Whatsapp Share Like Simpan

Saat melihat bayi baru lahir, yang sering dilakukan orang adalah menyelipkan jari telunjuk ke dalam genggamannya. Sebab, jari-jemari mungil itu akan segera menggenggam kuat-kuat. Tangan mengepal ini adalah gerakan reflek pada bayi yang baru lahir hingga umur 2 bulan.

Bayi memegang benda-benda dengan suatu tujuan. Hal ini sebagai penanda bertambahnya perkembangan pada dirinya. Ia mulai belajar koordinasi mata-tangan, kekuatan otot, dan keterampilan motoriknya. Coba perhatikan, bagaimana ia mampu memegang mainannya dan sekaligus memainkannya. Kemampuan itu merupakan langkah awalnya untuk belajar membaca, menulis, menggambar, dan mengurus dirinya.

Mengapa Bayi Baru Lahir Mengepalkan Tangannya?

Tangan mengepal pada bayi baru lahir ini disebabkan oleh refleks Palmar grasp atau refleks genggaman, yaitu suatu refleks primitif pada manusia yang asalnya dari sistem saraf pusat. Gerak refleks ini hanya ditunjukkan oleh bayi sebagai bentuk respon terhadap rangsangan tertentu.

Saat tangannya diberi stimulus, seperti dikelitik atau meletakkan suatu objek di tangannya, maka jari-jarinya akan menutup dan mencengkeram secara otomatis. Refleks Palmar grasp mulai berkembang di dalam kandungan sejak janin berusia 16 minggu dan terus berkembang sampai enam bulan setelah kelahirannya. Setelah bayi sudah lebih besar dan menjadi dewasa, refleks ini sudah tidak ada lagi karena otak depannya sudah semakin berkembang.

Isyarat dari Bayi

Dikarenakan belum bisa berbicara, maka bayi akan memberikan isyarat sebagai pertanda ia membutuhkan sesuatu. Tangan mengepal contohnya, merupakan isyarat pada bayi baru lahir bahwa ia merasa lapar. Saat ia sudah mendapatkan asupan ASI atau susu, maka secara perlahan kepalan tangannya akan mulai mengendur dan lebih santai. Hal ini menandakan kebutuhannya sudah tercukupi dan merasa kenyang.

Artikel Sejenis

Meski begitu, bayi tidak selalu memiliki bahasa tubuh yang sama. Terkadang, ada bayi yang menunjukkan maksud yang berkebalikan. Di sini, Ibu perlu berusaha memahami dengan benar apa yang diinginkan oleh buah hatinya. Apabila tidak bisa membaca dari gerakan tangan, ada cara lainnya yang bisa dicermati oleh Ibu untuk mencari tahu keinginan bayi, yaitu melalui suara dan gerakan lainnya.

Kenali Berbagai Isyarat Bayi

  • Tanda bayi lapar. Beberapa bayi yang merasa lapar bisa tiba-tiba terbangun dari tidur, mulai berdegup, atau melakukan aktivitas fisik secara tiba-tiba, seperti melambaikan tangan atau menendangkan kaki. Tanda lainnya seperti membuka mulut serta menolehkan kepala ke kanan dan ke kiri layaknya mencari payudara Ibu.
  • Tanda bayi kenyang. Sedangkan saat bayi pegangan tangan, itu merupakan tanda bahwa ia sudah kenyang. Setelah kenyang menyusu, ia mungkin ingin bermain dan menunjukkan keinginannya dengan menjulurkan tangannya ke arah Ibu.
  • Tanda bayi ingin bermain. Bayi yang menunjukkan mata berbinar-binar, menjaga kontak mata, dan bergerak secara halus adalah tanda-tanda bah ia sedang ingin bermain.
  • Tanda bayi mengantuk. Bayi yang merasa kelelahan dan mengantuk sangat mudah untuk dikenali. Bayi biasanya akan menguap, mengernyit, melengkungkan punggung, jadi sangat kaku, sudah tidak ingin bermain, atau tidak lagi melakukan kontak mata.

Waspada Jika...

