Share Like
Simpan

Kehamilan bukan hanya sebagai perjalanan 9 bulan yang menyenangkan, tetapi Ibu juga perlu memikirkan bahwa kehamilan merupakan perjalanan yang memerlukan berbagai modal, termasuk nutrisi yang memadai maupun berbagai pemeriksaan kehamilan.

Minggu-minggu pertama kehamilan merupakan waktu yang sangat vital bagi pertumbuhan janin, dan Ibu pun harus tetap menjaga kesehatannya. Persiapan nutrisi Ibu sebelum hamil menjadi modal tumbuh kembang janin yang optimal, baik saat masih berada di dalam kandungan maupun saat tumbuh setelah lahir nanti.

Sesuai dengan panduan dari American Congress of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), Ibu hamil perlu mengonsumsi makanan bervariasi yang mencakup protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral. Mengkonsumsi makanan sehat seimbang merupakan cara terbaik agar tubuh dapat memperoleh berbagai zat gizi. Mengenai suplemen, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter mengenai suplemen yang baik dan aman untuk Ibu hamil. Suplemen bukan sebagai pengganti makanan sehat, namun hanya untuk melengkapi dan mencukupi kebutuhan nutrisi sehari-hari.

Zat Gizi Tidak Hamil Hamil

Energi (kilokalori)
Protein (g)

Vitamin larut lemak
A (µg RE)
D (µg)
E (mg TE)
K (µg)

Vitamin larut air
C
Folat (µg)
Niasin
Riboflavin
Tiamin
Piridoksin
Kobalamin (µg)

Mineral
Kalsium (mg)
Fosfor (mg)
Yodium (µg)
Besi (mg besi fero)
Magnesium (mg)
Seng (mg)
 

2200
55


800
10
8
55


60
180
15
1,3
1,1
1,6
2,0


1200
1200
150
15
280
12

2500
60

 
800
10
10
65


70
400
17
1,6
1,5
2,2
2,2


1200
1200
175
30
320
15

 

Kalori dan protein
Anjuran penambahan atau peningkatan asupan kalori sepanjang kehamilan adalah sekira 300 kkal yang dibutuhkan sebagai energi. Apabila asupan kalori tidak mencukupi, maka tubuh akan menggunakan protein sebagai sumber energi. Kalori diperlukan untuk menyokong berbagai perubahan tubuh Ibu dan tumbuh kembang bayi. Kalori bisa didapatkan dari berbagai bahan makanan yang mengandung karbohidrat, baik kompleks maupun sederhana, protein, dan lemak. Contoh karbohidrat kompleks adalah buah, sereal, pasta, nasi, kentang, dan jagung; karbohidrat kompleks merupakan sumber energi yang sangat baik.

Saat hamil nanti, protein diperlukan untuk membantu pertumbuhan sel-sel tubuh janin. Perubahan tubuh Ibu juga memerlukan protein, misalnya untuk pertumbuhan plasenta. Sebagian besar protein bisa Ibu peroleh dari sumber hewani, misalnya daging, susu, telur, keju, produk daging ayam, dan ikan, karena makanan-makanan ini mengandung kombinasi asam amino yang optimal. Tentu saja tak berarti Ibu pun melupakan makanan bersumber protein nabati, seperti kacang-kacangan dan sebagainya. Susu dan produk olahannya juga sebagai sumber gizi, terutama protein dan kalsium, yang ideal bagi Ibu hamil dan menyusui.

Sesuaikan dengan pola makan
Untuk memenuhi kebutuhan kalori ekstra guna menunjang kehamilan Ibu nanti, hanya diperlukan sedikit penyesuaian dalam susunan makan sehat sebelum kehamilan. Di bawah ini ada beberapa ide untuk membantu Ibu mengetahui berapa banyak yang diperlukan.

• Roti, sereal, nasi, dan pasta (6-7 porsi sehari)
• Sayuran dan buah (5 porsi atau lebih sehari)
• Susu, yogurt, keju, atau produk susu lainnya (2-3 porsi sehari)
• Daging, telur dan produknya, ikan, kacang-kacangan (140 - 200 gram sehari)
• Lemak tidak jenuh (3 porsi sehari)

Asupan cairan juga perlu!
Kebutuhan cairan saat hamil juga meningkat. Air merupakan zat penting yang nantinya juga ‘mengalir’ ke bayi sebagai makanan. Konsumsi cairan minimal 8-12 gelas per hari, dan perbanyak bila Ibu merasa haus.

Panduan nutrisi di atas bukanlah sesuatu yang mutlak, karena kebutuhan gizi setiap Ibu hamil dapat berbeda. Untuk lebih jelasnya, alangkah baiknya bila Ibu dapat berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi.