Share Like
Simpan

Lebaran tahun ini mudik, Bu? Umumnya, aktivitas Ibu dan keluarga saat Lebaran akan lebih padat dibanding hari biasa. Saya pun dulu begitu, Bu. Mulai dari menyiapkan menu khas Lebaran, sampai bersilaturahmi dengan banyak orang, membuat saya dan keluarga jadi sibuk mondar-mandir dari satu rumah ke rumah lain. Wah, saya sampai sempat khawatir kami sekeluarga jatuh sakit karena kelelahan.

Aktivitas padat pada saat Lebaran waktu itu sempat mengganggu kesehatan balita. Jangankan si Kecil, saya saja sempat sakit usai beraktivitas di momen Lebaran. Nah, berdasarkan pengalaman saya saat itu, saya ingin memberikan informasi mengenai beberapa gangguan kesehatan yang kerap terjadi usai Lebaran.

1. Kelelahan

Aktivitas padat yang berlangsung seharian dapat menguras energi si Kecil. Apalagi, ia harus ikut ke berbagai tempat yang Ibu kunjungi untuk bersilaturahmi dengan keluarga. Selain itu, perjalanan yang dilakukan dari satu tempat ke tempat lain juga akan membuat tubuhnya terasa pegal-pegal, terutama jika menggunakan transportasi umum. Alhasil, saat kembali ke rumah, ia jadi terlalu lelah sehingga langsung tertidur atau malah susah tidur dan merengek karena kelelahan.

Agar si Kecil tak merasa terlalu lelah di hari Lebaran, Ibu bisa mengajaknya untuk tidur sejenak ketika ia sudah mulai rewel. Apabila Ibu sedang berada di rumah kerabat dekat, minta izinlah untuk menggunakan ruangan yang cukup sepi dan tidurkan si Kecil supaya ia bisa beristirahat.

2. Gangguan pencernaan

Saat bertandang ke rumah kerabat, Ibu dan keluarga tentu akan mencicipi beragam macam penganan yang sudah disediakan. Sayangnya, variasi makanan dan minuman yang dikonsumsi tak selalu cocok dengan kondisi perut si Kecil yang masih harus beradaptasi dengan bermacam-macam jenis makanan. Sehingga, ia lebih berisiko terkena gangguan pencernaan, seperti diare atau konstipasi. Kondisi seperti ini, biasanya dapat terjadi karena kandungan santan pada makanan yang jadi menu wajib saat Lebaran. Apabila si Kecil mengalami kondisi ini, Ibu perlu mengetahui langkah-langkah pertolongan pertama diare untuk meredakan gangguan pencernaan tersebut.

Selain itu, penyakit diare juga bisa menyerang si Ketika selama perjalanan mudik, Bu. Umumnya, saat mudik, Ibu dan keluarga cenderung membeli beragam jajanan untuk mengganjal perut ketika lapar. Padahal, kebersihan makanan tersebut belum tentu terjamin dengan baik. Di samping itu, udara di perjalanan yang merupakan campuran dari debu dan asap knalpot juga berbahaya bagi tubuh. Alhasil, risiko terkena diare setelah mudik pun meningkat.

3. Mual dan Muntah

Selain menyebabkan diare maupun konstipasi, mual dan muntah jadi salah satu kondisi yang bisa disebabkan oleh makanan. Namun, belum tentu ini berarti si Kecil mengalami keracunan makanan, Bu. Bisa jadi ia terlalu banyak mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung banyak gas, misalnya akanan yang mengandung fruktosa seperti bawang dan rafinosa seperti kubis. Itu sebabnya, sering kali si Kecil merasa mual dan kemudian muntah.

Jika si Kecil mengalami muntah dan disertai dengan demam, bisa jadi sistem pencernaannya terganggu karena makanan yang mungkin tak cocok dengan kondisi perutnya. Apabila ia mengalami hal ini, Ibu bisa memberikan si Kecil banyak air putih, dan sebaiknya hindari terlebih dahulu makanan padat selama kurang lebih enam jam setelah muntah. Sebagai alternatif untuk mengisi perut si Kecil, Ibu bisa memberikan roti panggang sebagai pengganti makanan yang sudah terbuang akibat muntah.

4. Batuk dan Pilek

Sebagai salah satu kebiasaan dalam bersilaturahmi, si Kecil tentu akan sering bersalaman dengan banyak orang ya, Bu. Namun, aktivitas ini dapat memudahkan kuman berpindah dari satu tangan ke tangan lain. Jika ada salah seorang kerabat yang sedang batuk atau pilek, risiko si Kecil tertular tentu lebih besar karena adanya kontak langsung dengan orang tersebut saat bersalaman. Sebagai pencegahan, Ibu bisa mengajarkannya untuk selalu mencuci tangan sebelum ia menyentuh bagian wajahnya. Hal ini bisa menjadi salah satu cara meminimalisir terjadinya penularan penyakit dari orang lain pada si Kecil. Apabila ia terserang batuk usai libur Lebaran , Ibu bisa memberikan banyak cairan untuk mengeluarkan dahak atau sup hangat untuk meredakan rasa gatal pada tenggorokan.

5. Alergi

Tak hanya mengganggu sistem pencernaan, variasi makanan dan minuman yang dikonsumsi juga berisiko menimbulkan reaksi alergi terhadap tubuh si Kecil, terutama jika ia suka mencoba berbagai makanan baru. Gatal-gatal, sesak napas, dan gejala alergi lainnya dapat timbul apabila ia memiliki riwayat alergi terhadap kandungan tertentu. Apabila Ibu dan keluarga memiliki riwayat alergi terhadap jenis makanan tertentu, sebaiknya selalu sediakan obat anti alergi yang biasa dikonsumsi oleh si Kecil ya, Bu.

Nah, berbagai gangguan kesehatan yang terjadi usai lebaran umumnya dapat dicegah melalui berbagai hal. Mulai dari selektif mengonsumsi menu lebaran yang bernutrisi, mengimbangi dengan makan buah dan sayur, dan juga memperkuat daya tahan tubuh dengan mengonsumsi vitamin. Agar daya tahan tubuhnya selalu terjaga, ia membutuhkan asupan nutrisi lengkap di masa pertumbuhannya ini. Salah satunya adalah dengan rutin mengonsumsi susu pertumbuhan Frisian Flag Jelajah yang diperkaya dengan beragam vitamin dan mineral untuk si Kecil yang sedang aktif menjelajah lingkungan sekitar.

Selamat berlebaran, Bu!