Ibu harus waspada bila bayi menunjukkan beberapa gejala berikut:

  • Tidak tertarik melihat mainan atau benda bergerak di depannya saat ia berumur 2-3 bulan.
  • Tidak bisa memegang suatu benda saat berumur 3 bulan.
  • Tidak berusaha meraih memegang saat berumur 3-4 bulan.

Namun, rentang waktu tersebut tidak berlaku bila bayi lahir prematur, karena akan mengalami sedikit keterlambatan. Untuk lebih jelasnya, Ibu bisa menanyakan pada dokter yang memantau tumbuh-kembangnya.

Baca juga: Yuk Cari Tahu Tahapan Perkembangan Menggenggam pada Si Kecil

Patokan Perkembangan Gerak Reflek pada Bayi

Untuk melihat apakah bayi memiliki perkembangan gerak reflek yang baik atau tidak, berikut ini patokannya sesuai dengan usia bayi:

  • Bayi Baru Lahir - Usia 2 Bulan

    Reflek tangan mengepal pada bayi terjadi di luar kemauan dan secara naluri selama delapan minggu saja. Setelah itu, tangan bayi sering mengepal dan segera akan mulai belajar membuka dan menutup.

  • Usia 3 Bulan

    Pada usia 3 bulan, gerak refleknya akan meliputi:

    • Bayi belum bisa menangkap suatu benda dengan tepat.
    • Bayi mulai mengembangkan koordinasi tangan-mata.
    • Mulai memperhatikan suatu benda dan berusaha meraihnya.
  • Usia 4 - 8 Bulan

    Reflek pada bayi semakin berkembang di rentang usia ini.

    • Ia mulai bisa memegang suatu benda berukuran cukup besar.
    • Ia masih belum bisa memegang benda yang lebih kecil, seperti kacang, tapi keterampilan jemarinya sudah berkembang lebih baik.
    • Sesaat sebelum giginya tumbuh (biasanya sekira 4-7 bulan), bayi mulai mampu memegang benda-benda di dekatnya dan dimasukkan ke dalam mulutnya.
    • Jika sudah mulai diberikan MPASI, ia mulai belajar memegang sendok, meski belum sempurna.
    • Ia juga sudah bisa memindahkan satu benda ke tangan satunya.
  • Usia 9-12 Bulan

    Mendekati usia 1 tahun, perkembangan motorik tangannya meliputi:

    • Bayi mulai bisa mengambil berbagai benda dan mulai bisa mengenali perbedaan tangan kanan dan kiri.
    • Sudah bisa menjepit benda di antara ibu jari dan jari telunjuknya.
    • Koordinasinya tangan dan mata mulai lebih baik.
    • Mulai bisa menggunakan sendok saat makan, meski belum sempurna.
    • Begitu ia bisa memegang, biasanya sangat senang melempar-lemparkan segala benda yang dipegangnya.
    • Ketika berumur setahun, ia mulai menikmati bermain bola, menyusun balok-balok hingga tinggi, dan memukul-mukul benda.
  • Usia 18 Bulan

    Reflek pada bayi sudah semakin terarah.

    • Ia sudah mulai menyukai seni dengan senang mencoret-coret pensil atau krayon untuk menggambar atau menulis.
    • Ia mulai mampu mengkoordinasikan untuk menulis namanya setelah berumur 3 tahun.

Stimulasi Gerak Reflek Bayi

Untuk menstimulasi reflek pada bayi, tunjukkan mainan atau benda lain berwarna terang di depannya dan ajarkan ia untuk meraihnya. Letakkan beberapa mainan menyebar di dekatnya dengan jarak berbeda-beda jauhnya. Bila ia sudah bisa menjepit, berikan kue / biskuit kecil yang lunak agar tidak tersedak. Ibu tetap harus mengawasinya dan menjauhkannya dari benda-benda berukuran kecil agar ia tidak menelan benda-benda kecil tersebut.

Jika Ibu punya masih pertanyaan seputar tumbuh kembang bayi, Ibu bisa mengunjungi laman Tanya Pakar. Di sana pertanyaan yang Ibu ajukan akan dijawab langsung oleh ahlinya. Jangan lupa untuk registrasi dulu supaya bisa menggunakan fitur tersebut!

Sumber:

Hellosehat