Ada banyak jenis sayuran yang kaya nutrisi dan bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Namun, apakah semua jenis sayuran tersebut aman dikonsumsi oleh si Kecil? Terutama untuk bayi berusia 7-12 bulan yang masih dalam masa perkenalan dengan makanan padat, sehingga Ibu harus hati-hati dalam mengolah dan memberikan jenis sayuran ke dalam menu MPASI si Kecil. 

Dalam menyajikan jenis sayuran untuk MPASI si Kecil, Ibu perlu memerhatikan cara pengolahannya dengan tepat. Sebaiknya jenis sayuran tersebut direbus, dikukus, atau dihaluskan menggunakan food processor terlebih dahulu agar dapat lebih mudah dikonsumsi oleh si Kecil. Lantas, apa saja jenis sayuran yang bisa Ibu olah menjadi MPASI yang lezat? Simak rekomendasinya di bawah ini, ya!

Rekomendasi Jenis Sayuran yang Baik untuk Bayi

Inilah beberapa rekomendasi jenis sayuran yang bisa Ibu dapatkan dengan mudah dan diolah untuk menu MPASI si Kecil:

  1. Brokoli

    Brokoli termasuk jenis sayuran yang baik bagi bayi karena rendah kalori dan kaya nutrisi. Bahkan, brokoli disebut sebagai superfood karena mengandung beragam nutrisi, mulai dari protein, serat, vitamin K, vitamin C, vitamin B, kalium, zinc, dan lain sebagainya. 

    Kandungan nutrisi dalam jenis sayur ini bermanfaat sebagai antioksidan yang membantu melawan paparan radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh, menyehatkan pencernaan, membantu membentuk jaringan tubuh, dan lain-lain. 

    Artikel Sejenis

  2. Wortel

    Jenis sayuran kedua yang bermanfaat untuk kesehatan dan tumbuh kembang bayi adalah wortel. Selain dapat menambah warna makanan menjadi lebih menarik, wortel juga menyimpan beragam nutrisi yang tak kalah penting, mulai dari protein, serat, vitamin A, beta karoten, vitamin K, kalium, zinc, magnesium, dan lain sebagainya. 

    Kandungan nutrisi itulah yang membuat wortel bermanfaat untuk mendukung daya tahan tubuh, menjaga kesehatan pencernaan, menjaga kesehatan tulang dan gigi, meningkatkan kesehatan mata, dan lain-lain. 

  3. Bayam

    Kandungan serat yang tinggi dalam bayam bermanfaat untuk menjaga kesehatan pencernaan si Kecil sehingga membantu ia terhindar dari sembelit atau konstipasi. Selain itu, jenis sayuran ini juga mengandung nutrisi lain, seperti protein, vitamin A, vitamin C, asam folat, kalsium, zat besi, zinc, dan nutrisi lain yang dibutuhkan oleh bayi. 

    Nutrisi tersebut bermanfaat untuk mendukung kesehatan mata, melancarkan sirkulasi oksigen, membantu mencegah beragam penyakit, mendukung daya tahan tubuh, dan menjaga kesehatan tulang. 

  4. Labu siam

    Rekomendasi jenis sayuran selanjutnya yang bisa Ibu olah untuk MPASI si Kecil yaitu labu siam. Siapa sangka ternyata labu siam mengandung sejumlah nutrisi penting, di antaranya protein, kalsium, magnesium, fosfor, vitamin A, vitamin B6, vitamin C, vitamin E, asam folat, dan zinc. 

    Selain dapat menjaga daya tahan tubuh, jenis sayuran ini juga bermanfaat untuk membantu membunuh kuman di dalam usus sehingga pencernaan si Kecil jadi lebih sehat, serta membantu mencegah sembelit atau konstipasi. 

  5. Labu kuning

    Tak kalah dengan labu siam, ternyata labu kuning juga termasuk jenis sayuran yang baik untuk bayi berusia 7-12 bulan lho, Bu. Labu kuning mengandung lemak dan kalori yang rendah, namun tinggi serat sehingga baik bagi pencernaan. Selain itu, jenis sayuran ini juga mengandung kalsium, kalium, vitamin A, vitamin C, dan lainnya yang mendukung daya tahan tubuh. 

  6. Buncis

    Jenis sayuran berwarna hijau ini pun bisa dijadikan alternatif lain untuk menu MPASI si Kecil ya, Bu. Sebab, buncis termasuk sayuran tinggi serat, vitamin A, vitamin C, vitamin K, zat besi, zinc, asam folat, sodium, dan lain-lain. 

    Itulah mengapa bunci bermanfaat untuk menjaga kesehatan pencernaan, mendukung perkembangan kognitif, meningkatkan fungsi tulang, dan lain sebagainya. 

  7. Kembang kol

    Ibu juga bisa mengolah MPASI si Kecil yang berbahan dasar kembang kol karena jenis sayuran ini pun tak kalah bernutrisi dan bermanfaat lho. Selain tinggi serat dan mineral, kembang kol juga kaya antioksidan yang dapat membantu melindungi tubuh dari berbagai penyakit. Tak hanya itu, kembang kol juga dapat mendukung kesehatan tulang, mencegah kolesterol, mengontrol berat badan, membantu mencegah sembelit, dan lainnya. 

