Whatsapp Share Like
Simpan

Penyakit hernia pada umumnya menyerang orang dewasa. Namun ternyata penyakit ini juga dapat menyerang bayi dan anak lho, Bu. Sudahkah Ibu mengetahuinya? Hernia pada anak berbeda cara terjadinya dengan hernia pada orang dewasa. Pada anak, hernia dapat terjadi karena tidak menutupnya beberapa lubang yang pernah ada saat bayi masih dalam kandungan yang semestinya menutup.

Jenis Hernia pada Anak

Anak yang terserang hernia mengalami kondisi jaringan atau struktur yang menonjol keluar melalui jaringan otot atau membran. Hernia yang umum menyerang anak ada dua jenis, yaitu hernia umbilikal yang terjadi di sekitar pusar dan hernia inguinalis yang terjadi di daerah selangkangan (skrotum). Berikut penjelasan selengkapnya:

  • Hernia Umbilikal

    Hernia umbilikal bisa terjadi jika lubang kecil pada otot perut yang berfungsi untuk menghubungkan tali pusat ibu ke bayi tidak menutup. Pada kondisi normal, lubang ini seharusnya menutup sebelum kelahiran. Namun terkadang ada kondisi di mana lubang tidak menutup sempurna, sehingga lekukan usus dapat bergerak ke dalam lubang tersebut dan menyebabkan hernia.

  • Hernia Inguinalis

    Jenis hernia ini biasanya menyerang anak laki-laki. Meski begitu, anak perempuan pun juga dapat mengalaminya karena sama-sama memiliki kanalis inguinalis. Hernia inguinalis terjadi akibat kanalis inguinalis tidak menutup, sehingga sebuah lekukan usus dapat masuk ke dalamnya melalui area lemah pada dinding perut bawah. Pada kondisi normal, seharusnya testis janin laki-laki berkembang dan bergerak turun ke dalam skrotum melalui kanalis inguinalis tersebut. Namun jika kanalis inguinalis tidak menutup, maka dapat menyebabkan hernia.

Penyebab Hernia

Ada beberapa faktor yang menyebabkan hernia pada anak. Faktor tersebut adalah:

  1. Kelemahan otot atau jaringan: jaringan yang lemah dapat membuat organ-organ internal (terutama usus) menjadi menonjol keluar. Hal inilah yang menjadi faktor utama penyebab hernia.
  2. Cacat bawaan: pada beberapa kasus, lubang pada otot perut dan kanalis inguinalis tidak dapat menutup secara sempurna menjelang kelahiran anak.
  3. Faktor genetik: hernia umbilikal dapat terjadi akibat faktor genetik. Jika si ayah pernah mengalaminya, maka ada kemungkinan anak juga dapat mengalaminya.

Apa Saja Gejalanya?

Berikut adalah gejala-gejala jika anak Ibu terkena hernia:

  • Terdapat benjolan
  • Benjolan mengalami peradangan
  • Rasa nyeri yang intens
  • Muntah

Umumnya hernia sudah ada saat anak lahir, tapi bisa jadi tidak kelihatan selama beberapa minggu hingga bulan setelahnya. Benjolannya dapat terlihat saat ada tekanan di daerah perut seperti batuk, bersin, dan menangis. Namun dalam keadaan tenang atau normal benjolan tersebut bisa mengecil bahkan menghilang. Ibu harus waspada jika melihat adanya benjolan di area perut dan selangkangan anak. Saat terasa nyeri, maka anak akan merasa kesakitan dan menangis.

Bahaya yang Dapat Terjadi

Lekukan usus menonjol bisa saja terjepit dan tidak dapat masuk lagi ke rongga perut. Jika hal ini terjadi, maka bagian usus tersebut bisa kehilangan suplai darah dan membuatnya rusak. Padahal usus yang sehat sangat memerlukan pasokan darah untuk membuatnya berfungsi optimal. Jika hal tersebut terjadi, maka beberapa gejala yang terlihat antara lain:

  • Demam
  • Muntah
  • Benjolan berwarna kemerahan
  • Anak menangis kesakitan

Kasus hernia terjepit lebih banyak terjadi pada anak berusia di bawah 1 tahun. Dikarenakan gejalanya mirip dengan kondisi medis lain, banyak orang tua yang tidak menyadarinya dan menganggap sebagai penyakit yang tidak berbahaya. Sangat penting untuk bertanya kepada dokter ahli tentang gejala yang menimpa si Kecil.

Cara Menanganinya

Diagnosa dokter sangat diperlukan untuk menangani hernia pada anak. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik terhadap si Kecil untuk menentukan apakah hernia yang dialaminya dapat didorong kembali. ke dalam rongga perut atau tidak. Anak juga akan menerima rontgen perut untuk pemeriksaan usus secara detail, terlebih bila kasusnya hernia tidak dapat didorong kembali.

Hernia umbilikal umumnya dapat menghilang sendiri setelah anak berumur 1 atau 2 tahun, tapi kadang juga bisa bertahan lebih lama. Namun jika si Kecil sudah berumur 4 tahun dan hernianya belum hilang juga, maka diperlukan pemeriksaan dokter untuk penanganan lebih lanjut. Sedangkan untuk hernia inguinalis perlu tindakan operasi untuk mendorong kembali benjolan sekaligus menguatkan bagian-bagian yang lemah pada dinding abdomen. Tindakan ini baru akan dilakukan bila terdapat gejala yang cukup parah dan muncul komplikasi serius.

Resiko hernia pada anak dapat meningkat pada bayi yang terlahir prematur atau memiliki ayah/ibu yang juga mengalami hernia sewaktu bayi. Anak laki-laki lebih rentan mengalaminya dibandingkan anak perempuan dengan perbandingan 1:50. Untuk itu jangan tunda lagi untuk membawa si Kecil ke dokter jika Ibu sudah melihat gejalanya. Penanganan sedini mungkin dapat memperkecil resiko yang mungkin dapat terjadi.

Sumber:

http://www.pdpersi.co.id/content/article.php?mid=&nid=700&catid=9

https://id.theasianparent.com/hernia-pada-bayi/