Share Like
Simpan

Kenikmatan pijat sudah sangat lama dikenal oleh orang di seluruh dunia, bahkan lebih dari 5.000 tahun silam. Bangsa Mesir, Cina, India, dan Yunani Kuno telah menggunakan pijat sebagai sarana pengobatan untuk membantu proses penyembuhan penyakit. Dalam kisah Odyssey yang ditulis sekira tahun 1.000 SM, diceritakan tentang kebiasaan kaum wanita menggosok tubuh para pahlawan perang untuk membantu mereka beristirahat dan bersantai.

Pijatan bisa dirasakan sangat menyenangkan dan mampu menimbulkan relaksasi, karena bekerja langsung pada ujung-ujung saraf yang terdapat di permukaan kulit. Sensasi yang diterima saat dipijat akan mengirimkan pesan-pesan ke otak melalui jaringan saraf yang berada di tulang belakang. Pijatan akan memperlancar peredaran darah dan menambah energi, karena gelombang oksigen yang segar akan lebih banyak dikirim ke otak dan seluruh tubuh.

Selain relaksasi, manfaat pijat yang lain adalah dapat membantu mengatasi sakit kepala, kecemasan, gangguan pencernaan, insomnia akibat stres, dan lain-lain. Sedangkan keuntungannya bagi fisik, yakni dapat mengurangi ketegangan otot, membantu memulihkan cedera akibat olahraga, memperbaiki sirkulasi, mengurangi hormon stres, meningkatkan gerakan dan kelenturan sendi, dan lain-lain.

Perasaan relaks dan tenang terjadi karena pemijatan cepat merangsang pelepasan hormon endorfin, yakni senyawa kimia otak (penghantar saraf) yang menghasilkan perasaan sehat. Dan di satu sisi, akan mengurangi hormon-hormon stres, seperti adrenalin, kortisol, dan norepinefrin. Berbagai riset menunjukkan bahwa tingginya kadar hormon stres akan mengganggu sistem kekebalan tubuh yang pada akhirnya meningkatkan risiko timbulnya penyakit.

Umumnya jenis-jenis pijat yang dikenal adalah:

  • Aromaterapi – menggunakan bahan cairan tanaman yang mudah menguap (dikenal sebagai minyak esensial yang dibuat dari tumbuhan dan bunga untuk pengobatan tertentu. Misalnya, aroma sandalwood digunakan untuk mengurangi ketegangan saraf, dan lain-lain.
  • Pijat bayi – dapat membantu mengatasi konstipasi, kolik, dan gangguan tidur. Riset membuktikan bahwa bayi-bayi prematur yang dipijat secara teratur akan mengalami kenaikan berat badan lebih cepat.
  • Refleksologi – pijatan di bagian kaki yang bermanfaat untuk mendukung kesehatan seluruh tubuh.
  • Terapeutik – salah satu jenis pijat paling populer untuk relaksasi dan memperbaiki sirkulasi darah.
  • Remedial – membantu meredakan jaringan lunak yang cedera, seperti otot, tendon, dan ligamen.
  • Shiatsu – teknik pijat dari Timur yang bertujuan memperbaiki aliran energi dengan bekerja pada titik-titik tertentu pada tubuh. Prinsip-prinsip yang mendasari pijat Shiatsu serupa dengan akupunktur.


Selain jenis-jenis pijat tersebut, masih terdapat jenis dan metode pijat lain yang kerap dilakukan orang, misalnya ayurveda, serta pijat tradisional Bali dan Jawa. Ayurveda berasal dari India yang menggabungkan pijat dengan unsur-unsur yoga, meditasi, dan ramuan herbal. Biasanya menggunakan suatu campuran minyak herbal yang dipanaskan. Pijat Bali dilakukan dengan lembut untuk menimbulkan perasaan nyaman dan tenang bagi yang dipijat, juga memakai minyak aromaterapi. Sedangkan dalam pijat Jawa, menggunakan tekanan ibu jari untuk meringankan otot dan nyeri sendi, serta meningkatkan sirkulasi peredaran darah.

Tentu saja pijat tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang, karena teknik memijat memerlukan keahlian tersendiri. Oleh karena itu, pastikan Ibu memilih tenaga pemijat yang handal, serta sebisa mungkin sudah mengikuti pelatihan pijat resmi atau telah tersertifikasi. Pastikan pula Ibu tidak memiliki kondisi medis yang dapat bertambah berat bila tubuh Ibu dipijat, misalkan alergi kulit terhadap minyak pijat tertentu, patah tulang, dan sebagainya. Bila Ibu ragu, konsultasikan dengan dokter sebelum Ibu memutuskan untuk dipijat.

Melihat berbagai manfaat pijat bagi kesehatan, mungkin tak ada salahnya bila Ibu membiasakan diri untuk rutin dipijat. Bila tubuh dan pikiran Ibu menjadi nyaman dan tenang, tentunya akan berpengaruh pada kegiatan Ibu sehari-hari mengurus si Kecil dan keluarga. Bila Ibu sehat dan bugar, maka keluarga pun akan ikut bahagia.