Share Like
Simpan

Konsultasi kehamilan menuju masa persalinan, merupakan hal yang selalu saya nantikan. Tak hanya soal menanti kehadiran si Kecil, proses persalinan itu sendiri acap kali meninggalkan kesan mendalam dan butuh persiapan yang matang, baik secara mental maupun fisik. Nah, sewaktu berkonsultasi dengan dokter, saya sempat menanyakan perihal memilih pendamping saat persalinan.

Berdasarkan konsultasi kehamilan menjelang persalinan ini, saya jadi tahu bahwa pendamping saat persalinan tak harus selalu sang Ayah, namun Ibu bebas memilih pendamping yang dirasa dapat membuat Ibu merasa tenang dan nyaman. Lalu, siapa sajakah yang bisa menjadi pendamping Ibu saat melahirkan? Ini beberapa pilihannya.

  1. Suami

Meski ada beberapa suami memilih menunggu persalinan di luar ruangan, tak ada salahnya menawarkan posisi pendamping persalinan padanya, Bu. Ini merupakan salah satu hak istimewa yang dimiliki calon ayah . Selain berperan mengurus kebutuhan Ibu selama di rumah sakit, keuntungan lainnya suami saat persalinan adalah terbentuknya ikatan emosional yang lebih erat antara Ayah, Ibu, dan si Kecil. Selain itu, ada beberapa peran penting yang dapat suami siapkan sebelum proses persalinan, Bu, antara lain:

  • Ikut menghitung usia kehamilan, terutama ketika menginjak trimester ketiga, agar ia tahu kapan kira-kira waktu kontraksi akan tiba. Informasi penting seperti ini, dapat membantunya untuk bertindak lebih sigap.
  • Ibu dan suami dapat mengikuti kelas prenatal

Bagi saya, proses kelahiran terbilang melelahkan. Oleh sebab itu, sarankan suami untuk memberikan pijatan saat kontraksi datang dan mendampingi ketika proses persalinan.

      2. Ibu

Sebagai orang yang lebih berpengalaman, orang tua perempuan bisa menjadi salah satu pilihan yang tepat untuk mendampingi Ibu. Kelebihan ini dapat menjadi dukungan emosional luar biasa saat menjalani proses persalinan, Bu..Ditambah, beliau dapat membantu proses perawatan bayi, terutama jika Ibu terkena baby blues. Apabila Ibu memilih didampingi beliau, ada beberapa hal yang dapat diperhatikan.

  • Jika Ibu tinggal terpisah, pastikan beliau mengetahui dimana letak perlengkapan perawatan bayi yang telah disiapkan di rumah. Sehingga, beliau bisa membantu Ayah untuk memeriksa kembali kebutuhan Ibu yang perlu dibawa ke rumah sakit.
  • Berikan segala informasi tentang hasil konsultasi kehamilan selama ini, agar beliau tidak panik jika terjadi sesuatu dalam ruang persalinan, dan dapat mengantisipasinya dengan baik. Informasi seputar kehamilan yang memadai juga dapat membantu beliau menenangkan Ibu saat proses persalinan.

     3. Saudara atau Sahabat Perempuan

Saudara atau sahabat perempuan juga bisa Ibu pertimbangkan menjadi pendamping saat melahirkan. Sebagai sesama perempuan, empati yang tinggi membuat Ibu dan ia kompak sehingga merasa lebih nyaman. Selain membantu menghubungi kerabat dan mengambilkan barang-barang selama Ibu terbaring di ranjang rumah sakit, ada beberapa peran penting lain yang dapat ia lakukan.

  • Selama masa kontraksi, ia dapat membantu mengalihkan rasa sakit dengan cara mengobrol, memberi semangat, atau menceritakan hal lucu,.
  • Apabila Ibu mengikuti kelas prenatal, berikan informasi seputar kelas tersebut padanya. Ibu dan ia dapat mengingat bersama-sama hasil mengikuti kelas prenatal.
  • Jika perlu, Ibu dapat meminta pertolongannya untuk mendokumentasikan momen-momen menjelang persalinan

Sudahkah Ibu memutuskan siapa yang akan mendampingi saat proses persalinan?  Dari konsultasi kehamilan yang pernah saya lakukan, ada beberapa kriteria yang harus dimiliki oleh calon pendamping persalinan nanti, yaitu ia harus tenang, berpikiran positif, mencintai Ibu, membuat Ibu merasa aman dan nyaman, tahu apa yang Ibu rasa dan butuhkan, dapat menjaga Ibu, dan punya sikap yang baik selama persalinan.

Selamat menanti kehadiran si Kecil!