Whatsapp Share Like
Simpan

Bu, siapa di sini yang masih bingung dalam mempersiapkan menu MPASI pertama bayinya? Tak perlu bingung, Bu. Pilih saja buah pisang. Buah berwarna kuning ini bisa selalu dijadikan andalan untuk menu MPASI bayi. Selain simpel, pisang untuk bayi juga bermanfaat karena kaya kandungan nutrisi. Tak perlu pengolahan yang ribet, Ibu bisa memberikan pisang dengan cara dikerok saja. Teksturnya yang lembut sangat memudahkan bayi dalam mengunyah dan menelannya.

Si Kuning yang Kaya Nutrisi

Memang apa saja sih kandungan nutrisi yang dimiliki oleh buah berwarna kuning ini? Berikut adalah kandungan nutrisi dari buah pisang untuk bayi:

  • Karbohidrat: sebagai sumber energi.
  • Vitamin A, B6, dan C: kesehatan mata, untuk fungsi darah, kulit, dan sistem saraf pusat, serta memperkuat sistem imun tubuh.
  • Kalsium: untuk kesehatan dan pertumbuhan tulang dan gigi.
  • Potassium: sebagai sumber energi.
  • Zat besi: untuk memperkuat tulang dan gigi.
  • Serat pektin: memperlancar sistem pencernaan.

Kapan Boleh Memperkenalkan Pisang pada Bayi?

Berkat banyaknya nutrisi yang terkandung di dalamnya dan disertai dengan rasa yang manis, membuat para ibu berpikir tak masalah untuk memberikan pisang kerok kepada buah hatinya. Memang benar, tapi pemberian pisang harus memperhatikan usia bayi. Pemberian pisang terlalu dini ternyata tidak baik, karena dapat memunculkan berbagai ancaman penyakit. Pencernaan bayi yang masih belum bekerja maksimal pun akan kesulitan dalam mengolah asupan makanan.

Berikut adalah beberapa gangguan kesehatan yang bisa mengancam bayi jika diberikan pisang terlalu dini:

  1. Mengalami sembelit. Bayi dengan usia di bawah 6 bulan secara psikologis belum siap untuk menerima makanan padat. Selain itu perkembangan motoriknya belum mencapai pada tahap koordinasi antar organ. Otot-otot mulutnya belum dapat berfungsi lebih selain untuk menyedot dan menelan ASI. Alhasil, pencernaannya belum dapat mencerna makanan padat secara sempurna, sehingga mengakibatkan sembelit.
  2. Alergi makanan. Bayi berusia di bawah 6 bulan memiliki kondisi sel-sel tubuh yang masih rentan. Sistem kekebalan tubuhnya masih dalam tahap perkembangan, sehingga belum mampu menangkal zat berbahaya yang masuk ke dalam tubuhnya. Sel-sel di dalam ususnya juga belum dapat menerima makanan padat dengan baik, sehingga dapat memicu timbulnya alergi.
  3. Menyebabkan obesitas. Saat bayi sangat lahap menyantap pisang, Ibu biasanya akan merasa semakin antusias untuk terus menyuapinya. Hingga tanpa disadari bayi sudah terlalu banyak mengonsumsi pisang. Mendapatkan gula dari ASI dan ditambah dengan gula dari pisang membuat asupan gula yang masuk ke tubuhnya menjadi terlalu banyak. Sebagai akibatnya, bayi berisiko mengalami obesitas alias kegemukan.
  4. Berpotensi menyebabkan kuman masuk. Berbeda dengan ASI yang bersumber langsung dari tubuh ibu yang steril, pemberian makanan padat terdapat kontak dengan benda lain seperti mangkok, sendok, dan udara di sekeliling. Hal ini dapat menjadi jalan masuk kuman ke dalam mulut bayi yang bisa menyebabkan penyakit.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa pemberian MPASI pisang maupun makanan padat lainnya sebaiknya dimulai saat bayi sudah berusia 6 bulan ya, Bu.

Artikel Sejenis

Jenis Pisang yang Baik untuk Bayi

Seperti yang Ibu ketahui, di Indonesia terdapat berbagai jenis pisang. Pertanyaannya adalah, apakah semua jenis pisang boleh dikonsumsi bayi? Ini dia jawabannya:

  1. Pisang Susu

    Jenis pisang untuk bayi yang pertama adalah pisang susu. Selain teksturnya yang sangat lembut, pisang ini juga memiliki ukuran yang kecil sehingga pas untuk porsi bayi. Bayi yang belum memiliki gigi pun dapat dengan mudah mengunyahnya.

    Pisang susu memiliki banyak manfaat bagi bayi, antara lain:

    • Melancarkan metabolisme
    • Mengandung karbohidrat sebagai sumber energi
    • Mengandung vitamin, mineral, dan serat untuk tumbuh kembang bayi
    • Membantu memperlancar pencernaan
  2. Pisang Emas

    Pilihan pisang lainnya untuk menu MPASI bayi adalah pisang emas. Sama seperti pisang susu, pisang emas juga mengandung karbohidrat, vitamin, dan mineral, sehingga sangat baik untuk tumbuh kembang bayi. Rasanya yang manis dengan tekstur yang lembut pasti akan disukai bayi. Selain itu dengan ukuran yang kecil membuat pisang ini tepat untuk diberikan kepada bayi.

  3. Pisang Ambon

    Ibu pasti sudah familiar dengan pisang yang satu ini, kan? Meski memiliki ukuran yang besar, tapi pisang ini juga sudah boleh dikonsumsi oleh bayi, Bu. Cukup dengan mengerok dagingnya, pisang ambon sudah dapat dengan mudah dikunyah dan dicerna oleh bayi berusia 6 bulan ke atas karena teksturnya lembut dan rasanya manis.

    Pisang ambon mengandung kalori yang bagus untuk metabolisme bayi. Sedangkan kandungan kaliumnya yang tinggi dapat meningkatkan energi bayi agar ia dapat bergerak aktif. Pisang ini juga mampu memperlancar sistem pencernaan bayi yang terkadang terganggu selama masa MPASI karena ada kandungan serat di dalamnya.

  4. Pisang Kepok

    Jenis pisang untuk bayi berusia 6 bulan ke atas selanjutnya adalah pisang kepok. Meski agak sedikit keras dibandingkan pisang sebelumnya, tapi pisang ini tetap memiliki daging yang lembut. Untuk pengolahannya, Ibu bisa merebus atau menghaluskannya hingga lebih mudah dikunyah oleh bayi.

    Pisang kepok juga mampu meningkatkan daya tahan tubuh bayi lho, Bu. Dengan begitu, ia pun jadi tidak mudah terserang penyakit. Tak hanya untuk bayi, pisang ini juga cocok dikonsumsi oleh Ibu yang masih menyusui buah hati, terutama saat ia sedang terserang diare.

Kesimpulannya, pisang sangat baik sebagai menu MPASI bayi mulai usia 6 bulan. Pilihlah pisang untuk bayi yang sudah dalam keadaan matang sempurna ya, Bu. Semoga buah hati makan dengan lahap dan tumbuh kembangnya optimal!

Bagi Ibu yang masih memiliki pertanyaan seputar bayi dan anak bisa menggunakan fitur Tanya Pakar. Para ahli di sana akan menjawab pertanyaan Ibu. Jangan lupa untuk registrasi terlebih dulu agar bisa menggunakan fitur tersebut.

Sumber:
Popmama.com, mommyasia.id