Share Like
Simpan

Bu, sudah punya rencana belum untuk kegiatan sore nanti bersama si Kecil? Kalau belum, yuk, ajak si Kecil membuat prakarya. Sambil beraktivitas, Ibu juga bisa mengamati sejauh mana perkembangan kemampuan motorik si Kecil, lho. Bagaimana caranya?

Dulu, saya dan si Kecil sering sekali bermain menggunakan tanah liat. Selain mudah ditemukan, berkreasi menggunakan tanah liat juga bisa menjadi ide kegiatan yang menyenangkan. Ibu pun bisa melakukannya bersama si Kecil di rumah kapan saja. Untuk mencoba permainan menggunakan tanah liat, Ibu membutuhkan:

  • Tanah liat (bisa diganti plastisin atau disebut juga lilin mainan dengan bahan yang aman bagi si Kecil).
  • Penggaris plastic untuk memotong.
  • Pensil berujung tumpul.
  • Cetakan kue beraneka bentuk, seperti hati, bintang, dll.

Apabila semua perlengkapan sudah siap, Ibu pun dapat memulai kegiatan. Biasanya, saya dan si Kecil berlomba membentuk tanah liat tersebut sesuai dengan imajinasi masing-masing. Seru, deh! Nah, berikut ini adalah cara bermainnya:

  1. Pertama, ambil kira-kira sekepal tanah liat, lalu ratakan menggunakan tangan. Dari sini, Ibu dan si Kecil bisa membentuknya sesuai dengan keinginan. Biasanya saya membuat bentuk-bentuk yang sederhana terlebih dahulu, contohnya segitiga ataupun kotak.
  2. Gunakan penggaris plastik untuk memotong tanah liat menjadi bentuk kotak, segitiga, dll. Kalau dulu, si Kecil paling senang berkreasi menggunakan cetakan kue, karena ia bisa membuat bintang, hati, berlian, dan lain-lain. Cukup dengan menekankan cetakan tersebut ke tanah liat, jadilah bentuk yang diinginkan.
  3. Kreativitas si Kecil tidak hanya berhenti sampai di situ. Seringkali ia membuat pola-pola lucu menggunakan pensil yang ia miliki. Pernah, ia membuatkan saya bentuk kotak dari tanah liat, dengan ukiran garis dan bulatan di atasnya. Setelah saya amati, ternyata ia membuatkan saya “biskuit,” serupa dengan bentuk biskuit yang biasa ia makan. Senang deh, melihat si Kecil berimajinasi.
  4. Agar si Kecil semakin semangat, pilihlah tanah liat atau plastisin dengan warna-warna menarik. Umumnya, banyak pilihan warna yang tersedia di toko buku ataupun toko mainan, Bu. Tinggal pilih warna mana yang kira-kira disukai oleh si Kecil di rumah.

Bagaimana? Seru sekali ya, Bu, berkreasi bersama si Kecil? Tidak hanya menyenangkan, kegiatan di atas juga baik untuk mengasah kemampuan motorik si Kecil. Terutama, untuk keterampilan tangannya. Gerakan seperti meremas, menekan, ataupun menjumput tanah liat memiliki pengaruh positif untuk kekuatan otot tangan. Ingat saat si Kecil mencoba menggulung tanah liat? Sebenarnya, si Kecil sedang belajar mengendalikan kontrol tangannya, lho. Saya dulu lebih mudah mengajarkan si Kecil memegang pensil dan menulis untuk pertama kalinya. Sebab, aktivitas ini telah mengasah kekuatan genggaman tangan si Kecil sejak masih sangat kecil.

Saya pernah membaca di situs Perhatikan deh, Bu. Saat memotong, ia sedang melatih koordinasi tangan dan matanya, lho. Ia berkonsentrasi penuh guna menghasilkan potongan yang bagus. Lebih dari itu, si Kecil pun bisa bereksplorasi dengan beraneka ragam bentuk dan tekstur favoritnya. Ini merupakan hal yang baik untuk perkembangan kognitifnya. Jadi, saat masuk sekolah nanti, si Kecil telah mendapatkan bekal pengetahuan yang cukup untuk berkarya di sekolah.

Selain lewat permainan seperti di atas, saya juga berusaha mendukung tumbuh kembang si Kecil lewat asupan makanan bergizi. Saya menemukan bahwa terdapat banyak nutrisi yang ia butuhkan agar tetap sehat, contohnya Seng dan Selenium. Seng bermanfaat untuk menjaga sistem kekebalan tubuh dan juga kelancaran proses penyembuhan tatkala si Kecil sakit. Sedangkan, Selenium berperan dalam melindungi sel dan jaringan tubuh dari bahaya radikal bebas.

Kenapa sih, pertahanan tubuh si Kecil menjadi penting? Tentunya, sebagai ibu, saya ingin si Kecil senantiasa sehat, agar ia bisa belajar banyak hal tanpa terganggu. Apalagi, usia 4-6 tahun masih merupakan masa keemasan, di mana ia sedang rajin berimajinasi dan berkarya dengan temuan-temuannya. Tak heran kan, kalau saya pun berusaha mendukung proses kreativitas tersebut dengan memenuhi kebutuhan nutrisinya.

Setelah mempelajari hal tersebut, saya memutuskan untuk memberikan si Kecil susu pertumbuhan sebagai pelengkap nutrisinya. Pilihan saya jatuh pada Frisian Flag Karya Suprima. Kandungan nutrisi pada Frisian Flag Karya Suprima lengkap sekali, Bu. Selain Seng dan Selenium, susu ini diperkaya dengan kombinasi Tinggi Vitamin D, Kalsium, Fosfor, Vitamin, A, C, & E serta Inulin. Vitamin dan mineral tersebut merupakan nutrisi kunci yang bermanfaat untuk proses tumbuh kembang si Kecil. Saya pun tidak perlu khawatir kreativitas si Kecil terganggu, sebab kebutuhan gizinya tercukupi dengan baik.

Semoga pengalaman saya ini dapat bermanfaat untuk Ibu dan si Kecil, ya. Selamat berkarya bersama si Kecil. Jangan lupa ceritakan keseruannya di sini, ya!