya semakin optimal, si Kecil membutuhkan nutrisi yang baik serta lengkap. Setelah 6 bulan pertamanya mendapat ASI Eksklusif, di usia 7-12 bulan, biasanya si Kecil sudah siap untuk makanan padat pertamanya. Ibu bisa memulainya dengan memberikan makanan berupa puree dengan bahan sayur-sayuran yang sudah dikukus hingga matang. Caranya mudah kok, Bu. Tuangkan sayuran ke dalam pengalus makanan dan tunggu hingga halus menyerupai pasta. Ibu bisa memberikan ia sayur-sayuran berupa brokoli, wortel, kentang, bayam, dan kacang polong. Variasikan menu tersebut dengan buah-buahan secara bergantian agar si Kecil tidak mudah bosan. Satu hal yang perlu Ibu ingat agar tidak menambahkan bumbu apapun ke dalam makanan si Kecil ya, Bu. Biarkan ia menikmati rasa asli dari sayur-sayuran serta buah-buahan pada makanannya.

Namun, sebelum memberikan makanan pendamping ASI, Alangkah baiknya jika sebelum memberikannya makanan padat, Ibu berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter untuk memastikan si Kecil tidak memiliki alergi akan makanan tertentu. Biasanya, Ibu akan disarankan untuk menghindari makanan berupa produk susu, telur, gandum, ikan, kacang-kacangan, dan kacang kedelai karena makanan tersebut mudah memicu alergi pada si Kecil. 

Semoga si Kecil sehat selalu dan tumbuh kembangnya semakin optimal ya, Bu!