Share Like
Simpan

Halo Bu, bagaimana kabar si Kecil? Semoga tumbuh dengan sehat dan jadi anak wow, ya. Apakah Ibu pernah terbayang, betapa kesepiannya Ibu jika si Kecil mulai tumbuh besar? Menurut info kehamilan yang saya baca, perasaan tersebut bisa menjadi salah satu pemicu Ibu ingin hamil lagi atau terobsesi terhadap kehamilan lho Ya, seperti halnya belanja, memakan makanan favorit, dan melakukan hal menyenangkan lainnya, kehamilan juga bisa membuat wanita terobsesi. Maka dari itu, keinginan untuk hamil kembali pun tak terbendung. Lalu, apa lagi ya faktor pemicu obsesi ini? Simak selengkapnya yuk, Bu!

1. Kecemasan Saat Bergaul

Pernahkah Ibu merasa cemas atau gugup karena harus berinteraksi dengan orang-orang baru? Nah, menurut artikel yang saya baca, seorang terapis keluarga asal New York, AS, Eaker Weil, menjelaskan, kehamilan sering kali membantu mengurangi rasa cemas yang timbul ketika berada di lingkungan sosial, Bu. Sebab, saat hamil Ibu juga tak perlu bersusah payah membuat orang lain menyukai Ibu, karena umumnya lingkungan akan senantiasa bersikap lebih ramah pada wanita yang sedang hamil.

2. Dorongan untuk Dianggap Spesial

Bu, wanita mana yang tidak bahagia saat dipuji orang lain dan dimanja sedemikian rupa karena kehamilannya? Limpahan perhatian dan banjir pujian ini secara tidak langsung menimbulkan perasaan senang di hati Ibu karena dirinya dianggap spesial. Nah, menurut artikel kehamilan yang saya baca, banyak lho Ibu yang kembali merindukan berbagai perlakuan istimewa ini setelah si Kecil lahir dan mulai tumbuh besar. Ini sebabnya, mereka jadi terobsesi ingin hamil lagi.

3. Rindu Menjadi Sosok yang Amat Dibutuhkan

Perlahan tapi pasti, proses tumbuh kembang yang optimal membuat si Kecil menjadi balita yang cukup mandiri. Ada beberapa aktivitas yang mulai bisa ia lakukan sendiri dan tidak membutuhkan bantuan Ibu lagi. Hal ini membuat beberapa Ibu rindu menjadi sosok yang amat dibutuhkan. Maka, kehamilan dianggap sebagai cara untuk mewujudkan keinginan Ibu untuk kembali menjadi sosok terpenting dalam hidup si Kecil.

4. Ingin Menunjukkan Eksistensi

Dari artikel yang saya baca, menurut psikiater asal Boston, Keith Ablow, M. D., kehamilan dapat menjadi cara membuktikan eksistensi wanita kepada lingkungannya, Bu. Kehamilan bisa diibaratkan sebagai prestasi seorang wanita karena ia bisa menjadi jalan hadirnya anggota keluarga baru.

Dalam beberapa kasus, kehamilan juga menjadi menjadi bukti kesuksesan rumah tangga karena berhasil memberikan keturunan. Ada anggapan bahwa kehadiran si Kecil dapat mempererat kembali hubungan suami-istri yang merenggang. Oleh karena itu, hamil dianggap sebagai cara untuk menyelamakan kondisi rumah tangga.

Nah, itulah beberapa faktor pemicu seorang ibu terobsesi pada kehamilan. Memang sih, Bu, menambah momongan adalah hak Ibu dan Ayah, namun, ada baiknya keputusan ini didasari alasan yang jelas, bukan hanya karena Ibu terobsesi pada kehamilan. Sebab, kehadiran si buah hati kan membuat Ibu dan Ayah juga harus memikirkan masa depannya kelak. Semoga info ini bermanfaat ya.