Share Like
Simpan

Saat si Kecil memasuki usia 8 bulan, setelah Ibu mengenalkan makanan lain selain ASI, umumnya pola makannya pun akan mengalami perubahan. Pola makan si Kecil mulai mengikuti pola makan anak-anak, yaitu tiga kali sehari yang diselingi beberapa kali snack. Namun demikian, ASI sebaiknya tetap menjadi bagian dari pola makan si Kecil.

Mulai usia 6 bulan hingga 8 bulan, si Kecil dapat diberikan beragam makanan, selain ASI dan sereal. Buah-buahan seperti pisang, buah pir, alpukat; beberapa sayuran, seperti wortel atau ubi yang telah dimasak; daging cincang; tahu yang dilumatkan; serta beberapa jenis kacang-kacangan, seperti kedelai atau kacang merah yang dilumatkan. Pada usia ini, anak dapat diberikan 2-9 sendok teh sereal yang diberikan 2-3 kali makan, atau 1 sendok teh buah yang dapat ditingkatkan dalam 2-3 kali makan per hari.

Saat si Kecil berusia 8 bulan hingga 10 bulan, Ibu dapat menambahkan keju atau yogurt dalam menunya dan berikan snack yang dapat dipegang (finger food), seperti pasta berbentuk spiral atau biskuit krakers. Selain itu, dapat mulai diperkenalkan makanan yang mengandung protein, seperti telur, tahu, dan sebagainya.


Berikut ini salah satu contoh pola pemberian makan pada si Kecil:

Saat bangun: ASI

Sarapan: sereal, buah-buahan sebanyak 55 gram dan diberi ASI

Snack pagi:
55 gram buah-buahan atau sayuran dan ASI

Snack pagi ke-2:
55 gram buah-buahan atau sayuran
Makanan yang dapat dipegang (finger food)
Tawarkan si Kecil minum dengan gelas

Makan malam:
Protein hewani sebanyak 55 gram seperti ayam atau daging sapi
55 gram sayuran
ASI

Menjelang tidur:
55 gram protein seperti ayam atau daging
55 gram sayuran
55 gram buah-buahan
55 gram pasta atau nasi atau kentang
ASI

Bila Ibu mulai membiasakan si Kecil mengikuti pola makan pada jadwal yang benar, maka kebiasaan baik ini pun akan dilanjutkan si Kecil hingga dewasa kelak.