  8. Tomat

    Sebenarnya tomat masuk ke dalam kategori buah-buahan, tetapi tak ada salahnya jika Ibu mengolah tomat dengan jenis sayuran lainnya ke dalam menu MPASI si Kecil. Sebab, tomat dikenal sebagai buah yang rendah kalori dan lemak, serta tinggi vitamin dan mineral. 

    Di balik banyaknya nutrisi tersebut, tomat bermanfaat untuk membantu menghambat pertumbuhan sel kanker, menjaga kesehatan jantung, mendukung kesehatan kulit, dan lain sebagainya. 

  9. Ubi

    Tak kalah dengan jenis sayuran lainnya, ubi jalar juga mengandung beragam nutrisi yang penting bagi kesehatan, seperti protein, serat, kalsium, sodium, zat besi, magnesium, vitamin A, beta karoten, vitamin C, kolin, dan nutrisi lain. 

    Itulah mengapa ubi jalar bermanfaat untuk mendukung daya tahan tubuh, menjaga kesehatan mata, mengendalikan gula darah, baik bagi pencernaan, dan lain-lain. 

  10. Timun jepang

    Timun jepang atau kyuri termasuk jenis sayuran yang bisa Ibu berikan untuk si Kecil dalam jumlah yang tepat. Bahkan, timun jepang juga bisa jadi pengganti teether alami bagi bayi yang berusia 7-12 bulan karena sifatnya yang menenangkan rasa gatal di gusi saat tumbuh gigi. 

    Jenis sayuran ini mengandung protein, serat, vitamin A, vitamin C, vitamin K, kalium, magnesium, dan mangan. Tak heran kalau timun jepang bermanfaat untuk mencegah dehidrasi, melancarkan pencernaan, sebagai antioksidan, dan membantu mendukung daya tahan tubuh. 

  11. Kol

    Kol juga bisa jadi alternatif saat Ibu memberikan MPASI kaya nutrisi untuk si Kecil. Meski dikenal sebagai jenis sayuran yang membuat perut kembung, tapi kol juga menyimpan manfaat lain, seperti melancarkan pencernaan, mengurangi peradangan, menjaga kesehatan jantung dan mata, hingga menurunkan risiko penyakit. Namun, Ibu juga harus memberikan kol sesuai batas normal dan tidak berlebihan. 

Itulah beberapa rekomendasi jenis sayuran yang bisa Ibu kreasikan menjadi menu MPASI yang sehat dan lezat. Meski sayuran kaya manfaat, Ibu tetap harus memberikan si Kecil protein hewani, seperti susu, telur, ikan, daging merah, dan daging putih. Sebab, protein hewani mengandung 9 Asam Amino Esensial (9 AAE) yang lengkap, sedangkan protein nabati tidak.

Ibaratnya, 9AAE adalah sebuah mobil, sedangkan DHA merupakan penumpangnya. Jadi, jika si Kecil kekurangan 9AAE, maka DHA dan nutrisi prima lainnya tidak bisa diantarkan ke tujuan masing-masing, yaitu ke dalam sel-sel tubuh. Maka dari itu, asupan 9AAE dan DHA harus saling melengkapi untuk meningkatkan perkembangan otak si Kecil agar lebih kreatif di masa golden age-nya.

Ibu tidak perlu khawatir karena 9 AAE juga sebenarnya bisa didapatkan dari ASI atau susu khusus bayi yang diformulasi dengan 9 AAE. Untuk mencukupi kebutuhan nutrisi bayi 7-12 bulan, pastikan ia mengonsumsi ASI secara rutin. Itulah mengapa Ibu perlu meningkatkan kualitas ASI dengan cara minum susu Frisian Flag PRIMAMUM karena mengandung 9 asam amino esensial (9AAE) lengkap dan 9 nutrisi penting lainnya untuk kebaikan Ibu dan si Kecil. Susu ini juga diperkaya dengan tinggi asam folat, omega 3 (ALA), omega 6 (LA), serta tinggi DHA untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan sel otak si Kecil.

Susu Frisian Flag PRIMAMUM juga mengandung tinggi zat besi, tinggi zinc, dan sumber serat pangan inulin untuk mendukung daya tahan tubuh Ibu dan si Kecil. Ditambah kandungan tinggi kalsium dan tinggi vitamin C untuk mendukung pertumbuhan sel tubuh si Kecil.

Namun jika ASI dirasa tidak cukup, Ibu bisa memberikan susu pendamping ASI sesuai dengan anjuran tenaga kesehatan ya Bu. Pastikan Ibu bertanya susu yang mengandung 9 protein asam amino esensial lengkap dan tinggi DHA, karena protein adalah komponen yang penting untuk mendukung tumbuh dan kembang bayi ya Bu! 

Sebagai tambahan informasi, Ibu bisa mengetahui kebutuhan gizi harian si Kecil lebih terperinci melalui fitur Kalkulator Gizi.

Fitur ini juga terdapat dalam Akademi Keluarga Prima lho, Bu. Di fitur ini, Ibu bisa cek kecukupan jumlah gizi harian Si Kecil yang dikembangkan oleh Akademi Keluarga Prima bersama Lora Sri Nofi, PGNutr, MNutrDiet, RD.