Share Like
Simpan

Penyakit pilek ataupun flu sangat menyebalkan, karena sering mengganggu aktivitas sehari-hari. Namun, yang lebih menyebalkan lagi, bila penyakit yang disebabkan oleh virus itu juga menulari si Kecil. Kerewelan pun bertambah akibat merasakan ketidaknyamanan di sekujur tubuhnya.

Infeksi saluran pernapasan atas (yang meliputi bagian telinga, hidung, dan tenggorokan) adalah jenis infeksi yang paling sering menulari anak-anak. Virus akan menyerang pertahanan tubuh. Menurut peneliti, hal normal jika seorang anak mengalami sakit pilek hingga delapan kali atau lebih setiap tahunnya, yang masing-masing dapat berlangsung selama lima hingga tujuh hari. Hal ini dikarenakan ada ratusan jenis virus sebagai penyebabnya, dan anak-anak belum memiliki kekebalan tubuh terhadap virus-virus tersebut sebelumnya. Itu sebabnya pilek tidak mempan diobati dengan antibiotik. Perlahan-lahan mereka akan membangun kekebalan tubuh, sehingga kemungkinan sakit pilek pun akan berkurang.

Kebanyakan orang tidak memahami perbedaan sakit pilek/selesma dan flu/influenza. Hidung meler/berair yang disertai puyeng/sakit kepala dan demam disamaratakan sebagai sakit pilek. Padahal penyebab pilek dan flu adalah virus berbeda, meski sama-sama menyebabkan infeksi pada saluran pernapasan atas. Itu sebabnya, pilek dan flu sesungguhnya bukan disebabkan oleh faktor cuaca, seperti perubahan suhu, hujan, angin, dan sebagainya.

Gejala awal pilek dan flu sangat mirip. Virus penyebab pilek terutama akan menyerang hidung, mata, dan mulut. Sedangkan virus flu, yang paling sering diserang adalah saluran pernapasan. Karena perbedaan virus dan lokasi yang diserangnya, pengobatan pilek dan flu berbeda. Flu lebih serius dibandingkan pilek, karena dapat menyebar ke paru-paru dan penyebab bronkitis hebat atau pneumonia (radang paru-paru).

Untuk lebih memahami perbedaan tersebut, perhatikan penjelasan berikut:
• Pilek/selesma:
- Serangannya lambat.
- Tidak lemah/lesu.
- Jarang disertai demam dan sakit kepala.
- Gejala-gejalanya setempat, seperti hidung mengalir dan bersin.
- Agak letih akibat pembersihan tubuh.
- Dada terasa tidak enak, biasanya disertai batuk lemah dan pendek, meski sering.
- Tenggorokan sering sakit.

• Flu/influenza:
- Serangannya cepat dan hebat.
- Cepat lemah dengan kulit lembab dan panas.
- Biasanya disertai demam tinggi (38,5-40 °C), sakit kepala, dan mata nyeri.
- Gejala-gejala umum, seperti kedinginan, muram, dan tubuh terasa nyeri.
- Sangat lelah, adakalanya berlangsung 2-3 minggu.
- Sakit dada yang akut, dengan batuk hebat.
- Kadang-kadang tenggorokan sakit.

Berikut ini cara meredakan gejala-gejala sakit pilek si Kecil:
- Tambahkan jumlah minum atau cairan yang biasa diminumnya.
- Teteskan larutan garam pada hidung untuk melonggarkan hidung yang mampat.
- Jika si Kecil juga demam, nyeri atau ada ketidaknyamanan, segera bawa ke dokter. Biasanya akan diberikan obat penurun panas, seperti parasetamol atau ibuprofen.
- Biasakan seluruh keluarga untuk teratur mencuci tangan dan berkumur agar virus tidak menyebar.
- Jangan memberikan obat tetes hidung lebih dari 2-3 hari, karena dapat semakin memampatkan hidung.

Selain membawa si Kecil ke dokter, yang tak kalah penting adalah mengurangi kerewelannya dengan terus memberinya perhatian. Tak mengapa bila ia minta sering dipeluk atau digendong, karena merasa tidak nyaman dengan keadaan tubuhnya.