Share Like
Simpan

Menjaga kesehatan tidak bisa diremehkan oleh siapa saja, khususnya oleh para Bunda. Bukan hanya kesehatan fisik luar, namun juga kesehatan organ-organ tubuhnya, seperti rahim dan indung telur. Mengatur jarak kehamilan dan jumlah kelahiran anak, merupakan salah satu cara menurunkan resiko terganggunya kesehatan organ-organ tersebut dari ancaman penyakit berat, seperti kanker atau bahkan kematian. Karena itu, rencanakan dengan benar setiap kehamilan Bunda.

Salah satu cara paling mudah dan aman dalam merencanakan kehamilan adalah dengan menggunakan alat kontrasepsi. Di Indonesia, terdapat empat jenis alat kontrasepsi yang umum digunakan. Keempat alat kontrasepsi tersebut adalah kondom, suntik hormon progestin/estrogen, pil kontrasepsi, dan spiral.

Kondom merupakan alat kontrasepsi yang paling mudah ditemukan dan digunakan. Cara kerja kondom sebagai alat kontrasepsi adalah dengan menahan sperma untuk masuk ke dalam vagina sehingga sel sperma tidak bertemu dengan sel telur. Kelebihan kondom dibandingkan dengan alat kontrasepsi lainnya berupa kemampuannya mencegah penularan penyakit seksual. Kondom yang paling baik adalah yang berbahan dasar lateks karena memiliki kemampuan perlindungan yang sangat tinggi.

Alat kontrasepsi melalui suntik bekerja dengan cara menginjeksi hormon progestin dan estrogen ke dalam tubuh. Akibatnya, indung telur tidak melepaskan sel telur. Tanpa adanya sel telur maka kehamilan tidak akan terjadi. Alat kontrasepsi ini juga mengakibatkan lendir pada rahim berkurang sehingga sperma semakin sulit mencapai sel telur. Umumnya, alat kontrasepsi melalui suntikan hanya memberikan perlindungan dari kehamilan dalam waktu 1-3 bulan. Oleh karena itu, pemakai harus menerima satu kali injeksi dalam 1-3 bulan.

Pil merupakan salah satu alat kontrasepsi yang cara penggunaannya paling mudah, yaitu dengan cara diminum (oral contraception) satu kali setiap hari secara teratur. Cara kerja pil ini sama dengan cara kerja alat kontrasepsi suntik. Pil kontrasepsi ini, menurut para ahli, adalah yang paling teruji keberhasilannya, dan sama sekali tidak mempengaruhi tingkat kesuburan wanita saat akan hamil lagi.

Spiral/IUD (Intra-Uterin Device) merupakan alat kontrasepsi yang bentuknya menyerupai huruf T yang dimasukkan ke dalam rahim. Pemasangan alat kontrasepsi ini hanya memakan waktu sekitar 5-10 menit. Dokter akan terlebih dahulu melakukan pemeriksaan untuk mengukur ukuran, bentuk, dan posisi rahim dan organ reproduksi lainnya. Kemudian, larutan antiseptik dioleskan pada rahim. Spiral akan dimasukkan ke dalam rahim menggunakan aplikator khusus. Spiral bisa digunakan selama 8-10 tahun. Seutas benang tipis terletak pada ujung bawah alat ini untuk mempermudah pemakai memeriksa lokasi spiral dan mempermudah dokter mencopotnya saat waktu pemakaian telah habis.

Karena itu, segeralah Bunda berkonsultasi kepada dokter ahli kandungan untuk mengetahui jenis alat kontrasepsi yang tepat. Dengan penggunaan alat kontrasepsi yang tepat, bukan hanya Bunda merasa aman dari kemungkinan hamil di luar rencana, namun kesehatan Bunda juga senantiasa terjaga dengan baik.