Setiap orang tua tentu berharap si Kecil memiliki perilaku yang baik sebagai bekal masa depannya, selain kecerdasan dan perkembangan yang optimal. Oleh karena itu, pendidikan si Kecil sebaiknya tidak berpusat pada kecerdasan semata, tetapi juga mengutamakan pendidikan ahlak dan perilaku yang baik sejak usia dini. Untuk menerapkan hal itu, sebaiknya Ibu mengetahui lebih dulu tahapan perkembangan dan keterampilan anak usia dua tahun ke atas. Dengan demikian, Ibu dapat mendidik si Kecil sesuai dengan tahapan perkembangan usianya.

Pada usia dua tahun, si Kecil umumnya telah mampu meniru apa yang Ibu lakukan saat Ibu melakukan pekerjaan rumah tangga. Si Kecil juga lebih mandiri dan dapat melepas pakaiannya sendiri, makan tanpa bantuan dan tidak banyak makanan yang tercecer atau tumpah. Dengan keterampilan yang telah dimiliki si Kecil pada usia dua tahun ini, Ibu dapat membiasakan si Kecil belajar hal-hal lain dan menerapkan perilaku yang baik padanya. Misalnya, ajak si Kecil merapikan mainannya setelah selesai bermain dan memasukkannya ke dalam kotak mainan, atau memasukkan pakaian kotornya ke dalam keranjang cucian baju. Berilah contoh pada si Kecil, misalnya saat Ibu memasukkan pakaian kotor si Kecil ke dalam keranjang cucian, katakan padanya, “Nak, pakaian kotormu Ibu masukkan ke dalam keranjang di sini. Besok kamu sendiri yang memasukkan ke dalam keranjang ini, ya, sayang.“ Ajarkan semua keterampilan dan perilaku kedisiplinan secara bertahap agar menjadi kebiasaan dan perilaku yang baik di kemudian hari.

Pada usia ini, perbendaharaan kata si Kecil pun sudah bertambah dan dapat menunjukkan paling sedikit satu bagian dari tubuhnya, seperti rambut, mata, hidung, dan mulut. Oleh karena itu, latihlah ia untuk mengenal bagian tubuhnya dan belajar mengenai kesehatan. Misalnya, berilah pengertian padanya untuk mencuci tangan sebelum makan agar ia terbiasa melakukan kebiasaan hidup sehat. Selain itu, untuk membantu keterampilannya dalam berbicara, ajak si Kecil merangkaikan dua kata untuk menyampaikan keinginannya. Misalnya,”Adik mau minum? Haus, ya?” Mintalah ia mengulang-ulang kata seperti, “Mau minum”

Saat duduk dan santai bersama si Kecil, Ibu dapat menunjukkan gambar-gambar binatang di buku dan menyebutkan nama-nama binatang tersebut. Selain itu, bacakanlah cerita sebelum tidur. Mintalah si Kecil menceritakan kembali dengan kata-katanya sendiri cerita yang Ibu bacakan dari buku tersebut. Mungkin ia masih terbata-bata dengan kata-kata yang terbatas saat menceritakannya kembali, namun dengan berlatih setiap hari, keterampilan bicaranya akan semakin meningkat.

Bagaimana mengubah perilaku si Kecil agar mau berbagi? Anak seusia dua tahun umumnya mengalami perkembangan ‘ego’ dan mempunyai rasa ‘kepemilikan’ terhadap suatu benda yang erat. Ia tidak mau orang lain mengganggu atau menyentuh mainannya, dan akan mempertahankan apa yang menjadi miliknya, serta sukar untuk berbagi. Menurut ahli psikologi anak, sebaiknya Ibu jangan menghukum si Kecil karena ia tidak mau berbagi dengan kawan atau lingkungan sekitarnya, atau karena ia bersifat egois. Berikanlah pengertian dan bantulah si Kecil untuk mengekspresikan emosinya melalu kata-kata, misalnya “Ibu tahu, Nak, kalau kamu ingin memeluk bonekamu.” Atau, “Ibu tahu, sayang, kalau kamu sedih karena kawanmu mengambil bonekamu.” Berikan contoh saat Ibu mau meminjam krayon atau bonekanya dengan meminta izin terlebih dahulu. Bantulah si Kecil untuk berbagi dan bermain bersama kawan sebaya atau anggota keluarga di dalam lingkungan rumah, sehingga ia akan terbiasa untuk berbagi dan memperluas hubungan sosial dengan lingkungan sekitarnya.

Ekspresikan perilaku lembut Ibu saat mengantar si Kecil tidur. Misalnya dengan memeluk boneka kelinci si Kecil dan katakan, “Selamat tidur, kelinci kecil, besok kita main lagi, ya. Sekarang waktunya kita tidur.” Berikan ciuman selamat tidur pada si Kecil.

Bila pendidikan perilaku dimulai sejak usia dini, si Kecil akan terbiasa hidup teratur, sehingga mempermudah pola hidupnya hingga kelak di kemudian hari. Pendidikan untuk cerdas otak hendaknya diimbangi dengan cerdas perilaku. Nah, Ibu tunggu apa lagi, mari bantu si Kecil untuk berperilaku baik sejak dini, selain mendukung perkembangan dan kecerdasannya!