Whatsapp Share Like Simpan

Di masa tumbuh kembangnya, anak-anak membutuhkan gizi seimbang yang didapatkan dari asupan makanan sehari-hari. Saat puasa, pemenuhan gizi ini harus lebih diperhatikan, Bu, sebab anak akan memiliki pola makan yang berubah. Waktu sahur dan berbuka menjadi saat di mana kebutuhan tersebut harus benar-benar terpenuhi. Bila tidak, maka akan berdampak pada tumbuh kembang anak. Jangan sampai momen ibadah ini justru memberikan dampak negatif pada anak, ya. Sebagai inspirasi, intip menu gizi seimbang untuk anak selama puasa berikut, yuk.

Apa Itu Gizi Seimbang?

Ibu harus tahu dulu, apa sih gizi seimbang itu? Gizi seimbang merupakan susunan asupan makan dan minum sehari-hari yang terdiri dari jenis serta jumlah zat gizi yang disesuaikan dengan kebutuhan tubuh. Pemenuhan gizi ini harus memenuhi unsur nutrisi berupa protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, air, dan serat.

Untuk prakteknya juga harus memenuhi beberapa hal berikut:

  • Makan dengan frekuensi 3x sehari.
  • Kelengkapan zat gizi di dalam makanan memiliki jumlah yang cukup dan sesuai.
  • Menu yang dihidangkan bervariasi.
  • Cukup olahraga.
  • Tidak sering jajan.

Contoh Menu Gizi Seimbang

Berikut ini adalah beberapa contoh menu gizi seimbang untuk anak yang dikategorikan untuk menu sahur, berbuka sebelum shalat maghrib, dan berbuka setelah shalat maghrib:

Sahur:

Untuk sahur, sebaiknya hidangkan menu yang mengandung karbohidrat kompleks. Karbohidrat jenis ini lebih lama diurai oleh tubuh, sehingga akan menyebabkan rasa kenyang yang lebih lama. Dengan begitu, anak jadi tidak cepat merasa lapar. Sertakan juga buah-buahan yang mengandung vitamin dan membuat tubuh terasa bugar dan tidak mudah merasa ngantuk.

Artikel Sejenis

Menu 1

  • Kentang panggang
  • Ikan dori goreng tepung
  • Tumis bayam
  • Buah pisang
  • Air putih

Menu 2

  • Roti gandum panggang
  • Telur orak-arik
  • Salad sayur siram mayonnaise
  • Buah pepaya
  • Air putih

Menu 3

  • Nasi merah
  • Sup jagung ayam kampung
  • Perkedel kentang
  • Jus alpukat
  • Air putih

Berbuka (Sebelum sholat maghrib):

Untuk berbuka, hidangkanlah makanan yang kaya kandungan air dan kalium untuk mengembalikan jumlah cairan di dalam tubuh. Selain itu, hindarilah jenis makanan dan minuman berikut:

1.    Makanan yang digoreng. Jenis makanan ini mengandung lemak jahat tinggi yang akan disimpan tubuh sebagai jaringan lemak. Mengonsumsi makanan berlemak setelah buka puasa dalam beberapa jam dapat menyebabkan gangguan pencernaan.

2.    Minuman berkarbonasi. Minuman berkarbonasi dan minuman olahan mengandung gula dalam jumlah banyak. Jika meminumnya dengan sering dapat menyebabkan kegemukan, perut kembung, serta gangguan pencernaan. Jika ingin minuman manis, lebih baik minumlah air kelapa atau teh manis.

3.    Makanan yang tinggi gula. Makanan yang banyak mengandung gula seperti cokelat dan permen harus dihindari karena tinggi kalori dan tidak mengandung gizi yang cukup. Mengonsumsinya secara sering bisa mengakibatkan kenaikan berat badan dan masalah kesehatan.

Menu 1

  • Teh manis
  • Kurma
  • Kolak pisang
  • Air putih

Menu 2

  • Sup buah
  • Kacang almond panggang
  • Air putih

Menu 3

  • Air kelapa murni
  • Kurma
  • Buah semangka
  • Air putih

Berbuka (setelah sholat maghrib):

Menu 1

  • Nasi putih
  • Semur ayam
  • Capcay
  • Buah apel
  • Air putih
  • Susu

Menu 2

  • Spaghetti bola daging
  • Salad buah
  • Air putih
  • Susu

Menu 3

  • Nasi putih
  • Ikan bakar madu
  • Tumis sawi putih dan kecambah
  • Orek tempe
  • Buah anggur
  • Air putih
  • Susu

Pentingnya Gizi Seimbang Saat Puasa

Mengapa anak membutuhkan gizi seimbang selama ia berpuasa? Ini dia alasannya, Bu:

  • Memenuhi kebutuhan protein. Protein merupakan jenis nutrisi yang paling dibutuhkan oleh anak-anak di masa tumbuh kembangnya, karena memiliki banyak fungsi bagi tubuh. Memberikan anak gizi seimbang artinya turut memenuhi jumlah asupan protein anak. Selain itu, protein juga berfungsi untuk meningkatkan sistem imun agar anak terhindar dari serangan penyakit.
  • Tubuhnya membutuhkan kalori. Selama puasa anak tidak makan dan minum dalam jangka waktu tertentu, sementara tubuhnya tetap membutuhkan kalori dengan jumlah yang sesuai. Menghidangkan menu bergizi seimbang akan membantu tubuhnya mendapatkan jumlah kalori yang ia butuhkan. Di samping itu, cara ini juga akan mengurangi risiko yang biasanya muncul saat puasa, seperti kurang fokus, pingsan, dan lapar.
  • Agar tetap terhidrasi. Tubuh membutuhkan cukup cairan supaya terhindar dari dehidrasi ringan yang bisa mengakibatkan haus, mulut kering, sakit kepala, dan kelelahan. Oleh karenanya sangat dianjurkan untuk minum cukup air saat puasa pada waktu sahur, setelah berbuka, dan sebelum tidur. Jumlah cairan harian yang direkomendasikan untuk anak adalah sebanyak 1,5 liter.

Sangat penting untuk selalu menghidangkan menu gizi seimbang bagi anak dan seluruh anggota keluarga selama menjalankan ibadah puasa. Tubuh yang tetap fit akan membuat puasa berjalan lancar dan makna berpuasa pun dapat diraih. Coba contoh menu di atas, yuk. Kalau ingin membuat variasi yang lain juga bisa, yang penting tetap memperhatikan aturan dari gizi seimbang.

Jika masih memiliki pertanyaan dan ingin berkonsultasi seputar anak, bisa berkunjung ke laman Tanya Pakar ya, Bu. Di sana ada para ahli yang akan membantu Ibu. Untuk bisa menggunakan fitur tersebut, pastikan Ibu sudah registrasi terlebih dahulu.

Sumber:

Liputan6, awalbros, jawapos