Whatsapp Share Like
Simpan

Tahun-tahun pertama merupakan kurun waktu yang sangat penting untuk tumbuh kembang balita. Perkembangan tersebut meliputi fisik, kecerdasan, keterampilan motorik, dan sosial emosional yang menentukan masa depan  anak. Makanan dengan gizi seimbang dengan jumlah porsi yang cukup akan memenuhi kebutuhan energi yang cukup untuk perkembangannya, termasuk perkembangan otak anak.

Asupan untuk Perkembangan Otak si Kecil

Perkembangan otak si Kecil berjalan pesat pada trimester terakhir, yakni saat ia berada di dalam kandungan, lahir, hingga ia berusia 3 tahun. Pada waktu tersebut, perkembangan otaknya terjadi saat sel-sel korteks otak membentuk sinapsis yang banyak jumlahnya dan menjadi periode yang kritis. Untuk itu, dalam proses tumbuh kembangnya ia memerlukan karbohidrat yang berasal dari makanan pokok (misalnya nasi, roti, biskuit, mie dll) serta susu sebagai sumber energi utama untuk pertumbuhan otak.

Selain itu juga diperlukan protein untuk tumbuh kembang balita dan pembentukan zat-zat yang diperlukan untuk proses di dalam tubuh, misalnya pembentukan hormon sampai enzim. Bahan makanan sumber protein dapat diperoleh dari lauk-pauk seperti ikan, telur, daging, kacang-kacangan, dan susu.

Di samping protein, lemak juga merupakan zat gizi yang penting untuk sumber energi, yang mendukung pertumbuhan yang pesat, proses belajar, dan bermain anak. Ada dua jenis asam lemak yaitu asam linoleat dan asam alpha linolenat yang sangat penting untuk otaknya. Oleh sebab itu, agar perkembangannya semakin ditunjang, makanan yang dikonsumsi balita harus dapat memenuhi kedua jenis asam lemak ini, karena tubuh tidak dapat membuatnya sendiri.

Artikel Sejenis

Ada dua jenis asam lemak yang diperlukan dalam tumbuh kembang balita, yaitu decosahexaenoic acid (DHA) dan arachidonic acid (ARA) yang penting untuk pembentukan membran sel di otak dan retina. Kedua jenis asam lemak ini ada di Air Susu Ibu (ASI), karenanya menyusui bayi sangat dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan zat gizi tersebut agar pertumbuhannya semakin optimal.

Jangan Lupakan Susu Formula

Pemberian susu formula juga dianjurkan untuk anak usia 1 sampai 2 tahun, apalagi susu ini kaya dengan asam amino Tyrosine dan Tryptophan. Tyrosine merupakan prekursor neurotransmiter catecholamines yang membantu meningkatkan penyerapan informasi. Sedangkan Tryptophan adalah prekursor neurotransmiter serotonin yang berfungsi penting dalam membantu meningkatkan kualitas tidur. Dalam hal ini, tidur merupakan fase penting untuk memproses informasi di dalam otak. Dengan kata lain, susu formula juga sangat berperan aktif bagi tumbuh kembang balita yang optimal.

Stimulasi Itu Penting!

Asupan nutrisi saja tidak cukup untuk mengoptimalkan pertumbuhan si Kecil, Bu. Diperlukan banyak stimulasi yang akan meningkatkan kemampuan dan keterampilannya. Dalam hal ini peran orangtua, terutama Ibu, sangatlah penting di mana Ibu harus banyak berinteraksi dengan anak. Seringlah mengajak si Kecil untuk berkomunikasi, mengobrol, bercanda tawa, membaca cerita, dan bermain.

Tak perlu memberikan mainan yang mahal sebagai sarana belajarnya. Ibu cukup memberikan barang-barang sederhana yang ada di rumah, seperti baskom, panci, botol plastik, toples, piring, sendok, dan lain sebagainya. Jangan halangi keingintahuannya, Bu, karena di masa ini ia akan selalu penasaran terhadap hal-hal baru di sekitarnya. Meski terkadang membuat kotor, berantakan, dan melelahkan, tapi itulah proses belajarnya.

Bermain Dengan Teman Sebaya

Agar si Kecil tidak individualis, Ibu perlu mengajak ia untuk bermain dengan teman sebayanya. Dengan cara ini ia akan belajar untuk bekerja sama, berbagi, dan bersosialisasi. Bila usianya sudah memungkinkan, tak ada salahnya untuk memasukkan si Kecil ke sekolah. Selain bisa sering berinteraksi dengan anak-anak lain, ia juga akan menemui banyak orang baru di sekolah dan tidak terlalu bergantung dengan ibunya. Ia akan belajar melakukan berbagai aktivitas dengan guru-guru di sekolah, sehingga akan memunculkan keberanian dalam dirinya. Meski sering tidak mudah untuk anak di usia balita mau bersekolah, tapi dengan proses dan pemahaman yang baik bahwa sekolah itu menyenangkan, maka secara perlahan ia akan mulai senang pergi ke sekolah.

Akhirnya, lingkungan yang kondusif yang menyediakan kebutuhan gizi atau kebutuhan asuh bagi tumbuh kembang balita, bersamaan dengan pemenuhan asih akan membentuk konstitusi otak yang baik, sehingga si Kecil siap menerima asah (stimulasi mental dini) yang didapatnya. Bila semua hal tersebut terpenuhi, maka dapat tercipta sumber daya manusia yang berkualitas, yaitu yang kreatif, mandiri dan mahir berkomunikasi.

Frisian Flag turut mendukung tumbuh kembang si Kecil dengan produk susu yang disesuaikan dengan usianya. Frisian Flag 123 dan Frisian Flag 456 hadir dengan nutrisi lengkap yang dibutuhkan si Kecil di masa emas pertumbuhannya.