Whatsapp Share Like
Simpan

Menjadi seorang ibu adalah sebuah kebahagiaan yang tidak bisa dideskripsikan. Setelah kurang lebih 9 bulan dalam kandungan, berjuang dalam persalinan, akhirnya si Kecil sudah berada di pelukan Ibu. Sakit yang sedemikian hebatnya saat persalinan seakan sirna begitu saja. Kini Ibu sudah menjalani kehidupan baru bersama si Kecil.

Bayi yang masih berusia 0-3 bulan perlu penanganan yang sangat hati-hati terlebih cara menggendongnya. Si Kecil masih belum bisa mengangkat kepalanya, karena tulang lehernya belum kuat. Hindarilah mengayun si Kecil terlalu keras karena sangat berisiko terkena sindrom kematian bayi mendadak atau Sudden Infant Death Syndrome (SIDS).

Melihat si Kecil rasanya ingin selalu menggendong dan mendekapnya. Akan tetapi, kondisi badan si Kecil yang masih rentan struktur tulangnya terkadang membuat seorang Ibu takut untuk menggendongnya. Jika Ibu juga merasakan hal yang sama, beberapa cara menggendong bayi ini semoga dapat membantu menghilangkan kekhawatiran Ibu ya.

  1. Mengangkat bayi
    Ketika mengangkat si Kecil, hal paling penting yang harus Ibu ingat adalah selalu menopang bagian kepala dan leher si Kecil. Terutama pada bayi yang baru saja lahir atau pada minggu-minggu pertamanya. Si Kecil belum memiliki otot leher dan tulang punggung yang kuat, sehingga perlu bantuan untuk mengangkat kepalanya.
    Jika si Kecil sedang dalam posisi berbaring, Ibu dapat mengangkat si Kecil dengan menggunakan satu tangan. Caranya dengan satu tangan berada di bawah pantat si Kecil dan tangan yang lain menyangga kepalanya. Atau bisa juga dengan cara letakkan tangan kiri di sekitar leher dan juga bagian kepala belakang, lalu taruh tangan dengan menjaga pantat dan sekitar pinggang, Kemudian geser secara perlahan posisi baru ke  arah siku. Sanggalah pantat si Kecil dengan tangan kanan Ibu.
  2. Peluk gendong
    Caranya dengan menggunakan salah satu tangan untuk menopang kepala dan leher si Kecil. Untuk menopang si Kecil gunakan tangan kanan untuk menyangga pantatnya. Jika sudah, dengan posisi tersebut Ibu dapat menempatkan si Kecil di dada atau bahu. Tempatkan si Kecil satu garis lurus dengan Ibu. Nyamannya si Kecil dalam pelukan Ibu membuat si Kecil senang untuk mendengarkan detak jantung Ibu.
  3. Menggendong posisi tengkurap
    Biasanya cara ini digunakan ketika si Kecil rewel. Caranya dengan menengkurapkan si Kecil, kemudian bagian kepala dan leher berada di satu lengan dalam dan ujung telapak Ibu menopang kedua kakinya. Pastikan wajah si Kecil tidak tertutup. Pada posisi ini Ibu juga bisa mengusap dan menepuk-nepuk punggung si Kecil. Nah, posisi ini juga bermanfaat untuk menghentikan sendawa yang terjadi pada si Kecil.
  4. Menggendong ketika menyusui
    Hampir mirip dengan gerakan menimang bayi. Caranya dengan satu tangan ibu menahan bokong si Kecil, kemudian Ibu bisa dekatkan si Kecil ke arah payudara untuk menyusui. Jika dirasa masih kurang nyaman, Ibu bisa menggunakan bantal untuk membantu menyangga dan menopang tubuh si Kecil. Saat menggendong si Kecil dengan posisi ini pastikan Ibu tidak menimang atau mengayunkan si Kecil terlalu kencang ya.
  5. Menggendong pada posisi duduk
    Saat usia memasuki 4 bulan, menggendong si Kecil akan lebih luwes. Si Kecil juga lebih suka digendong dengan posisi duduk. Cara yang tepat adalah memosisikan si Kecil dengan kaki terpisah kanan dan kiri yang membentuk huruf M. Hal tersebut supaya beban di persendian pinggul dan paha si Kecil tidak terlalu besar. Pastikan posisi lutut lebih tinggi dibandingkan sendi panggul. Sehingga bagian bokong menjadi penumpu badan si Kecil. Perhatikan juga kepala si Kecil, pastikan wajah melihat ke atas, hindari terlalu masuk ke bawah dan tertutupi oleh baju Ibu.

Hindari Goncangan Kuat

Posisi Ibu dalam menggendong si Kecil akan sangat memengaruhi struktur tulangnya. Dengan mengetahui cara menggendong yang benar, bisa menghindarkan dari berbagai macam gangguan perkembangan tulang si Kecil, salah satunya hip dysplasia. Meskipun hip dysplasia ini terjadi dikarenakan banyak faktor seperti genetik dan posisi bayi di rahim. Cegah gangguan tersebut dengan menggendong si Kecil dengan benar sehingga tidak mengganggu struktur tulangnya.

Si Kecil memang sangat menggemaskan, akan tetapi hindari mengguncang-guncangkan tubuhnya. Guncangan yang berlebihan tersebut dapat menyebabkan kondisi yang berbahaya seperti pendarahan otak. Kondisi tersebut dikenal sebagai shaken baby syndrome (SBS). Ibu perlu memberikan pengetahuan kepada orang di sekitar misalnya pengasuh bayi untuk memperlakukan si Kecil dengan aman. Ibu tidak perlu khawatir saat pertama kali menggendong si Kecil, belajarlah menggendong sebelum si Kecil lahir, atau meminta bantuan tenaga profesional. Hindari menggendong dengan keragu-raguan karena si Kecil akan merasa tidak nyaman. Nikmatilah saat menggendong si Kecil, berikan sentuhan dan rasa nyaman.

Artikel Sejenis