Whatsapp Share Like
Simpan

Kini si Kecil memasuki bulan ketujuh, ia semakin bertambah pandai. Sejalan dengan peningkatan kemampuannya, pertumbuhan fisiknya semakin lambat karena makin banyak energi yang dikeluarkan. Untuk pertumbuhan fisiknya, berat badan bertambah ± 15 gram setiap hari, panjang badan 1,5 cm/bulan, dan lingkar kepala 0,5 cm/bulan. Lalu bagaimana dengan perkembangan bayi usia 7 bulan dari segi kemampuan? Berikut informasinya untuk Ibu:

Bisa Duduk Sendiri

Saat berusia 7 bulan, si Kecil sudah dapat duduk sendiri dalam waktu lama. Ia tak lagi memerlukan sandaran pada punggungnya, tapi Ibu sebaiknya tetap memberikan pengawasan agar ia tak jatuh. Ia juga sudah memasuki masa MPASI, jadi biasakan si Kecil untuk makan dengan duduk di high chair. Ibu bisa memberikan beberapa mainan di hadapannya agar ia mau untuk duduk dan semangat untuk aktivitas makannya.

Belajar Meraih Benda

Si Kecil sudah mulai tertarik pada sesuatu dan belajar untuk meraih benda yang ada di sekelilingnya. Bila Ibu meletakkan benda di hadapannya, ia akan merayap untuk meraihnya. Ibu harus waspada dengan tidak meletakkan benda yang berbahaya di sekitarnya. Sebaiknya si Kecil juga diletakkan di tempat yang rendah atau memberikan pembatas di tepi kasur untuk menghindari ia terjatuh karena ingin merayap ke segala arah.

Belajar Menggenggam dan Memasukkan Makanan ke Mulut

Perkembangan bayi usia 7 bulan berikutnya adalah dari kemampuan menggenggam dan memasukkan makanan ke mulut. Kemampuan geraknya semakin baik, sehingga ia dapat mengkoordinasikan jemarinya untuk memegang biskuit dan memasukkannya ke dalam mulut untuk makan. Ibu pun bisa memberinya makanan yang diletakkan di piring makannya agar ia belajar untuk makan sendiri.

Keterampilan Tangan

Keterampilan tangan menjadi salah satu perkembangan bayi usia 7 bulan yang cukup menonjol. Selain belajar menggenggam, si Kecil juga akan belajar mengoper benda dari satu tangan ke tangan lainnya. Lalu ia menjatuhkan dan mencoba memungutnya beberapa kali. Si Kecil pun mulai suka bertepuk tangan dan menganggap bahwa kegiatan itu sangat menyenangkan, sehingga ia akan sering mengulanginya. Ia juga mulai belajar memegang sendok dan gelas sendiri yang bisa Ibu berikan saat waktu makannya tiba.

Mengenal Wajah Orang

Ia juga makin mengenal wajah orang, terutama wajah Ibu atau orang yang paling sering mengasuhnya. Ia juga cenderung takut saat bertemu dengan orang asing. Saat ini, si Kecil telah dapat memperlihatkan rasa tidak nyaman dan takut berpisah dengan Ibu. Saat Ibu meninggalkannya sendiri, tidak jarang ia akan sedih bahkan menangis untuk mengekspresikan keinginannya melihat Ibu.

Bagi Ibu yang bekerja, tanamkanlah pada si Kecil bahwa Ibu hanya pergi sebentar untuk bekerja dan akan segera kembali untuk bertemu dengannya. Ibu dapat memberikannya ciuman atau pelukan yang akan menenangkannya hingga Ibu kembali. Di sela kesibukan Ibu di kantor, alangkah baiknya bila Ibu menyempatkan waktu untuk menelponnya sejenak. Suara Ibu akan membuatnya merasa diperhatikan, dikasihi, meskipun Ibu sedang tidak berada di dekatnya.

Tumbuh Gigi

Beberapa bayi mulai tumbuh gigi pertama di usia 7 bulan. Biasanya gigi yang pertama tumbuh adalah dua gigi seri bawah. Gejalanya adalah berupa banyak meneteskan air liur dan ia akan sangat rewel. Hal tersebut dikarenakan gusinya terasa nyeri sehingga ia merasa tidak nyaman. Ibu bisa menenangkannya dengan menempelkan lap pada gusinya ataupun teether dingin untuk ia gigit.

Kemampuan Bahasa

Kemampuan bahasanya mulai meningkat di bulan ketujuh. Si Kecil akan sering mengeluarkan suara-suara seperti “ma-ma-ma”, “da-da-da”, atau “ba-ba-ba”. Ia juga mulai memahami dan merespon saat Ibu melarangnya dengan kata “tidak boleh” berkat intonasi suara yang lebih tegas. Respon yang ditunjukkan biasanya adalah dengan menangis. Namun ia akan tertawa dan menjerit saat ia merasa senang. Ia bahkan mulai menolehkan kepala bila Ibu memanggil namanya, melambaikan tangan, dan melakukan cium jauh.

Itulah beberapa tahapan perkembangan bayi usia 7 bulan. Perlu Ibu ingat bahwa perkembangan setiap anak berbeda-beda, ada yang lebih cepat tapi ada pula yang lebih lambat. Selain tergantung pada kemampuan anak, stimulasi dari Ibu sangatlah penting. Ibu harus sering mengajak si Kecil berkomunikasi, bermain, dan memberikan benda-benda sederhana untuk sarana belajarnya. Jangan takut kotor dan berantakan, karena itu semua merupakan proses perkembangannya. Asupan gizinya pun tidak boleh sampai terlewatkan, Bu. Berikan semua nutrisi yang ia perlukan, mulai dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. ASI tetap penting, tapi berikan juga asupan makanan yang ia perlukan.