Whatsapp Share Like
Simpan

“1, 2, 3, a, b, c”, celoteh si Kecil. Lucu sekali ya, Bu, saat mendengar buah hati yang sedang belajar mengucapkan huruf dan angka dengan suaranya yang menggemaskan. Di usia balita kebanyakan anak sudah belajar mengenal huruf dan angka melalui permainan dan aktivitas sehari-hari. Pertanyaannya adalah, apakah di usia tersebut sudah tepat untuk memperkenalkan si Kecil dengan huruf dan angka? Agar dapat menjawab pertanyaan tersebut, coba kenali dulu tahapan membaca dan menulis serta berhitung dan matematika pada anak berikut ini:

Usia 2-3 Tahun (Prasekolah)

Di usia ini si Kecil masih dalam tahap mengembangkan kemampuan bahasa dan berbicaranya serta mengasah keterampilan motorik halus dasar yang nantinya akan dibutuhkan untuk belajar menulis. Keterampilan motorik halus dasar tersebut antara lain adalah mewarnai, menggambar lingkaran, menghubungkan titik-titik, dan menarik garis. Selain itu, si Kecil pun sudah mulai mengenali angka satu digit, yaitu angka 1 sampai 9. Ia juga sudah bisa menghitung benda yang jumlahnya tidak lebih dari lima. Tak hanya itu, si Kecil sudah mulai bisa mengelompokkan benda menjadi dua atau tiga kelompok berdasarkan bentuk, ukuran, atau warna.

Usia 4-6 Tahun (Taman Kanak-kanak)

Saat anak berusia 4 hingga 6 tahun, ia sudah memasuki sekolah Taman Kanak-kanak (TK). Inilah usia yang dianggap baik bagi anak untuk mempelajari dasar-dasar dari baca dan tulis, termasuk didalamnya adalah belajar mengenal huruf dan angka, mendengarkan sajak berima, dan mencocokkan kata-kata yang memiliki bunyi awal atau akhir yang serupa (main dan makan, buka dan suka). Jika anak sudah bisa mengeja suku kata, maka sebentar lagi ia akan bisa membaca kata-kata yang sederhana, seperti mama, papa, atau buku.

Untuk kemampuan berhitung, anak sudah bisa mengenali angka dari 1 sampai 20. Selain itu ia juga sudah dapat menghitung benda yang berjumlah kurang dari 20 serta mengelompokkan benda menjadi tiga kelompok hingga lebih berdasarkan lebih dari satu sifat dari benda tersebut. Misalnya seperti balon kuning panjang atau balon hijau kecil.

Usia 7-10 Tahun (Sekolah Dasar)

Memasuki usia Sekolah Dasar (SD), anak sudah dapat belajar berhitung. Di tahun pertama baru akan mempelajari penjumlahan dan pengurangan satu digit terlebih dulu. Lalu di tahun kedua, bertambah menjadi penjumlahan dan pengurangan dua digit. Di tahun ketiga adalah waktunya anak mempelajari perkalian dan pembagian.

Artikel Sejenis

Untuk keterampilan membaca dan menulis terbagi menjadi kategori berikut:

  • Usia 7-8 tahun. Untuk tahun pertamanya di SD, anak sudah mahir membaca banyak kata, mengenali kata tanpa perlu mengeja, dan memahami makna sebagian besar kata dan kalimat yang ia baca. Kemudian di pertengahan tahun pertama, anak sudah bisa membaca buku sederhana sendiri. Ia juga sudah pandai memegang pensil sehingga mulai lancar menulis tulisan yang bisa dibaca.
  • Usia 8 tahun ke atas. Menginjak usia 8 tahun, anak sudah dapat membaca sendiri dengan lancar, termasuk untuk kegiatan belajar. Saat membaca cerita, ia juga sudah bisa mengenali tokoh, tempat, waktu, dan peristiwa yang ada di dalamnya.

Cara Asyik Memperkenalkan Huruf dan Angka

Supaya tidak cepat bosan dan si Kecil lebih tertarik untuk belajar mengenal huruf, Ibu bisa mengajarinya dengan beberapa cara asyik berikut ini:

  • Bermain flashcard. Flashcard atau kartu bergambar dapat digunakan untuk bermain tebak gambar sambil meminta si Kecil untuk menyebutkan nama dan jumlah gambar di salah satu kartu. Aneka warna dan gambar yang lucu pada kartu pasti akan membuat si Kecil belajar dengan semangat.
  • Menyusun puzzle huruf dan angka. Tak hanya efektif bagi si Kecil untuk belajar mengenal huruf dan angka, puzzle semacam ini juga dapat membantu merangsang motorik halusnya. Ajak si Kecil untuk mencocokkan dan memasang kepingan puzzle sambil menyebutkan huruf atau angka apa yang sedang ia pegang.
  • Belajar dari musik dan lagu. Irama dan lirik pada musik mudah dihafal oleh anak-anak sehingga Ibu bisa memanfaatkannya untuk memperkenalkan huruf dan angka kepada si Kecil. Pilihlah lagu yang bertema huruf dan angka, seperti “Satu Satu Aku Sayang Ibu”. Sebaiknya Ibu juga memilih lagu dengan bahasa Indonesia saja supaya si Kecil dapat lebih memahami pengucapannya.
  • Menghitung mainan. Si Kecil mungkin mengoleksi jenis mainan tertentu. Minta ia untuk menghitung jumlah mainan tersebut, misalnya mainan dengan warna biru.
  • Menghitung benda di area rumah. Selain mainan, Ibu juga bisa mengajak si Kecil menghitung benda yang ada di area rumah. Misalnya menghitung jumlah kursi makan atau menyebutkan nama benda dengan awalan huruf tertentu.
  • Menghubungkan titik-titik. Ajari si Kecil untuk menghubungkan titik-titik yang membentuk huruf dan angka. Cara ini juga dapat melatih motorik halus si Kecil, yaitu kinerja otot mata dan tangannya.
  • Bermain dengan cemilan. Saat si Kecil sedang menikmati cemilannya, manfaatkan momen tersebut untuk mengajarinya berhitung. Misalnya saja dengan memindahkan kepingan biskuit satu per satu dari wadahnya ke piring kosong sambil dihitung. Cara lainnya adalah dengan menyusun kepingan biskuit menjadi bentuk huruf, lalu minta ia untuk menyebutkan nama huruf tersebut.

Jadi, sudah tahu kan, Bu, kapan waktu yang tepat bagi si Kecil mulai belajar mengenal huruf dan angka? Ajari ia dengan suasana yang tenang dan jangan menuntutnya untuk cepat bisa ya, Bu. Jika belajar dengan rutin, pasti si Kecil juga akan bisa dengan sendirinya. Semangat mengajari si Kecil, Bu!

Bagi Ibu yang ingin berkonsultasi, bisa berkunjung ke laman Tanya Pakar. Di sana para ahli akan menjawab pertanyaan Ibu secara langsung. Pastikan Ibu sudah registrasi terlebih dulu untuk bisa menggunakan fitur tersebut.

Sumber:

idai.or.id

popmama.com