Share Like
Simpan

Halo, Ibu! Tak terasa, kini usia kehamilan Ibu sudah memasuki trimester ketiga, ya. Setelah melewati masa morning sickness, biasanya Ibu mulai lebih mudah menerima berbagai jenis makanan. Meski begitu, Ibu tetap harus memerhatikan nutrisi dan gizi dari makanan yang dikonsumsi, sebagai bagian dari persiapan kelahiran. Apalagi, berbagai perubahan pola makan dan juga hormon yang terjadi selama masa kehamilan, bisa membuat Ibu rentan terkena diare, terutama pada trimester ketiga, lho.

Saya adalah salah satu ibu yang sempat terkena diare saat usia kandungan sudah menginjak delapan bulan. Diare di trimester ketiga, terutama ketika mendekati masa persalinan, memang cukup membuat deg-degan. Menurut dokter saya waktu itu, kondisi ini merupakan hal yang wajar karena tubuh sedang menyiapkan diri untuk menghadapi masa persalinan. Nah, agar kesehatan Ibu tetap terjaga sehingga tidak memengaruhi kesehatan si Kecil, baca ulasan berikut yuk, Bu!

Penyebab Diare

Jika orang biasanya terkena diare karena virus, bakteri, keracunan, maupun konsumsi obat-obatan, diare pada ibu hamil umumnya disebabkan oleh hal-hal berikut:

• Perubahan hormon
Saat hamil, perubahan hormon dalam tubuh dapat menyebabkan sistem pencernaan bekerja lebih lambat maupun lebih cepat. Nah, jika sistem pencernaan bekerja lebih lambat, Ibu dapat terkena sembelit. Jika sistem pencernaan bekerja lebih cepat, Ibu dapat terkena diare.

• Sensitif terhadap makanan tertentu
Tak hanya penciuman yang menajam, percernaan Ibu saat hamil juga menjadi lebih sensitif terhadap kandungan makanan tertentu. Bahkan, tak jarang pula jika Ibu justru menjadi alergi terhadap makanan tertentu yang sebelumnya tak menjadi masalah. Itulah sebabnya, Ibu sangat dianjurkan untuk melakukan konsultasi kehamilan lebih lanjut untuk mengetahui hal ini, ya.

• Obat-obatan
Obat-obatan ataupun vitamin yang dikonsumsi juga dapat memengaruhi sistem pencernaan lho, Bu. Jika Ibu mengalami diare saat mengonsumsi obat, kondisi ini bisa menjadi tanda bahwa tubuh sedang beradaptasi terhadap kandungan obat tersebut, atau sebaliknya, Ibu tak cocok dengan kandungan pada obat tersebut. Nah, sebelum mengonsumsi obat atau vitamin tertentu saat hamil, pastikan Ibu sudah berkonsultasi dengan dokter kandungan terlebih dahulu ya, Bu.

• Perubahan pola makan
Saat hamil, biasanya kita akan mulai menerapkan pola hidup yang lebih sehat termasuk juga dalam memilih makanan untuk menjaga asupan nutrisi agar perkembangan janin optimal. Namun, perubahan pola makan yang tiba-tiba seperti ini, ternyata memiliki pengaruh terhadap proses pencernaan Ibu. Ini dikarenakan sistem peencernaan harus beradaptasi terhadap jenis-jenis makanan yang dikonsumsi.

Cara Menangani

Diare saat perut membesar memang tidak nyaman ya, Bu. Oleh karena itu, Ibu dapat melakukan hal berikut untuk meredakan kondisi ini:

• Perbanyak minum
Saat diare menyerang, tubuh Ibu akan terasa lemas akibat cairan tubuh yang hilang. Oleh sebab itu, Ibu harus memperbanyak asupan air untuk mengganti cairan tubuh yang hilang. Selain air putih, Ibu juga bisa mengganti kebutuhan elektrolit (mineral dalam darah yang mengatur kadar air dalam tubuh), vitamin, dan mineral dengan mengonsumsi apel yang dihaluskan ataupun sup yang dibuat dengan kaldu ayam.

• Hindari penyebab diare
Jika diare yang Ibu alami diakibatkan oleh adanya sensitivitas terhadap jenis makanan tertentu, Ibu dapat menghentikan konsumsi makanan tersebut untuk sementara waktu. Tak hanya itu, Ibu juga dapat menghindari beberapa jenis makanan yang dapat memperburuk kondisi diare , seperti susu, makanan asam, dan juga pedas.

• Ganti jenis obat
Jika diare terjadi akibat efek samping obat, sebaiknya Ibu berkonsultasi kepada dokter terlebih dulu. Bisa jadi, obat yang Ibu konsumsi dapat diganti dengan jenis lain, tanpa efek samping.

• Perhatikan kebersihan
Selain pola makan, kebersihan makanan juga menjadi faktor penting penyebab diare. Saat memasak, cuci bersih bahan makanan dan letakkan di tempat yang bersih. Jika Ibu membeli makanan jadi, perhatikan pula lingkungan tempat pembuatan maupun penjualannya ya, Bu.

Jika Ibu masih mengalami diare setelah lebih dari tiga hari, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter ya, Bu. Diare yang tak kunjung sembuh, dapat mengakibatkan dehidrasi dan berujung pada komplikasi yang tentunya berbahaya bagi Ibu maupun janin. Semoga Ibu dan si Kecil sehat selalu ya, Bu!