Whatsapp Share Like Simpan

Bayi yang sehat salah satunya ditandai dengan bertambahnya berat badan sesuai dengan grafik KMS. Namun, ada kalanya bayi susah mengalami kenaikan berat badan, terlebih jika ia sudah aktif bergerak. susah makan MPASI, atau kekurangan asupan lemak. Usaha yang bisa Ibu lakukan adalah dengan memberikan makanan penambah berat badan bayi. Di bawah ini terdapat 1 makanan yang efektif dalam menambah berat badan bayi, yaitu sebagai berikut:

Telur

Telur merupakan sumber protein tinggi yang sangat mudah dan kaya manfaat untuk dijadikan bahan MPASI bayi. Telur juga mengandung lemak jenuh, vitamin, dan mineral yang mampu mengoptimalkan kenaikan berat badan pada bayi. Namun telur berisiko menyebabkan reaksi alergi sehingga harus berhati-hati dalam memberikannya.

Daging Ayam Tanpa Lemak

Untuk sumber protein MPASI, Ibu juga bisa memilih daging ayam tanpa lemak. Kandungan proteinnya yang tinggi sangat membantu tumbuh kembang bayi. Lalu ada kandungan vitamin B6, B12, magnesium, dan fosfor yang akan bermanfaat untuk memperkuat tulang dan gigi, mengoptimalkan fungsi ginjal, dan menjaga kesehatan sistem saraf.

Kentang

Kentang

Sebagai variasi karbohidrat pengganti nasi, kentang adalah pilihan yang tepat, Bu. Makanan penambah berat badan bayi ini aman dikonsumsi karena tidak menyebabkan alergi dan memiliki tekstur yang lembut. Selain itu, kandungan nutrisinya sudah tidak perlu diragukan lagi. Kentang berukuran sedang sudah mengandung karbohidrat hingga 26 gram, vitamin, mineral, dan berbagai jenis fitokimia, seperti fenol alami dan karotenoid.

Gandum Utuh

Di samping tinggi kandungan serat yang dapat memperlancar sistem pencernaan, gandum utuh juga bisa menjadi makanan penambah berat badan bayi. Sebagai MPASI, gandum utuh bisa diberikan dalam bentuk tepung yang diolah menjadi bubur dan ditambah dengan sumber protein dan sayuran agar lebih lezat dan bergizi.

Artikel Sejenis

Oat

Oat sudah dikenal sebagai makanan sehat yang baik untuk dikonsumsi semua usia, termasuk bayi. Makanan penambah berat badan bayi ini memiliki kandungan protein, lemak jenuh, rendah kolesterol, tinggi magnesium, fosfor, tiamin, dan serat. Pemberian oat untuk MPASI bisa dicampur dengan potongan buah-buahan, sumber protein, dan sayuran.

Pisang

Pisang merupakan jenis buah yang paling sering dijadikan bahan MPASI karena praktis, rasanya manis, dan kaya nutrisi. Buah berwarna kuning ini mengandung kalori yang lebih banyak dari berbagai jenis buah lainnya, seperti stroberi, apel, atau semangka, sehingga menjadikannya sebagai makanan penambah berat badan bayi. Selain itu, pisang juga mengandung karbohidrat, vitamin B6, C, dan kalium.

 

Alpukat

Alpukat

Buah lainnya yang juga dapat dijadikan sebagai makanan penambah berat badan bayi adalah alpukat. Buah ini kaya akan kandungan lemak baik hingga 30 gram di setiap buah berukuran sedang. Memiliki rasa yang ringan dan tekstur yang lembut juga membuat alpukat sangat cocok sebagai bahan MPASI bayi.

 

Baca juga: [6 Kandungan Nutrisi] di Dalam Susu Penambah Berat Badan Anak

Pir

Di awal memperkenalkan makanan padat, Ibu bisa memilih pir karena buah ini termasuk ke dalam makanan penambah berat badan bayi. Hal penting lainnya adalah pir mengandung banyak gizi, seperti vitamin B6, C, zat besi, dan serat yang mampu memberikan rasa kenyang dalam waktu lama. Olah pir menjadi puree, jus, atau finger food.

Kacang Polong

Jika ingin memperkenalkan sayuran pada bayi, Ibu sebaiknya memilih kacang polong. Kacang ini mengandung banyak nutrisi penting bagi kesehatan dan tumbuh kembang bayi, mulai dari vitamin A, B6, C, tiamin, fosfor, niasin, magnesium, dan serat. Ibu bisa mengolahnya menjadi sup, puree, atau direbus untuk dijadikan finger food.

Selai Kacang

Selain kaya lemak sehat dan gizi lainnya, kacang disarankan mulai diperkenalkan pada bayi sejak usia 6 bulan untuk menurunkan risiko alergi makanan karena kacang. Ibu bisa memulai dengan memberikan selai kacang yang dicampur dengan sereal, mentega, dan almond untuk sarapan pagi.

Susu

Tak hanya merupakan sumber kalsium yang baik untuk tulang, susu juga bisa dijadikan sebagai makanan penambah berat badan bayi lho, Bu. Susu mengandung lemak hewani yang dapat membantu meningkatkan berat badan.

Namun, bayi usia di bawah 1 tahun belum mampu mencerna susu, sehingga Ibu harus selektif dalam memilih susu yang tepat. Pilihlah susu yang sesuai dengan kategori usia bayi.

Yogurt

Yogurt bisa dijadikan cemilan sehat yang tepat untuk bayi karena memiliki kandungan kalori dan lemak yang bisa membantu menambah berat badan bayi. Yogurt juga bisa ditambahkan ke dalam MPASI agar menambahkan lebih banyak manfaat, seperti untuk memperlancar sistem pencernaan, mengatasi masalah pada lambung, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Untuk bayi, pastikan untuk memilih yogurt yang terbuat dari susu murni agar mengandung lemak yang baik untuk perkembangan otaknya.

Minyak Zaitun

Minyak Zaitun

Minyak zaitun merupakan salah satu makanan penambah berat badan bayi yang paling baik. Mengapa? Karena setiap satu gram lemak nabati yang ada didalamnya dapat mencapai hingga 9 kalori. Gunakan minyak zaitun untuk menumis atau sekedar ditambahkan ke dalam MPASI untuk membantu mencapai berat badan bayi yang ideal.

Minyak Sehat

Selain minyak zaitun, Ibu juga bisa mengolah bahan makanan dengan minyak sehat lainnya, seperti minyak kelapa murni, minyak bunga matahari organik dingin, dan minyak mustard organik dingin. Ketiganya mengandung jenis lemak sehat yang bisa menjadi makanan penambah berat badan bayi.

 

Berikan makanan penambah berat badan bayi di atas secara bervariasi setiap hari, Bu. Jangan lupa untuk menambahkan sumber makanan lainnya agar kebutuhan gizi bayi tetap tercukupi sehingga tumbuh kembangnya pun berjalan dengan optimal. Semoga bayi makan dengan lahap dan berat badannya mengalami kenaikan ya, Bu.

Ibu memiliki pertanyaan atau ingin berkonsultasi seputar anak? Langsung kunjungi laman Tanya Pakar saja ya, Bu. Para ahli di sana akan menjawab semua pertanyaan Ibu secara langsung. Untuk bisa memakai fitur tersebut, pastikan Ibu sudah registrasi terlebih dulu.

 

Sumber:

Orami